
"siapa yang berani macam - macam sama kamu" serunya dengan nada sedikit gugup.
20 menit kemudian.
๐ Boutique Selli๐
Lila langsung bergegas masuk kedalam boutique, tanpa memperdulikan Willi yang menatapnya heran.
" pagi kaa..., sapa Lila pada salah satu SPG boutique itu.
" pagi nona, ada yang bisa saya bantu? tanya seorang SPG.
" saya mencari gaun kaa..,
" gaunnya ada, kebetulan kami ada model terbaru, yang baru saja di produksi" jawab SPG itu.
" ohh, baguslah kalau ada model terbaru, ohh iya Tante Sellinya ada?
" ada, sebentar saya panggilkan.
Tak lama pun muncul, Willi yang baru saja menghampiri Lila.
" kamu itu'''' , kalau jalan tungguin dongg.. serunya dengan nada terdengar kesal.
"maaf omm.., serunya sambil tersenyum.
" hallo Willi, hallo Lila" sapa Selli sang pemilik boutique yang baru saja datang.
" hai sel" jawab Willi
" hai Tante" sapa Lila tersenyum.
" kalian mau nyari apa ?
" kami mau nyari gaun, sama Jaz, buat ku dan anak kecil ini" ucapnya menatap Lila.
" Lila bukan anak kecil om, ingat yaa.., bentar lagi umur Lila sudah jalan 19 tahun omm, serunya kesal.
" tapi menurut ka Selli, kamu itu imut, dan manis" seru Selli memuji Lila.
" makasih Tante" ucapnya tersenyum manja.
__ADS_1
Willi hanya memutar bola matanya malas, melihat wajah Lila tersenyum percaya diri.
" ya sudah ayo aku antarin kalian " seru Selli mempersihlahkan.
" ayo Tante" seru Lila dengan semangat ,dan berjalan mengikuti langkah kaki Selli tanpa memperdulikan keberadaan Willi.
Willi, hanya mengusab kasar wajahnya melihat kelakuan Lila yang terlalu bersemangat tanpa memperdulikan keberadaan dirinya.
Wiliam duduk sambil menatap Lila , yang sibuk mencoba gaun satu persatu.
Willi, sedikit kesal melihat Lila yang sedari tadi mencoba gaun tapi sepertinya, tidak ada yang srek di hatinya.
" yang mana yaaa, yang ini''' , atau yang ini" ucap Lila bingung, melihat gaun- gaun yang begitu indah
" heii..., anak kecil kamu mau kita tidur disini yaa!!!, serunya dengan nada kesal.
" om menurut om , yang mana yaa.., yang ini atau yang ini" ucap Lila sambil menunjukkan gaunnya pada Lila.
" terserah kamu dong memang saya yang pake apaa.., ucapnya kesal.
" ihhh.. omm, ga asyik banget tau" sambil memanyunkan bibirnya.
" kenapa kamu liatin saya terus" seru Willi sambil menatap Lila.
" karena omm, ganteng nya kelewatan" ucapnya dengan nada kesal, sambil berjalan meninggalkan Willi begitu saja.
Willi hanya menatap Lila dengan tatapan sinis, dan beranjak dari duduknya berjalan menuju kasir , yang telah didahului Lila.
Wiliam sedikit bingung melihat Lila, yang sepertinya sedang menunggu dirinya.
" kamu kenapa, tanya Wiili menatap heran Lila.
" ommm, serunya sambil menggandeng manja lengan Willi.
" lepaskan tangan saya anak kecil, ucapnya pelan, karena Willi malu melihat para pengunjung yang sedang memperhatikan mereka berdua.
" wahh, mereka pasangan yang serasih yaa, walaupun sepertinya umur mereka selisihnya jauh" seru salah satu pengunjung.
" ia ceweknya kayanya masih mudah, terus cantik lagii.., cowoknya beruntung banget padahal tampangnya aja pas - Pasan, baru sepertinya udah tua" ucap pengunjung yang lain sambil tertawa.
__ADS_1
Willi hanya menahan kekesalan dalam hatinya, mendengar ucapan pengunjung - pengunjung boutique itu.
" omm.., bayarin gaunnya Lila dongg..., Lila lupa bawa dompetnya.Ucapnya dengan manja, sambil memayunkan bibirnya.
" kamu lupaa.., apa pura - pura lupa" ucapnya penuh selidik.
" Lila beneran lupa omm..., serunya tersenyum.
" kalau gitu kamu beli gaunnya satu saja, ga boleh 2 saya ga punya banyak uang, ucapnya dengan ingin mengembalikan gaun yang berwarna putih.
Tapi seketika Lila langsung , bergelayut manja di lengannya.
" omm.., jangan pelit gitu dong omm..., Lila tau omm, punya banyak uang"ucapnya manja.
" dari mana kamu tau saya punya banyak uang, ucapnya menatap Lila heran.
" waktu omm, ngambil uang di mesin ATM, Lila ngintipin lho om, jadi Lila tau saldonya om , direkening ada berapa, jadi om tolong bayarin dulu yaa, Lila tungguin om diluar" ucapnya sambil berjalan keluar dari boutique
dengan santai.
" ya sudah mba, saya bayarin 2 gaun itu, sama stelan jas ini" ucap Willi sambil mengeluarkan credit card nya, untuk melakukan transaksi.
Lila langsung berjalan kearah mobil,dan masuk kedalam.
Setelah menaruh barang belanjaannya di kursi penumpang belakang, Lila langsung mengeluarkan dompetnya, yang ia sembunyikan dalam bajunya.
" biarin aja, sekali - sekali aku harus ngerjain dia, siapa suruh dia marah - marah " ucapnya sambil tertawa.
Melihat kedatangan Willi, Lila langsung menghentikan tawanya, dan segera memasukkan dompetnya kedalam tasnya.
" kenapa kamu senyum- senyum gitu" tanya Willi heran menatap Lila.
" ga kenapa - kenapa omm.., hanya Lila merasa hari ini om ganteeng..., banget.., sambil tersenyum manja.
" ga usah muji - muji saya dehh, saya tau kamu berbohong.
" ma, maksud om apaa..., tanyanya sedikit terkejut.
" saya tau kamu bawa dompetnya. Dompetnya kamu sembunyi didalam baju kamu kaaann???
sambil tersenyum sinis menatap Lila.
__ADS_1
Degg, terkejutnya Lila.
Dan langsung membalikkan wajahnya kearah kaca jendela kaca mobil, karena merasa sangat malu.