Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 9,Pikiran licik Beni


__ADS_3

Dina terus menatap kepergian Roy, yang masuk kedalam kediaman Thomshon.


" cakep banget cowo ini, siapa ya, pasti Intan kenal, kaya opa- opa Korea ,bsthin Dina


Dina berjalan kearah Intan, karena rasa penasaran nya terhadap Roy


" Tan, bole h nanya g? sambil senyum- senyum sendiri


Intan menatap heran sahabatnya, dengan ekspresi yang sedikit genit.


" nanya soal apa?


" meeemm" cowo tadi itu siapa sihh?


Seketika Ryan langsung tertawa dengan pertanyaan sahabatnya.


" Dina ,Dina kamu itu ya, kalau liat cowo ganteng pasti langsung penasaran


" memang aq nanyain kamu apa! ekspresi kesal


" oh itu k Roy, kalau g salah sih, teman k Luis, yang aq dengar mereka berteman sejak SMP ,sampai sekarang, dia juga bekerja di perusahaan om Edward, jelas Intan.


"kenapa" memangnya?


"ga cuman nanya aja " sambil senyum-senyum.


" ahh" bilang aja kamu ada maksud kan? timpal Rian


" so tau banget sih kamu"

__ADS_1


" udah -udah "ayo kita pulang g usah ribut terus aq pusing "ucapnya memandang kesal pada Dina ,dan Ryan


Ketika mereka menuju tempat pakiran kendaraan mereka, ada pesan masuk di phonshel milik Dina


" Tan kamu pulang sama Rian aja yaa, ibu ku barusan sms, mau ngajak aq ke pernikahan sepupuku,ucap Dina.


" ga apa - apa ko Din, kan masih ada Ryan, ucapnya tersenyum.


🏠Rumah kontrakan Ani🏠


Tampak didepan pintu, berdiri 2 orang pria berdadan tegak, dengan wajah sedikit menyeramkan, kedua pria itu sedang menunggu bosnya yang tengahmenagih utang kepada Ani,kk ipar Intan.


Kebiasaan Ani yang suka berjudi,dan berfoya-foya membuat dia sering di datangi orang- orang, yang datang hanya untuk menagih utang.


Didalam kontrakan tersebut tampak seorang pria berkumis tebal, dan berperut buncit.Pria paruh baya itu,tampak sedang memarahi Ani.


"jadi, kapan kamu akan melunasi hutang- hutang kamu, ucap Beni dengan nada penuh amarah


" sudah berapa kali kamu janji, untuk membayar hutang - hutang saya, tapi sampai sekarang belum juga kamu menepatinya" ucapnya dengan nada tinggi


" kali ini saya janji pa, saya akan menepatinya, saya g bohong! ucap nya dengan sedikit gugup.


Sementara Lila,gadis kecil itu, hanya menangis ketakutan, dan bersembunyi di balik pintu


Setelah tiba di depan kontrakan , Ryan sedikit kaget melihat 2 pria bertubuh kekar di depan rumah kontrakan sahabatnya.


"Tan " sepertinya ada tamu di rumah lu, ucap Rian pada Intan.


" iya Ryan "

__ADS_1


" kamu kenal mereka Tan? tanya Ryan


Intan yang menggeleng- gelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ryan


Melihat kekhawatiran diwajah Intan, membuat Ryan ingin menemani sahabatnya itu.


" biar aq temani"


"ga usah Rian, kamu pulang aja " jawabnya yang tak ingin merepotkan Ryan


" tapi Tan"


" udah aq g apa- apa ,kamu pulang aja, aq ga apa - apa ko " ucap Intan mencoba meyakinkan sahabatnya


" tapi ingat yaa , ada apa - apa hubungi aq " ucap memperingatkan Intan


" oke " ucapnya tersenyum


Akhirnya dengan berat hati Rian meninggalkan sahabatnya itu,sebelum dia melajukan motornya, meninggalkan kontrakan Intan, walaupun ada perasaan tidak tenang dalam dirinya.


Setelah kepulangan Ryan, Intan pun bergegas masuk, tanpa mempedulikan, ke dua bodigard yang tengah berdiri di depan teras kontrakannya.


Intan sedikit kaget melihat Ani sedang di marahi oleh seorang om- om, dan ia berjalan menghampiri Lila yang sedang menangis ketakutan, dan berusaha menenangkan


" ka, Itan Lila takut ,ucapnya dengan menangis sesegukan,


"ga usah takut,ada kaka disini.


Intan terus memeluk ,dan berusaha menenangkan gadis kecil itu tanpa memperdulikan Ani,dan Beni.

__ADS_1


Sementara Beni,dari tadi terus memperhatikan Intan, sambil senyum - senyum sendiri.


" cantik juga anak ini, aq yakin dia bisa membawa keuntungan besar buat aq' bathin Beni yang mulai berpikiran licik


__ADS_2