
🏣Surabaya🏣
Disebuah hunian minimalis, tampak sosok cantik tengah bersenda gurau dengan bayinya yang baru berusia 4 bulan.
Bayi perempuan yang di beri nama Lita itu terlihat sangat menggemaskan.
" Wahh, anak Mama sudah bangun yaa..." Seru Lila pada bayi perempuannya, yang tengah tersenyum menatapnya.
Lila meraih bayinya, dan menggendongnya. Bayi mungil itu tersenyum, dan tangannya ingin menggapai hidung mancung ibunya.
Lila tampak bahagia dengan keadaannya, walaupun hidup sederhana, tapi ia tetap bersyukur apalagi sejak kehadiran Lita yang membuat hari - harinya jadi lebih berwarna.
" Lila..., Lila...," Panggil Ani menyambangi putrinya, dan cucunya didalam kamar.
" Ada apa Buu...? Tanya Lila
" Ini kamu antar pesanan orang Laa, Tadi Bu Ati minta di antarin jajanan klepon, sama serabi, katanya mau ada acara di rumah mereka sebentar malam, jadi kamu antarin sekarang, tuh Ibu sudah siapin diruang tamu. Seru Ani.
" Ya sudah, Ibu tolong jagain Lita, biar Lila antarin sekarang."
" Ya sudah kamu pergi deh, ingat hati - hati bawa motornya." Pesan Ani
" Iya Buu.., " Jawab Lila sambil berlalu keluar dari kamar.
Sejak pulang kekampung halamannya, di Surabaya Lila dan Ibunya membuka usaha kecil - kecilan yaitu menerimah pesanan kue.
Jadi tidak heran kesibukan Lila sehari - hari bersama Ibunya adalah membuat kue - kue, dan Lila yang bertugas mengantarnya.
" Terimah kasih ya Buu..." Seru Lila pada seorang wanita paruh baya yang di ketahui bernama Ati, yang menyodorkan beberapa uang seratus ribu padanya.
" Sama - Sama Na Lila, nanti kalau ada acara dirumah . Pasti Ibu pesan lagi kuenya.
" Iya Buu..., terimah kasih. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Lila
" Iya hati - hati na Lila."
" Uang untuk membeli popok buat kesayanganku sudah ada." Bathin Lila tersenyum sambil menatap uang yang di genggamnya itu.
🛅 Bandara Ngura Rai Bali🛅
Dibandara Ngurarai Bali, tampak sosok Willi yang baru saja tiba di bandara. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhinya sampai juga ia di Indonesia.
Willi menghela nafas berat, sebelum ia akan berangkat kekediaman keluarganya.
" Taksi.." teriaknya saat sebuah taksi melintas di depannya.
Setelah berada dalam taksi.
__ADS_1
" Kita ke daerah XXX Paa...!!
" Baik Tuan." Seru sopir taksi tersebut sambil menjalankan taksinya ke daerah yang di beritahu Willi.
🏤 Kediaman Thomshon🏤
" Anak - anak lagi di mana Sayang..? Tanya Louis pada istrinya.
" Lagi main di taman belakang sama Papa, sama Mama.." Seru Intan pada Suaminya.
" Sayang...?
" Meemm.." Jawab Louis sambil menatap istrinya.
" Kapan - kapan kita ke London yuu..." Seru Intan pada Suaminya.
" Boleh, kalau aku sudah tidak sibuk lagi. Aku janji akan mengajak kamu,dan anak - anak kesana."
" Terimah kasih ya Sayang.." Seru Intan pada Suaminya.
Tibalah Willi di kediaman Thomshon, setelah membayar taksinya, Willi dengan langkah kakinya yang terasa berat menapaki kakinya memasuki kediaman mewah tersebut.
Ting...
Tong...
Ting...
Tong..
Setelah membuka pintu
" Ceklek.."
BI Ijah sedikit terkejut, melihat Willi yang tak lain adalah keponakan dari majikannya.
" Tuan Willi.." Seru Bi Ijah
" Hallo Bi Ijah, bagaimana kabarnya."
" Baik Tuan, ayo masuk.."
Willi pun menapaki kakinya memasuki rumah mewah itu. Willi menggelegarkan pandangannya pada seisi rumah keluarga Thomshon, dan teringat kembali kenangan ia tentang Lila istrinya, dan tak terasa air matanya lolos begitu saja, karena kerinduannya yang begitu besar pada orang yang di cintainya.
" Willi..." Teriak Edward yang baru saja datang , bersama Vivian istrinya.
" Bagaimana kabarnya kamu Willi..? Tanya Vivian
"Baik Tante..."
__ADS_1
" Kamu sendirian Willi, Lila ga ikut..? Tanya Edward.
Mendengar pertanyaaan Om nya, seketika raut wajah Willi berubah sendu.
Intan, dan Suaminya yang mendengar suara yang nampak asing, langsung menyambangi ruang tamu.
Dan mereka berdua sangat terkejut saat melihat sosok Willi.
" Willi " Teriak Louis dengan langsung memeluk erat sepupunya itu.
" Bagaimana kabarmu..? Tanya Louis
" Baik, seperti yang kau lihat."
" Hai Intan bagaimana kabarnya..? Tanya Willi
" Seperti yang Kaka liat aku sangat baik,oh iya Ka Willi datang sendirian yaa..., Llila ga datang...? Tanya Intan.
" Iya Willi, kamu datang sendirian saja. Lila kenapa ga ikut..? Tanya Edward
Willi menghela nafas berat, sebelum ia berkata.
" Maaf sebelumnya, sebenarnya aku datang ke Indonesia ini, tujuanku adalah ingin mencari Lila."
" Mencari Lila.." Seru Louis sambil menyerngitkan dahinya.
" Ia mencari Lila, aku lagi punya masalah sama Lila." Jawabnya dengan menunduk.
" Masalah apa Kaa..? Tanya Intan yang terlihat penasaran.
Akhirnya dengan berat hati, Willipun menceritakan semuanya tanpa ada satu pun yang terlewati.
Louis yang mendengar ucapan Willi, tak dapat menahan lagi amarahnya. Karena ia menganggap Lila sudah seperti adik kandungnya sendiri.
Tanpa berpikir Louis langsung melayangkan sebuah pukulan di wajah Willi.
" Buuuggg..." Yang membuat pria tampan itu, jatuh tersungkur.
Semua yang berada didalam ruangan itu, sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Louis.
" Dasaar kamu laki - laki brengsek Wilii...,kenapa kamu tega sekali menyakiti adikku.." Seru Louis dengan nada penuh amarah.
Sementara Intan yang mendengar ucapan Willi, hanya menangis. Karena ia sangat menyayangi Lila.
" Maafkan aku Louis, maafkan aku." Seru Willi memohon maaf pada sepupunya.
" Maafff, kamu bilang...!! Teriak Louis dengan memukul kembali wajah Willi.
" Buuuggg..." Yang membuat bibir Willi langsung mengeluarkan Dara.
" Louis hentikan - hentikan.." Teriak Edward dengan memeluk erat tubuh anaknya dari belakang, karena Louis yang masih ingin menghajar Willi.
__ADS_1