
🏤 Kediaman Ani🏤
15 menit kemudian.
Terdengar suara kendaraan beroda dua. Setelah memarkirkan sepeda motornya, Lila sedikit terkejut melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya.
Karena penasaran ia pun masuk, dan Lila sangat terkejut menjumpai Kakanya Intan, Louis, dan Suaminya Willi.
" Apa yang kau lakukan dirumahku, pergi..., siapa yang mengijinkan kau menggendong anakku...." Teriak Lila dengan nada tinggi, sambil mengambil bayinya dari gendongan Willi.
Baby Lita pun menangis, bayi cantik itu seolah merasakan masalah yang tengah menimpa kedua orang tuanya.
Willi seketika bersimpuh di kaki Lila, dengan deraian airmata yang sudah mengalir.
" Maafkan aku Laa, maafkan aku. Karena sudah menyakiti kau, dan anak kita. Aku mohon beri aku kesempatan, untuk memperbaiki semua kesalahanku Laa," dengan tatapan penuh harap, saat tatapan mata itu dia berikan pada Lila.
" Aku tidak butuh kau lagi, aku sudah bahagia bersama anakku disini," dengan cairan bening yang sudah mengalir bebas.
" Lila..ayo ikut Kaka," Ajak Intan dengan kedua kaki mengayun kekamar Lila.
" Tenanglah, Intan akan membujuknya. Lila pasti akan mendengarkan perkataan Kakanya." Seru Louis menenangkan sepupunya.
Di dalam kamar.
" Duduklah" Seru Intan sambil menyuruh Lila duduk disisinya, di atas ranjang.
" Kaa.., aku tidak bisa memaafkan dia Kaa.., tidak bisa, tidak bisa." Serunya sambil menangis.
" Laa..." Panggil Intan lembut, sambil memegang telapak tangan adiknya.
" Didunia ini tidak ada manusia yang sempurnah, setiap orang pasti berbuat salah. Kamu jangan egois, sekarang kau harus pikirkan Lita. Bagaimanapun dia butuh sosok seorang Ayah, yang Kaka liat Willi sangat menyesali perbuatannya. Tidak ada salahnya, kau memberikan dia kesempatan sekali lagi. Kau kan sudah merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa seorang Ayah, kau tidak mau kan putrimu mengalaminya juga.Seru Intan lembut.
" Tapi Kaa..."
" Kaka yakin Willi telah menyesali perbuatannya, setidaknya lakukan demi anakmu Laa..!!, kau jangan egois...?
" Kakaa...." Seru Lila sambil merangkul Intan, dan menangis tersedu - sedu.
" Percayalah pada Kaka." Seru Intan ikut menitikkan airmatanya, sambil mengusap airmata adiknya.
Mereka pun keluar dari kamar, hati Lila sebenarnya belum bisa memaafkan Willi, tapi mendengarkan kata - kata Intan. Kalau ia tidak boleh egois, dan ia melakukan ini semua hanya demi putrinya.
Lila langsung menyambangi Suaminya, walaupun hatinya masih terasa sakit. Tapi dia berusaha untuk berbesar hati.
" Aku akan memberikan kau kesempatan sekali lagi. Dan aku lakukan ini, demi Lita putri kita." Seru Lila dengan air mata telah menetes.
Mendengar ucapan istrinya, Willi langsung merangkul erat tubuh Lila, dan Air mata bahagia tak dapat di tahannya lagi.
" Terimah kasih Laa.., terimah kasih karena sudah memberi aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku janji akan menjadi Suami yang baik, dan Ayah yang baik buat anak - anak kita." Serunya sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
Baby Lita ikut tersenyum, Bayi mungil itu seolah ikut merasakan suasana haru. Dia tampak bahagia, mungkin karena kedua orang tuanya telah kembali bersama.
Lita yang berada dalam gendongan Lila, sembari merentangkan kedua tangannya pada Willi.
Willi tersenyum bahagia di balik tangisannya, ia segera meraih tubuh anaknya, dan menggendongnya.
" Kemarilah, Papa akan menggendongmu." Seru Willi ternyum.
Berada dalam gendongan Ayahnya, Baby Lita tampak bahagia, dan terus tersenyum
Lila tersenyum, sembari meneteskan airmatanya, melihat pemandangan mengharuhkan itu.
" Asalkan itu bisa membuatmu bahagia anakku, Mama akan menerimah Papamu kembali. Mama lakukan ini semua demimu Lita, Mama hanya inginkan kebahagiaanmu."Bathin Lila sambil mengusap air mata bahagianya.
Semua yang berada di dalam ruangan itu, ikut merasakan suasana haru, begitupun juga dengan Ani.
🇬🇧 London, Inggris 5 tahun kemudian🇬🇧
" Maa..." panggi Lita pada Ibunya Lila, ketika ia sedang duduk di taman.
" Ada apa Lita.? Tanya Willi pada putrinya.
" Lita mau di gendong Paa..." Serunya manja pada Ayahnya.
" Kamu ini sebentar lagi sudah mau jadi Kaka, tapi masih saja manja." Seru Lila pada putrinya.
" Iya.." Jawab Willi, Sambil mencium pipi putrinya.
" Hany kapan Ka Louis, sama Ka Intan datang, sama si kembar." Tanya Lila pada Suaminya, sambil memegang perut buncitnya.
Ya Lila sekarang tengah mengandung buah cintanya, dan Willi yang kedua. Kandungannya kini telah berusia tujuh bulan.
" Laa, ini Susunya. Seru Ani sambil menyerahkan susu hamil buat anaknya.
" Terimakasih Maa.."Mama lagi ngapain di dapur..? Tanya Lila pada Ibunya.
" Mama lagi bikin kue serabi, buat Kaka kamu Intan. Kamu kan tau, Intan sangat menyukai kue itu." Serunya tersenyum.
Sekarang Ani, telah menetap di London bersama putrinya Lila, di sebuah rumah mewah yang baru di beli Willi.
" Lila..." Seru Intan yang baru saja datang, kekediaman adiknya Lila.
" Kaka..." Serunya sambil bangun dari duduknya, dan merangkul erat tubuh Intan.
Intan datang bersama Louis, bersama kedua buah hati mereka Rena ,dan Reno.
" Ka Reno, Ka Rena ayo kita main. Lita punya mainan baru lhoo.., iya kan paa..? sambil bertanya pada Ayahnya Willi.
__ADS_1
" Iya.." Jawabnya tersenyum.
" Ayoo" Seru Reno, dan Rena bersamaan.
Ketiga anak kecil itu pun bermain, sambil berlari di taman belakang.
Intan, Louis, Willi, dan Lila yang melihat buah hati mereka hanya tersenyum, apalagi melihat tingkah Lita yang manja, terhadap Rena, dan Reno membuat mereka merasa lucu.
Tak lama muncul pasangan yang telah bertunangan, Lisa, dan Dilan yang baru saja datang.
" Hallo semuanya ..." Seru Lisa pada pasangan- pasangan suami istri itu.
" Hallo Lisa, hallo Dilan." Sapa Lila.
" Tante Lisaa..., ayo kita main..!! Panggil Lita pada Lisa.
" Oke Tante datang..." Seru Lisa sambil menyambangi keponakan - keponakannya.
" Lisaa..., Lisa, sudah mau nikah tapi masih saja kaya anak - anak.." seru Louis sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Apa,an sih Sayang, kamu ngomongnya sembarangan."' Seru Intan karena merasa tidak enak terhadap Dilan.
Sementara Dilan hanya tersenyum, mendengar ucapan calon Kaka iparnya, karena dia juga merasa tingkah Lisa, masih kenak - Kanakan.
" Selamat siang semuanya...!! Seru Titin yang datang bersama Robert.
" Kalian kok bisa datang bersama...? Tanya Willi heran.
" Iya dong Hany..., kan ada Lila." Seru Lila tersenyum.
" Maaf Tuan, sebenarnya selama ini saya sudah menyukai Titin.Dan saya meminta bantuan pada Nona Lila.
" Apaa...!! Seru Willi sedikit terkejut.
" Hany, kamu apa,an sih kagetnya sampai segituhnya." Seru Lila dengan sedikit cemberut.
Semua yang berada di taman belakang itu hanya tersenyum, dan mereka terlihat sangat bahagia.
Selesai ya guys kisah Intan ,dan Louis
serta Lila, dan Willi.
foto keluarga William Thomson.
Foto keluarga Louis Thomson.
__ADS_1
Terimah kasih, sudah mengikuti akhir dari kisah Injinkan aku mencintaimu.
Salam sayang dari author, Popyani.