
🏥 Rumah sakit🏥
Lila membuka matanya perlahan - lahan dengan pandangan yang masih sedikit berkabut, disaat pandangannya sudah semuanya pulih.
Ia melihat sosok tampan yang tak lain adalah Dilan.
Lila langsung bangun, dan bingung dia sedang berada di mana.
" Kamu sudah sadar Lila...? Tanya Dilan tersenyum.
" Aku ada di mana Dilan..?
" Kamu ada di rumah sakit, tadi aku menemukan mu pingsan dijalanan.
Lila memutar memorinya kembali, dan ia berharap semua ini hanyalah mimpi, tapi apalah daya semua ini adalah kenyataan.
Air matanya lolos begitu saja, saat mengingat kejadian tadi.Di mana Suaminya tega mengusirnya.
" Kaka..., Lila pengen pulang.Lila kangen...., hiks, hiks, hiks, hiks, " Seru Lila pelan sambil menangis, karena tiba - tiba teringat pada Kakanya Intan.
" Aku mohon..,tenanglah katakan padaku ada masalah apa, aku sudah menghubungi Titin, dan Lisa sedikit lagi mereka akan kesini. Dan maaf jika aku terlalu mencampuri urusan pribadimu, katakan siapa ayah dari bayi yang kamu kandung, karena sekarang kamu sedang hamil 2 bulan."
Mendengar ucapan Dilan seketika, tangisan Lila berhenti, dan ia sangat terkejut karena ia sama sekali tidak mengetahui dirinya tengah hamil.
" Apa aku sedang hamil Dilan...?
" Iya kamu sedang mengandung Lila, kandungan kamu sudah berusia 2 bulan."
Seketika tangisan Lila pecah, mengetahui dirinya tengah mengandung.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak percaya padaku Hany..., hiks, hiks, hiks,. bahkan sekarang aku sedang mengandung anakmu.." Serunya sambil terus menangis.
" Katakan padaku, siapa ayah bayi ini.Mungkin aku bisa membantumu Laa..!!
" Sebenar aku sudah menikah Dilan, aku sudah bersuami. Dan aku di usir dari rumah gara - gara mereka menuduhku berselingkuh hiks, hiks, hiks, dan Lilapun menceritakan semuanya kepada Dilan perihal apa yang terjadi.
" Maafkan aku Lila, maafkan aku.Gara - gara aku semua ini terjadi sama kamu. Aku akan memberitahukan pada Suami mu kalau ini semua hanya salah paham, apalagi sekarang kamu sedang mengandung."
" Tidak , aku tidak mau. Biarkan saja, aku sangat kecewa dengan Suamiku, dia tidak memberikan kesempatan aku untuk berbicara sedikitpun." Serunya sambil mengusap air matanya.
Taklama pintupun, terbuka.Dan muncul sosok Lisa, dan Titin yang baru saja datang.
" Katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu pergi dari rumah..? Tanya Lisa.
" Dia bukan pergi dari rumah Lisa, tapi dia diusir."
" Benarkah itu Laa...!! Tanya Titin
Lila hanya mengangguk ,dan menangis. Lisa langsung memeluk erat tubuh sahabat baiknya itu.
" Katakan padaku Laa.., sebenarnya apa yang terjadi." Tanya Lisa yang tak terasa air matanya menetes, karena iba melihat keadaan adik ipar Kakanya itu.
" Lila sedang hamil, dan mereka menuduhnya berselingkuh. Dan Dilanpun menjelaskan semuanya."
" Ya Tuhan Lila , Lila kenapa ini bisa terjadi.Ini juga gara - gara kamu Dilan...!! Seru Titin dengan nada kesal.
" Maaf, maafkan aku."
" Aku akan buat perhitungan dengan sepupuku yang brengsek itu, dan bagaimanpun dia harus mengetahui kamu sedang hamil Laa..!!
__ADS_1
" Tidak, aku tidak mau. Aku sudah putuskan akan pulang ke Indonesia.Dann aku tidak mau dia tau aku sedang mengandung." Seru Lila sambil menangis.
" Tapi Laa...!! Seru Lisa
" Sudah Lisa, aku baik - baik saja.Aku akan kuat demi anakku." Serunya berusaha untuk tersenyum.
" Aku rasa Emeli wanita genit itu, ada di balik ini semua. Aku harus memberi dia pelajaran." Seru Lisa yang tampak menahan amarah.
" Siapa itu Emeli, Lisa..? Tanya Titin.
" Dia adalah wanita yang dari dulu, sudah tergila -gila dengan Ka Willi."
" Dasar pelakor ga tau diri." Seru Titin dengan nada kesal
" Apa yang akan kamu lakukan sekarang Lila..? Tanya Lisa.
" Aku akan pulang ke Indonesia, dan balik ke Surabaya."
" Pulalah ke Bali. Tinggallah dirumahku, rumahku adalah rumahmu juga Laa...!!
" Terimah kasih Lisa, sebenarnya aku ingin pulang ke Bali.Sebab aku sangat merindukan Ka Intan.Tapi jika aku pulang ke Bali, suamiku akan tau keberadaanku, aku sudah terlanjur kecewa padanya, aku sama sekali tidak ingin dia mengetahui aku berada dimana. Jadi aku putuskan untuk pulang ke Surabaya."
" Apapun keputusanmu, kami sebagai sahabat akan selalu mendukung" Seru Titin
" Terimah kasih, terimah kasih kalian berdua sudah ada di saat aku terpuruk seperti ini. Aku bersyukur punya sahabat seperti kalian."
Dilan hanya tersenyum memandang Lila, dalam dirinya timbul rasa bersalah yang cukup besar. Karena perasaan yang ia miliki terhadap Lila, membuat rumahtangganya hancur, apalagi sekarang Lila tengah mengandung.
" Maafkan aku Laa.., maafkan aku." Bathinnya.
__ADS_1