
🏚️Kediaman Sunil Kapoor🏚️
Willi mengusap kasar wajah, karena merasa salah satu dari anggota tubuhnya semakin menegang.
Dia langsung menutup laptopnya, dan ketika membalikkan badan betapa sangat terkejutnya dia, hingga ia langsung menelan salivanya.
" Lila kok kamu udah ganti baju, cepat banget kamu ganti bajunya" Tanya Willi, dengan merasakan miliknya sangat mengeras, dan Lila bisa melihat milik suaminya tengah menyembul.
Lila hanya tersenyum jahat, karena rencananya membuat Willi terjebak oleh godaannya telah berhasil setelah melihat ia memakai lingerie yang sangat seksi.
" Lila ga ganti baju ko Ommm....., tadi Lila kan pake blaser, tapi ga tau kenapa ya Omm... tiba - tiba Lila kepanasan jadi Lila buka ajah dehh..., " Serunya dengan nada menggoda.
" Tapi baju yang kamu pake ini...., untuk menggoda iman lelaki Laaa...." Seru Willi dengan suara yang sudah terdengar berat, dan tatapan yang sudah diliputi gairah.
" Ohh... gitu yaa Omm..., Sorri ya Lila ga tau tuuhhh...." Serunya dengan nada pelan sambil meniup telinga suaminya.
" Ya Tuhan kayanya malam ini, pertahan ku bakalan runtuh" Bathin Willi, yang sudah tak sanggup menahan lagi gairah untuk bercintanya.
' Laa...." Seru Willi sambil menggenggam erat jemari istrinya, dengan pandangan telah berkabut.
" Kenapa.. Omm..., Om kayanya lagi pengen ya Omm.., tenang aja Om sama Lila ga di pungut biaya alias gratis buat Om Willi seorang " Serunya sambil mengelus - ngelus dada suaminya,yang membuat gairah Willi semakin bertambah.
" Memang boleh ya aku minta hakku malam ini sama kamu.." Seru Willi karena ingin segera mendapat pelepasan..
" Tentu doongg Om, Om kan suami Lila, jadi mau berapa ronde juga Lila mau Koo..."
__ADS_1
" Makasih ya Laa.., karena sejujur aku sudah ga kuat"
Lila tersenyum jahat, saat Willi mulai meraih tengkuknya, dan mencium bibirnya.
" Akhirnya, Om jelek masuk perangkap aku juga" Bathinnya tersenyum licik.
Lila pun membalas ciuman suaminya, dan tangannya mulai membuka kancing baju suaminya satu persatu.
Mereka terus berciuman, dan menanggalkan pakaian masing- masing hingga tanpa sadar kedua insan beda usia itu telah dalam keadaan polos
Willi terus mencium istrinya, dan menelusuri setiap jengkal tubuh Lila, dan meninggalkan jejak kemerahan di sana yang membuat Lila mendesah kenikmatan.
' Ahhhh...Omm..." saat mulut suaminya sudah mulai menikmati kedua bukit kembarnya.
" Omm...." Seru Lila.
" Kita matiin lampu aja ya Omm..., nanti ada yang ngintipin gimana"
Tanpa menjawab Willi langsung mematikan lampu, dan hanya menyisakan lampu tidur saja.Suasana remang - remang membuat gairah kedua insan itu semakin membarah, mereka kembali berciuman ,dan membelitkan lidah masing - masing.
Willi terus menelusuri tubuh istrinya, dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Sekarang pandangan terfokus pada hutan rimbah milik istrinya, yang membuat gairah Willi semakin memuncak dan ingin segera melakukan pelepasan.
Willi segera mengarahkan miliknya, yang membuat Lila tampak meringis kesakitan, dan kedua tangannya mencengkram erat seprei, ia menahan sakit saat milik suaminya, berusaha untuk menerobos selaput darahnya.
__ADS_1
" Omm....,sakit banget sihh, punya Omm..ga bisa di kecilin lagi yaaa...?
" Tenang ya Laaa...., sakitnya cuman sebentar aja ko.., kamu bisa tahankann..? Tanya Willi membujuk istrinya.
Lila hanya mengganguk, untuk menjawab pertanyaan suaminya.
Kini perhatian Willi, kembali terpusat pada puncak permainan mereka.
Willi kembali mengarahkan kembali miliknya, kemilik sang istri.Dengan satu kali hentakan , ia berhasil menerobos selaput Dara milik istrinya, dan air mata Lila langsung menetes karena merasakan sakit yang teramat sangat.
Pria tampan itu mulai menggerakkan pinggulnya, yang membuat Lila mendesah kenikmatan.
Rasa sakit yang ia rasakan, kini menjadi sebuah kenikmatan yang tiada tarah, hanya ada desahan - desahan kenikmatan yang keluar dari bibir mereka.
Willi semakin mempercepat gerakan nya, ketika akan mencapai pelepasan, yang membuat Lila makin merasakan kenikmatan, dan ia mengeluarkan benihnya kerahim sang istri ketika telah berhasil mencapai pucak dari permainan mereka.
" Makasih ya Laa...," Serunya tersenyum.
" Kok makasih sih Omm..., memang setelah ini Om bakalan ninggalin Lila,dan nikah sama Tante pelakor itu yaa...!!" Serunya denga nada sinis.
Willi hanya tersenyum, mendengar ucapan istrinya.
"Sampai kapanpun saya ga bakalan ninggalin kamu Laa.." Serunya tersenyum sambil memeluk erat tubuh Lila.
Lila hanya tersenyum, dan membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
" Sampai kapanpun, Lila juga ga bakalan ninggalin Omm.." Bathinya tersenyum, dan membalas pelukan suaminya.