
Selama dalam perjalanan kerumah mertuanya, Lila terus mengeluarkan pandangannya kekaca jendela mobil.
" Meemm..., ternyata kota London sangatlah indah.Gumamnya sambil tersenyum.
Sementara Sedari tadi Willi, terus saja membahas masalah pekerjaan dengan Robert.
" Mereka ngomongin apaansih kok ga ada habis ,habisnya" Bathin Lila kesal, karena merasa di abaikan.
" Omm..., masih jauh ya tempatnya" Seru Lila yang mulai merasa jenuh didalam mobil.
" Sedikit lagi kita sudah sampai"
Tibahlah mereka di sebuah hunian, yang sangat mewah.
Lila terus mengucek- ngucek matanya, seolah tak percaya, kalau ini adalah rumah suaminya.
" Omm..., ini rumahnya..?? Tanya Lila serasa tak percaya.
" Meemm, ayo turun kamu mau didalam mobil terus"
" I,iya Omm..." Ucap Lila dengan langsung menurunkan kedua kakinya dari dalam mobil.
" Papaa..., Mamaaa" Panggil Willi pada kedua orang tuanya.
Omm.., Tante itu sepertinya suaranya Willi dehh..!! Seru Emeli yang tengah berbincang - bincang bersama Sunil, dan Siena.
" Iya Om juga yakin, itu suaranya Willi" Seru Sunil yang langsung beranjak dari duduknya, di ikuti oleh Emeli,dan istrinya Siena.
Sementara Lila, pandangannya menyapu bersih seisi ruang tamu tersebut, dan ia menangkap sebuah bingkai foto, yang terdapat gambar suaminya, bersama kedua orangtuanya.
" Ini pasti foto kedua orangtuanya Om Willi, Mamanya sangat cantik, wajahnya mirip banget sama Om Willi" Bathin Lila tersenyum, sambil terus memandang bingkai foto tersebut.
"'Willi...., anakku!!" Teriak Sunil ,dan langsung menyambangi putranya, dan memeluk erat tubuhnya karena kerinduan yang teramat besar.
" Papa sangat merindukanmu, putraku..!!"
__ADS_1
" Willi juga Paa..." jawabnya tersenyum, dan membalas pelukan Ayahnya.
" Ini pasti istrimu" Seru Sunil
" I,Iya Paa.., maaf aku tidak mengabari kalian jika aku sudah menikah" Ucapnya dengan wajah yang menunjukkan rasa bersalah.
" Tidak masalah anakku" Serunya tersenyum
" Siapa namamu naakk...? Tanya Sunil
" Namaku Lila Omm, eh maksud saya Papa" Jawabnya sambil cengengesan.
"'Willi" Seru Siena yang baru saja datang, disusul oleh Emeli di belakangnya"
" Mama" Ucapnya sambil memeluk erat tubuh ibunya
Sementara Emeli, dengan tidak tau malunya langsung memeluk erat tubuh Willi.
" Willi, aku sangat merindukan mu, sangat merindukan mu" Ucap Emeli sambil memeluk erat tubuh pria tampan itu.
" Ini pasti Tante pelakor dehh" Bathin Lila sambil menatap tajam Willi, dan Emeli yang sedang berpelukan.
" Uhukk""
"Uhuk" Batuk pura - pura Lila
Seketika Emeli langsung melepaskan pelukannya, dan menatap tajam Lila
" Hallo Tante , hallo mama mertua, kenalin aku Lila Afriza istri sah nya Om Willi" Seru Lila dengan sengaja menekan kata sah, dan menatap tajam Emeli.
" Jadi kamu istrinya Willi...??? Tanya Siena
Ketika Lila ingin menjawab, Willi sudah menjawab pertanyaan Ibunya dahulu.
" Iya ini Lila , istrinya Willi Maa..!!" Ucap Willi
"Meeemmm, begitu" Dengan jawaban yang terdengar tidak mengenakkan.
" Sepertinya Mamanya Om Willi, ga suka deh sama aku, biarin aja aku ga peduli.Mungkin Mamanya Om Willi, lebih suka sama Tante pelakor ini" Bathin Lila menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
Sementara Sunil, yang merasakan suasana canggung, seketika langsung berbicara.Untuk mencairkan suasana.
" Willi, mendingan kamu segera bawa istrimu istirahat kekamar, kasian dia pasti cape"
" Ohh iyaa.., aku sampe lupa, ayo Laa.., kita kekamar" Seru Willi dengan mengajak Lila berjalan menuju kearah tangga, menuju lantai tiga kamarnya.
"Apa sih bagus nya anak kecil itu..!! Seru Emeli yang memandang tidak suka pada Lila
" Tante juga bingung, kenapa Willi bisa menyukai gadis ini, sepertinya umurnya dia masih sangat mudah Paa..!!
Sunil menghela nafas berat, dia sudah mengerti, arah pembicaraan istrinya.Karena ia tau dari dulu istrinya menginginkan Willi, menikah dengan Emeli.
" Apapun pilihan anak kita, kita doakan semoga rumah tangganya langgeng Maa...!!
" Iyaa.., dehh Paa.." Sambil menghela nafas berat.
Sementara di lantai tiga, Lila tampak memanyunkan bibirnya, dan menatap Willi dengan ekpresi kesal.
" Kamu kenapa liatin saya kaya gitu..!!
"Omm..., kita cerai saja yaa..., sepertinya Mamanya Om.., ga suka sama Lila, mumpung
Lila belum di apa- apain sama Omm.." Serunya dengan memanyunkan bibirnya
" Mama saya itu orangnya baik Koo.., hanya kamu aja yang belum kenal dia"
" Tadi aku udah kenal, tapi kayanya orangnya judes dehh kaya Omm"
" Sudalah mendingan kamu istrihat sana, sebentar bangun kita ke tempatnya Lisa"
" Lisa adiknya Ka Louis Omm.."
" Heem.., sekalian aku mau nanya dia masuk kampus mana, biar kamu sama dia satu universitas saja, biar kamu ada temannya"
" Okee Omm..., kalau begitu Lila mandi dulu" Serunya dengan wajah sumringah , sambil mengecup singkat pipi Willi, dan berlalu kekamar mandi.
Willi hanya tersenyum, dan memegang pipinya yang dikecup oleh Lila, pria tampan itu mesarakan jantungnya berpacu lebih cepat.
" Kenapa dengan jantungku yaa..." Gumam Willi sambil memegang dadanya.
__ADS_1