
Siang ,tengah berganti malam,Intan yang telah selesai mandi,tengah duduk didepan cermin sambil menyisir rambutnya,kasur yang kecil,lampu 5 Watt menyinari kamar Intan yang sempit,tapi Intan sudah terbiasa,dengan keadaan itu,lalu Intan mulai merapikan buku- buku pelajaran yang sudah tidak terpakai lagi,karena ujian nasional telah selesai.
Intan memasukkan,buku-buku tersebut kedalam kardus,dan menyimpannya,dikolong bawa ranjang kecilnya.
Tak lama suara ketukan pintu berbunyi,tok,tok,tok.
Intan bergegas bangun menghampiri pintu kamarnya,dan membukanya.
"k Ani" ada apaa??, masuk sapa Intan.
Wanita itu pun masuk kekamar Intan,dan pandangannya melihat seisi kamar Intan,yang layak kamar seorang pembantu.
" k Ani" ada apa" tanya Intan sekali lagi,memecahkan lamunan Ani.
" ehh Intan " maaf " .
" Tan kamu siap - siap deh ,dan dandan yang cantik yaa!! kita keluar sekarang" sambil memberikan Intan sebuah paperbag,berisi sebuah gaun yang super seksi.
" Kita mau kemana kaa" tanya Intan.
" Kamu kebanyakan nanya Taan" turuti saja kemauan KK.
Akhirnya dengan berat hati,Intan memakai pakaian seksi itu, " k pakaian ini terlalu terbuka aq g bisa make ini"?. ucap Intan
" kamuu nurut ajaa kemauan saya" dan jangan membantah,dengan nada sedikit tinggi.
" buruan sebelum Lila bangun" ( memang Ani sengaja,menunggu hingga Lila tertidur,karena dia takut putrinya akan menggagal kan rencananya.
Setelah selesai berpakaian,Ani pun memoles sedikit meakup,dan 💄 yang membuat Intan semakin terlihat sangat cantik,setelah mereka keluar dari rumah ,tampak taksi sudah menunggu didepan.
__ADS_1
Didalam taksi,intan tampak tidak tenang dia ingin bertanya, tapi dia takut dimarahi iparnya.
Tibalah mereka di tempat hiburan malam milik Beni,sesuai kesepakatan Ani akan mengantarkan ,Intan langsung kekamar dilantai 2 Bar tersebut.
" k aku takut" ucap Intan, karena melihat suasana bar,yang dipenuhi dengan pemandangan yang tak senonoh,membuat Intan semakin tidak tenang.
" kamuu bisa diam tidaakk" dengan nada tinggi.
Intan seketika langsung diam,dan tidak berani bertanya lagi.
Setelah tiba di lantai 2,mereka langsung masuk ke sebuah kamar,
" Taann kamu tunggu, disini KK ambil minuman dulu" ucap Ani.
" K jangan ninggalin aq ,aq takut,
" kamu tunggu disini aja,KK cuman ambil minuman,sambil membelai rambut Intan.
" lalu Intan pun mengangguk"
Ani keluar dengan mengunci,pintu kamar dari luar,
setengah jam menunggu,Intan mulai gelisah,lalu teringat oleh dia kata- kata Rian,dan Dina tadi siang.
" Ohhh Tuhan jangan sampai aku"" sambil menutup mulutnya,serta panik karena Intan baru menyadari.
Intan langsung berlari kedepan pintu,
sambil menangis," tolong bukain pintunya" sambil memukul - Mukul pintu tersebut,tolong
__ADS_1
buka pintunya dengan berteriak cukup keras,sambil memegang gagang pintu tersebut,karena tidak berhasil.Intan mulai panik,dan menangis,dilihatnya di samping ranjang ada telpon.
Intan langsung berlari kearah telpon,lalu menekan nomor telpon Dina, tapi yang dihub tak kunjung mengangkat telponnya.
" hiks" hiks" hiks,Tuhan tolong aq,sambil terus menangis.
Lalu Intan menghubungi Rian.
Terdengar suara di seberang sana
Rian: " hallo ini siapa"? karena tertera no baru.
Intan: Rian to---long aq hiks,hiks,hiks
Rian yang mendengar suara tangisan Intan seketika panik.
Rian: " kamu kenapa Tann??
lalu Intan menceritakan semuanya kepada Rian dengan tangisan ketakutan.
Rian: kamu tunggu aq kesana sekarang"
--------------
Kediaman Rian
"apa" yang harus aq lakukan,tidak mungkin aq sanggup melawan bodigard- bodigard nya,"yaahh"hanya om Edward yang bisa membantu.ucap Rian
Rian langsung,mengambil jacket,helm,serta kunci motornya,dan membawa motornya dalam kecepatan tinggi,ia tidak mempedulikan lampu merah,juga keselamatannya.Yang ada dipikirkannya ,adalah menyelamatkan Intan.
__ADS_1