
" maa, hiks,hiks, Rania rindu sama mama, selama ini Rania pikir ,Rania betul - betul sebatang kara" ucapnya sambil menangis
" maafkan mama naa, maafkan mama" ucap Rina ikut meneteskan air matanya.
Bobi berjalan menghampiri istri, dan anaknya.
" Rania putriku" panggil Bobi pelan, dengan air mata yang sudah menetes.
" papa, ucap Intan sambil berjalan kearah Bobi ,dan memeluk pria paru baya.
" Rania, maafkan papa dan mama yang sudah lalai menjaga mu, karena kelalaian kami membuat kita harus berpisah bertahun i7 - tahun " ucap Bobi meneteskan air matanya,dan memeluk erat tubuh putri kesayangannya itu.
Intan melepaskan pelukan papanya, wanita cantik itu menatap wajah ayahnya, tersenyum, dan mengusap air mata yang telah membasahi kedua pipi pria paruh baya itu.
" paa, jangan nangis, jangan menyalahkan diri kalian, yang terpenting sekarang kita sudah bersama - sama lagi" ucapnya tersenyum
" tentu sayang, papa sangat mencintaimu anakku" sambil tangannya membelai lembut rambut Intan
" Rania juga cinta sama papa"
Rani berjalan kearah suami ,dan putrinya.
" mama juga cinta sama kamu Rania"
Akhirnya pasangan suami istri itu ,dan Intan berpelukan layaknya teletubies karena kerinduan.
Semua yang berada di dalam ruangan itupun ikut meneteskan air mata bahagia, begitu pun juga dengan Luis, yang ikut merasakan kebahagian yang di rasakan istrinya.
Teddy ikut menitikkan air mata bahagianya, melihat keluarganya telah berkumpul kembali.
"waahh, jadi sekarang aq udah di lupain nii!!
__ADS_1
ucapnya dengan pura - pura marah.
" tentu tidak putraku, kemarilah" ucap Bobi
Teddy melangkah kearah Intan, Rina, dan Bobi , dan ikut bergabung berpelukan bersama kedua orangtuanya, dan adiknya Intan.
Setelah melepaskan pelukannya Rina menatap perut putrinya, dan menyentuhnya.
" oh iya, sudah berapa usia kandungan kamu naa?
" jalan 6 bulan maa!
" mereka sehat? tanya nya lagi
" tenang aja maa, mama lupa apa calon iparnya aq docter kandungan, jadi mengenai kesehatan si kembar tenang aja maa, ada tantenya yang selalu mengontrol mereka " ucap Intan tersenyum menatap Clara
Clara yang mendengar ucapan Intan hanya tersenyum.
" ada apa maa? tanyanya
" bagaimana kalau kita bikin Baby shower buat kehamilan Intan, mumpung papa ,sama mama masih di Bali ?
" ya aq setuju! teriak Lila yang terdengar sangat antusias
Seketika semua orang menoleh kearahnya, dan menatapnya heran.
" ma,maaf, sambil tersenyum kikuk
" La, sini La" panggil Intan pada Lila
Lila berjalan menghampiri kakanya.
__ADS_1
" papa, mama kenalin ini Lila ,adiknya Rania, ucapnya
" adik" ucap Bobi,dan Rina bersamaan, dan sedikit kaget dan saling menatap
" maksud Rania, Lila ini adik angkat Rania maa, dan Intan pun menjelaskan bagaimana ia dan Lila bisa saling mengenal pada orang tuanya, yang membuat Rani ,dan Bobi pun paham dengan ucapan putrinya.
" ya sudah mendingan sekarang kita lanjut makan siang nya" ucap Vivian mengajak keluarga Mahesa untuk menyantap makan siang karena waktu telah menunjukka pukul 11.40 siang.
" ya sudah ayoo" ucap Edward
🌹 selesai sarapan,taman belakang rumah🌹
" Kaka " panggil Lila manja ketika ia ,dan Intan tengah berbincang - bincang di taman belakang
" ia kenapa" jawabnya
" makasih yaa kaa,
, sudah sayang sama aq, seperti adik kaka sendiri " ucap Lila dengan menunjukkan ekspresi sedih
Intan hanya tersenyum menatap Lila, dan membelai lembut rambut gadis cantik itu.
" Laa, selamanya kamu akan jadi adik kaka" ucapnya tersenyum lembut
" makasih yaa, kaa" ucap Lila meneteskan air matanya, sambil memeluk tubuh Intan
Intan membalas pelukan Lila dengan penuh kasih sayang, dan menepuk- nepuk pelan pundak gadis cantik itu.
***minta dukungannya yaa, like,komnt ,sama votenya.
mampir juga di novelku berjudul terpaksa mencintai***.
__ADS_1