
"" Taan..!! panggil Dina yang dari tadi melihat Intan sibuk,dengan sosisnya"
"Ada apaa sih..!! Seru Intan yang merasa Dina terganggu konsentrasi nya terhadap sosis- sosis yang di panggangnya
" kamu liat kesana tuuh.. " Seru Dina sambil menunjukkan jarinya kearah Luis,dan seorang wanita yang tengah berbincang - bincang dengan kedua orang tuanya,dan Roi
Intanpun mengarahkan pandangannya yang ditunjuk sahabatnya , dan ia menggerutu dalam hati bukan karena cemburu,atau sakit hati dengan Louis, tapi masih malu dengan kejadian tadi.
" aduuuhh" bagaimana ini dia ada disini lagi,g mungkin kan aq ninggalin sosis- sosis ini,dan berlari sembunyi di dalam kamar" tidak - tidak aq,harus bersikap cuek,dan seolah tidak terjadi apa- apa" ayoo Intan kamu pasti bisa semangat- semangat" ucap Intan dalam hati menyemangati diri sendiri.
" Intan" Intaan" panggil Dina sambil menggoyang- goyangkan lengan sahabatnya, karena terlihat sedang memikirkan sesuatu.
" i,ia kenapa" kaget Intan dengan panggilan Dina
" kamu kok melamun sihh" tuhhh kamu liat cewe yang datang bersama Luis itu" bukan kah dia seorang model ? tanya Dina.
"wahh pasti mereka sedang menjalin hubungan" dan mereka terlihat sangat serasi sekali"" apakah dia calon istri anak lelaki Tante Vivian ,seperti yang pernah Tante Vivian beritahu pada kita??, tanya Dina lagi yang terlihat begitu penasaran.
__ADS_1
" mau mereka pacaran keh" mau mereka tunangan kehh" emangnya kenapa aq g peduli ucap Intan cuek sambil menyantap sosis,beserta saosnya yang begitu penuh di mulutnya.
Seketika Dina langsung terdiam mendengar ucapan Intan yang tampak tidak begitu terpengaruh dengan kehadiran Luis,dan Santi, dan dia hanya bisa memanyunkan bibirnya melihat sikap cuek sahabatnya itu.
Rian yang melihat Dina sedikit bete,langsung mengambil sosis dan menyuruh Dina memakan sosis itu.
" niihhh" dari pada bibir lu monyong ,mendingan nihh makan sosisnya" sambil memberikannya.
Dina mengambil sosis tersebut dan memakan dengan ekspresi jutek,Intan,dan Rian yang melihat ekspresi Dina hanya tertawaπππππ.
Sementara nampak dari kejauhan,Luis menatap tajam pada Intan,yang terlihat sedang tertawa,tawa,bersama sahabatnya,dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan kehadiran Luis.
" ayoo" sambil tersenyum.
" maa" paaa" Roy,aq sama Santi mau jalan- jalan ketaman belakang pamit Luis.
" iya " Ucap Edward sambil mengagukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah kepergian Luis,dan Santi yang terlihat begitu mesrah.
Vivian yang tadi begitu penasaran langsung menanyakan pada Roy.
" Roy siapa wanita itu" apakah dia kekasih Luis" tanya Vivian pada Roy.
" ntalah tante" aq tidak tau karena selama Luis berada di Amerika,dia tidak pernah menceritakan kalau dia sedang dekat dengan seorang wanita" ucap Roy panjang lebar.
" maa, papa rasa Luis memiliki hubungan lebih dari sekedar teman dengan wanita itu" ucap Edward menjawab rasa penasaran istrinya.
" tapiii,mama rasa wanita itu bukan wanita baik- baik paaa" ucap Vivian pada suaminya.
" maa, kita tidak bisa memaksa kehendak kita pada Luis,biarkan dia sendiri yang menentukan pilihan hidupnya" kita sebagai orang tua cuman bisa mendukung,dan mendoakan kebahagian pada mereka" ucap Edward memberikan pengertian pada istrinya.
" tapiii paaa" ucap Vivian yang langsung terpotong oleh Edward
" sudah lahh " papa harap mama menerimah gadis itu" mama tidak mau kan Luis membenci kita" ucap Edward yang sudah tau isi pikiran istrinya,yang hanya ingin Intan menjadi menantunya.
__ADS_1
" iya dehh paah"" mama akan berusaha menerimah gadis itu,jawabnya dengan wajah lesu.
" naahhh gitu dong"" ucap Edward sambil merangkul istrinya.