
Kediaman keluarga Thomshon,
Tampak di ruang tamu,seorang wanita paruh baya tampak begitu gelisah, dari sorot matanya tampak menunjukkan kegelisahan yang teramat sangat, dia berjalan kesana - kemari,dan sesekali berjalan kearah depan pintu seraya melihat ke gerbang depan,menunggu suaminya,dan sesekali ia melirik phonshelnya." Lindungilah Intan "Tuhan" gumamnya dalam hati.
" nyonya" tenaangg ,saya yakin ,naa Intan baik- baik saja.Ucap bi Ijah berusaha menenangkan nyonya nya itu.
" bagaimana aq bisa tenang bii" kalau belum ada kabar dari mereka!ucap Vivian.
15 menit kemudian,terdengar suara mobil berhenti didepan rumah tersebut.
Ketika Vivian akan menghampiri mereka, karena rasa penasaran yang begitu tinggi,
Edward sudah lebih dahulu menyambanginya, dan berjalan mendekat kearah istrinya.
" paaa" mana Intan"ucap Vivian,sambil pandangannya melihat kearah belakang,suaminya.
Tak lama Intan pun muncul,dengan diikuti Roy
berada di belakangnya,
" Intaan" ucap Vivian
" Tante" ucap Intan ,sambil.berlari kearah Vivian sambil memeluk wanita paruh baya tersebut,Vivian pun membalas pelukan Intan,dan berusaha menenangkan gadis itu.
" Tante" Intaaan takut tante hiks,hik,hiks'" kalau saja om Edward,g datang tepat waktu,g tau bagaimana nasib Intan"sambil menangis ππππππ.
" Vivian melepaskan pelukannya,dan menghapus air mata Intan,"jangan nangis"
" kami g akan membiarkan hal itu terjadi lagi, ayo sekarang mendingan kamu mandi,terus sarapan Tante sudah menyiapkan bajunya.
" Om,k Roy" Intan Kekamar dulu"ucap intan.
__ADS_1
" Edward hanya mengganggukkan kepala,dan tangannya membelai rambut Intan.
Intan,dan Vivian berjalan menaiki lantai 2,setelah sampai didepan pintu,Vivian langsung membuka pintu kamar itu.
" ayo masuk" ajak Vivian ,pada Intan sambil menarik tangan Intan.
Intan pun masuk,mengikuti langkah kaki Vivian.
Kamar yang begitu mewah,terdapat sebuah lemari ukir yang cukup Indah,meja rias,dan beberapa gambar yang di pajang di kamar itu,
Tempat tidur king size,sangat berbeda dengan kamar Intan, waktu berada dikontrakan.
Vivian: Taann" ucap Vivian memecahkan kekaguman Intan pada kamar itu.
Intan:" iyaa Tante"
Vivian:" ini sekarang kamar kamu Tan"
Vivian" iyaa" ini ada beberapa baju,sudah tante siapkan,sambil membuka pintu lemari,kalau kamar mandi,tuh ada di sebelah kiri.
Intan tanpa menjawab omongan Vivian,langsung menghampiri Vivian,dan memeluk wanita paruh baya tersebut.
'" Terimah kasih,terimah kasih tante" terimah kasih untuk kebaikan Om sama,Tante.
Ucap Intan,
" sama- sama Taann" sambil membelai rambut Intan.
Lalu Vivian melepaskan pelukan Intan.
" ya sudah kamu sekarang mandi dulu, tante turun kebawah dulu,nanti tante menyuruh bi Ijah mengantarkan makan malam buat kamu,tante juga mau bicara sama om dulu.Ucap Vivian.
__ADS_1
Intan hanya mengangguk,sambil.tersenyum,
lalu Vivian pun,segera keluar dan menutup pintu kamar Intan
Intan langsung berjalan kearah kamar mandi,setelah berada dikamar mandi,matanyamemandang seisi kamar mandi, interior kamar mandi yang begitu indah, dan serta fasilitas yang menyerupai hotel π lima.
Intan lalu mengisi air di bathup,sampai terisi penuh,lalu masuk kedalam untuk berendam didalam sambil menghirup aroma terapi yang dituang didalam air didalam bathub tersebut,ohh ini rasanya seperti mimpi,gumam Intan.
" Trimah kasih Tuhan" engkau telah mempertemukan aq dengan orang sebaik mereka.
Tak lama pun terdengar suara orang memanggil
" naa Intan " ucap biijah
" iyaa bii" ucap.Intan.
" makanannya bibi udah taruh dimeja samping tepat tidur " ucap bi Ijah.
'" Iyah bi makasih" ucap Intan.
Setelah selesai berendam.selama 45 menit,Intan keluar dan merasakan badannya terasa lebih ringan.
Lalu Intan mengambil sepasang baju tidur lengan panjang berwarna biru laut,bermotif bunga- bunga.
Setelah berpakaian,dan menyisir rambutnya,
intan langsung menghampiri makanan yang telah disediakan biIjah.
Intan membuka tutup makanan tersebut,Intan sempat menelan ludahnya,dan langsung melahap makanan tersebut tanpa tersisa,karena saking laparnya.
Buat pembaca jangan lupa like ya,dan kasih votenyaππππ
__ADS_1