
🏨 Hotel Alfazira🏨
Intan duduk sambil mencoba makanan yang disugukan di resepsi pernikahan kakanya.
Beraneka ragam jajanan, dan berbagai macam jenis makanan membuat air liurnya menetes melihat makanan - makanan tersebut.
Kehamilannya yang makin membesar membuat ia sedikit kesulitan beraktifitas.
" sayang , kamu tolong ambilkan aku puding, sama kue yang itu " ucap Intan pada suaminya.
" sayang kamu dari tadi makan ga kenyang - kenyang yaa!! ucap Louis menatap heran istrinya.
" kan aku makannya bertiga sayang, bukan aku sendiri" ucapnya dengan wajah cemberut.
" ya sudah kamu tunggu disini ,biar aku ambilkan" ucap Louis sambil beranjak dari duduknya.
" Rania" sapa mama Rani sambil duduk di kursi sebelah Intan.
" maa" ucapnya tersenyum
" bagaimana kandungan kamu sayang? tanya Rani.
" sehat maa, dan sekarang si kembar lebih aktif bergerak" ucapnya tersenyum sambil memegang perut, serta meringis.
Rani yang melihat mimik wajah anaknya berubah, hanya tersenyum.
" kenapa mereka bergerak? tanya Rani
" ia maa, mereka nendang"
" ohh iya ,kamu nanti pengen lahiran normal atau caesar ?
" aku maunya operasi aja maa, kalau satu bayi aja Intan akan berusaha melahirkan normal, tapi ini 2, Intan ga bisa maa, apalagi ini anak pertamanya Intan ma.
" ya sudah apapun keputusan kamu , mama yakin itu yang terbaik, mama akan selalu mendukung "
" makasih yaa ma, ucap Intan sambil memeluk Rani.
__ADS_1
" ya sudah mama kesana dulu, mau menyapa tamu "
" iya maa, jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
" sayang " panggil Louis sambil menghampiri istrinya.
" heemm"
" ini ini puding, sama kue yang kamu minta" ucap Louis sambil menyerahkan piring berisi puding, dan kue brownis pesanan Intan
" makasih sayang " ucap Intan sambil melahap kue, dan puding tersebut.
" sayang tadi kamu sama mama ngomongin apa sih? ,kelihatannya serius banget.
Seketika Intan langsung berhenti dari aktifitas, menyantap kuenya.
" mama nanya aku mau melahirkan dengan cara normal, atau Caesar" ya aku bilang Caesar aja" karena aku ga yakin bisa melahirkan normal, karena bayinya kembar sayang " ucap Intan serius menatap suaminya.
" kamu takut" tanya Louis menggenggam tangan istrinya, sambil tersenyum.
" jangan takut, aku akan menemani mu nanti sayang" ucap Louis berusaha untuk menenangkan istrinya.
" terimah kasih sayang ,aku yakin ,aku bisa melewatinya" jawabnya tersenyum.
" ohh..., ya sayang tadi kamu kemana sih? tanya Intan yang masih penasaran dengan suaminya yang pergi secara tiba - tiba.
Seketika wajah Louis berubah pucat, tidak mungkin ia jujur, kalau ia tadi ketempat Santi.
" ohh, tadi aku ke perusahaan sebentar sayang ad berkas yang perlu di tanda tangani" ucap Louis berbohong.
" ohh....., aku kirain kamu ketempat wanita itu" ucap Intan yang tidak menyadari perubahan mimik wajah suaminya"
" ga, ko sayang ngapain aku pergi menemui wanita itu" sangkal Louis dengan sedikit gugup.
🏢 Apartemen Santi🏢
__ADS_1
" kamu kenapa wajahnya mendung gitu? tanya Adi sang menejer
" hubungan ku dan Louis benar - benar sudah berakhir" jawabnya dengan wajah sendu
" bukannya sudah berakhir dari dulu, kamunya aja yang terus - terusan ngejar dia"
" apa,an sih lu" ucap Santi sambil melempar bantal pada Adi.
" maaf ,maaf, aku hanya bercanda.Oh iya Santi kamu tau ga, kalau malam ini kakanya Intan menikah di hotel Alfazira.
" Kaka" ucap Santi sambil mengernyitkan dahinya.
" ia, Kaka. Wah kalau gitu kamu ketinggalan informasi dong, Intan itu ternyata anak seorang pengusaha sukses, Bobi Mahesa.Itu lohh...., pengusaha jam tangan mewah yang berdomisilih di Jakarta" ucap Adi sambil memasukkan makanan ringan kedalam mulutnya.
Seketika Santi langsung tertawa, karena ia menganggap ucapan Adi hanya sebuah lelucoan.
" bercanda kamu ga lucu Adi, masa si anak pungut itu, anak seorang pengusaha, bukannya orang tua kandungnya sudah meninggal?
" makanya San ,baca berita dong. kamu itu hidupnya kebanyakan memikirkan cara untuk merebut Louis, tanpa kamu ketahui ternyata Intan, istrinya Louis itu bukan putri orang sembarangan, selama ini kamu mengira dia hanya gadis miskin, seperti yang biasa kamu ucapkan padaku.
Intan itu, adalah anak yang hilang. Dia hilang saat ia bersama kedua orang tuanya berlibur ke Bali, dan Adi pun menjelaskan semua kepada Santi, siapa Intan sebenarnya, yang membuat wajah Santi pucat seketika.
" ka, kamu serius Adi? tanyanya dengan nada gugup.
" iya ngapain aku bohong, selama ini memang pernah aku berbohong sama kamu?
Seketika tubuh Santi terasa lemas.Ia tidak menyangka, wanita yang selama ini di pandang rendah olehnya, adalah anak dari seorang pengusaha sukses jam tangan terkenal.
" aku tidak mungkin lagi mendapatkan Louis, apalagi Intan adalah putri dari seorang pengusaha kaya, Louis pantas bersanding dengannya. Bathin Santi yang terlihat frustasi.
**baca juga novelku yang lain.
terpaksa mencintai.
minta dukungannya yaa.
like
__ADS_1
komnt
dan Vote**.