
Intan terus berjalan mundur,dengan wajah memerah karena malu,dengan kejadian barusan ,juga gugup karena Luis hanya menggunakan handuk menutup pinggangnya sehingga menunjukan otot- otot perutnya, apalagi ia juga tau Luis belum memakai apapun untuk menutupi bagian sensitifnya.
" ma" maaf kan aq ka" ucapnya dengan terbata- bata"
Sementara Luis terus berjalan mendekat kearah Intan, hinggah Intan
terperangkap disudut ruang ganti tersebut yang membuatnya tidak berdaya,Luis merentangkan kedua tangannya kekiri dan kanan, membuat kepala Intan berada disisi kedua tangannya.
Luis tersenyum," gampang sekali kamu minta maaf" atau jangan-jangan kamu menginginkan hal itu" dan kamu pura- pura salah masuk kamar, ucap Luis dengan tatapan tajam kearah Intan,membuat Intan berkeringat sedikit membasahi wajahnya.
Intan yang tadi ketakutan ,langsung berubah wajah menjadi bingung
" menginkan apa k" a,aku g ngerti" ucapnya dengan wajah yang polos ( karena Intan masih sangat polos ya guys,jadi belum mengerti hal begituanππππ).
Seketika Luis langsung tertawaπππππ,yang membuat Intan bertambah bingung.
" kamu ini bodoh ,atau purah- purah bodoh" ucap Luis, sambil terus memandang wajah Intan.
"su,sumpah ka" a,aku g ngerti maksud KK" ucap Intan
__ADS_1
Luis yang terus menatap Intan dengan tatapan tajam,berusaha mencari jawaban di wajah gadis itu, " gadis ini benar- benar polos sepertinya dia tidak berbohong,dan dia sama sekali tidak mengerti, ahh tapi kenapa harus aset pribadiku yang diliat anak kecil ini" gumamnya dalam hati.
" baiklah pergilah" ucap Luis sambil melepaskan kedua tangannya.
Seketika Intan langsung menarik,napas panjang karena Luis sudah melepaskannya.
" kamu kenapa menarik napas panjang seperti itu,kamu pikir aq akan memperkosamu apa?" ,aq tidak serendah yang kamu kira.ucap Luis
" ti,tidak k,a,aq tidak berpikir seperti itu ko" ucap Intan menggeleng- gelengkan kepalanya berusaha meyakinkan Luis.
" baik lah" tapi ingat jangan beritahu,kejadian hari ini pada siapapun" kalau tidak sambil Luis membisikkan sesuatu ketelinga Intan,yang membuat Intan langsung membuka mulut,dan matanya lebar- lebar.
" bagus,kalau kamu mengerti" keluarlah apakah kamu masih mau tetap berada disini,dan melihat itu lagi" ucap Luis memandang Intan.
Tanpa menjawab pertanyaan Luis,Intan langsung berlalu keluar dari kamar Luis.
" ahh anak ini" benar - benar polos" gampang sekali dikerjain" sambil πππππ.
Intan keluar dari kamar Luis,dan melihat kesisi kiri, dan kanan sebab ia tidak mau ada yang melihat ia keluar dari kamar Luis,dan berpikir macam- macam,Intan segera berlari kecil menuruni anak tangga dengan tergesa- gesa,sampai di dikamar ia langsung mengunci pintu kamar,dengan napas- napas terengah- engah seperti orang yang baru selesai melakukan olah raga.
__ADS_1
"sial- sial kenapa aq sesial ini" sampai bisa melihat punyanya dia" aahhh ini sangat memalukan" sambil memukul- mukul kepalanya, bahkan kami tinggal 1 rumah lagi,bagaimana aq harus menghadapinya" ucap Intan sambil memegang kepalanya.
" Intan bergegas kekamar mandi,mengisi air hingga penuh ,dan berendam didalam bathup tersebut,untuk menghilangkan pikirannya,dengan apa yang dilihatnya tadi.
*dilantai bawah*
"naa Luis,liat naa Intan g,tanya bi Ijah,karena dari tadi menunggu Intan mengambil pakaian kotor,tapi belum juga turun.
" g " bi emangnya kenapa" tanya Luis pura- pura
" tadi katanya mau ngambil pakaian kotor,dikamar tuan,sama nyonya,tapi sampai sekarang belum turun juga, ucap bi Ijah.
" meemm jadi dia g bohong yaa" gumam Luis dalam hati.
" mendingan bibi ambil sendiri ajah,dari pada harus nunggu dia,oh iya bi,nanti kalau papa,sama nanyain aq,bilang aj aq lagi jemput teman" ucap Luis
" baik" ucap bi Ijah"
"ya udah bi aq pergi dulu" ucap Luis sambil berlalu pergi.
__ADS_1