
🌹 kediaman Thomshon🌹
Gemerlap lampu Taman, serta serta kelap - kelip lampu yang di lilitkan di setiap dahan tanaman yang terletak di taman belakang rumah kediaman Thomshon, menambah keindahan malam itu, Garden party tema Baby shower Intan malam ini.
Terlihat Roi, bersama kekasihnya Dina yang tak lain adalah sahabatnya Intan.
" Intann, panggil Dina yang baru saja datang. dengan calon suaminya.
" hai Din, sapanya sambil berjalan menghampiri Dina.
" wahh Tan, udah gede banget perut kamu" ucapnya sambil tersenyum menatap perut Intan
" kamu lupa apa kalau aku hamil bayi kembar, ucapnya sedikit cemberut
" maaf sayang aku lupa, soalnya akhir - akhir ini kita jarang ketemu sihh!!
" habis kamu kan suka ngilang - ngilang , sambil tersenyum
" Intan! panggil Teddy yang baru saja datang bersama kekasihnya.
" Kakaa" ucapnya sambil berjalan menghampiri Teddy, dan Clara
" mana suami kamu ? tanya Teddy
" tuhh" jawabnya sambil menunjukkan jarinya kearah Luis, dan Roi yang tengah berbincang -bincang
" ya sudah kalau gitu Kaka kesana dulu" ucapnya sambil berjalan kearah ke dua sahabatnya.
__ADS_1
" moga- mogahan aja mereka baikan ya kaa! ucap Intan
" ia semoga, mereka bisa akur lagi" jawab Clara
" wahh Tan kamu foto dimana tuh? tanya Clara melihat foto martenity Intan
" ga jauh - jauh ko Ka, tuh di taman ujung sana" sambil menunjukkan jarinya.
" cantik banget kamu Tan di foto ini, aura keibuannya terpancar"
"harus dong kaa, apalagi punya 2 baby sekaligus" ucap Intan tersenyum menampilkan gigi putihnya
" hai Tan"sapa Rian sambil duduk di sebuah kursi.
"Rian " ucapnya sedikit terkejut, karena sudah lama ia tidak bertemu dengan sahabatnya itu.
" wahh Tann, lu kebanyakan makan ,atau masuk angin sih! sampai perut kamu gendut kaya gini" ucap Rian bercanda sambil tertawa
"apa,an sih ,aku bukan kebanyakan makan, tapi ini akibat tindakan kirimal suamiku, yaitu pemerkosaan " ucap Intan tertawa membalas candaan sahabatnya itu.
Sementara di dari kejauhan Luis sedang berbincang - bincang dengan sahabatnya Teddy, dan Roi.Rupanya tadi keinginan Teddy untuk bergabung bersama Luis, dan Roi padahal untuk memperbaiki hubungan persahabatan mereka.
Karena bagaimana pun sekarang Luis adalah suami dari adiknya.
Sementara Lila dari tadi wajahnya terus menunjukkan senyuman di bibirnya.
__ADS_1
Lila sibuk menyantap kue - kue yang di letakkan di atas meja, dan sesekali meminum minuman.
" wahhh, kuenya enak - enak" ucapnya sambil terus mencoba satu - satu persatu kue dengan rasa yang berbeda .
Lila terus menyantap makanan. ,dan ia tidak menyadari kehadiran seseorang yang menjadi tamu di acara itu.
Pria berusia 30 tahun, yang sempat terlibat masalah akibat insiden tabrakan yang di lakukan gadis berusia 18 tahun itu.
Dia adalah Wiliam Thomshon sepupu dari Luis Thomshon ,pria berdarah Amerika India, ia
yang sedang berlibur ke Bali, sekaligus mengunjungi om kandungnya.Edward Thomshon.
Lila sangat terkejut begitu melihat kemunculan Wiliam, ada rasa takut, gugup menyelimuti dirinya.
"ngapain sih itu om- om jelek itu kesini, apa dia mau menangkap ku, aduh kalau ka Intan sampai tau , mati aku,dia kan ga tau kalau aku habis nabrak mobil om - om itu"
Tanpa berpikir Lila yang masih mempunyai sifat kekanak- Kanakan, langsung berjalan menghampiri Wiliam ,dan menarik lengan pria itu ke tempat yang sepi.
" lepasin aku anak kecil , lepasin " teriak Wiliam berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Lila
Ketika sudah di tempat sepi.
" hei om- om jelek kamu sengaja yaa, cari tau keberadaan ku, aku kan sudah bilang om jelek , nanti baru aku ganti rugi biaya kerusakan mobilmu" ucap Lila dengan nada tinggi
" tadi kamu bilang apa nyari kamu, memang kamu siapa, ingat yaa saya kesini mau ketemu sama om saya Edward Thomshon, dan ini rumahnya.
"a,apa kamu bilang om jelek, Om Edward Thomshon om kamu" tanyanya sedikit gugup
" benar anak kecil" ucapnya sambil berjalan meninggalkan Lila
__ADS_1
" apa aku ga salah dengar tadi" mati aku ,kalau om jelek itu cerita
sama ka Luis, dan ka Luis pasti cerita ke ka Intan, aku bisa di marahi kakaku, karena sudah membuat tindakan kriminal" ucapnya dengan nada gelisah.