Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.184.S2.M.O.M.Bu Hana


__ADS_3

🏘️ Kediaman Sunil Kapoor🏘️


Sinar matahari, telah menampakkan wajahnya.Tampak di atas ranjang, seorang wanita cantik masih tertidur dengan hanya berbalut selimut, yang menutupi tubuh polosnya, akibat pergulatan mereka semalam.


" Hooaaammm...." Gumamnya sambil merentangkan tangannya ingin memeluk tubuh seseorang, karena merasa tidak ada tangannya terus sibuk mencari tanpa membuka matanya.


Dirasa tidak ada, Lila langsung membuka matanya, dan mendengus kesal.


" Selalu saja begini, setelah memperkosaku dia pasti akan meninggalkanku begitu saja, dasar.. laki - laki tidak bertanggung jawab...." Seru Lila dengan nada kesal.


" Bukan kah dia wajar meniduriku , bukankah kami sudah menikah" Gumam Lila yang baru menyadari kebodohannya.


" Tiiiitt.....""


" Tiiit......"


Terdengar suara klakson mobil, Lila langsung berlari kearah balkon kamar, dan ia sangat terkejut melihat kedua sahabatnya Lisa, dan juga Titin yang tengah berada di depan rumah mereka.


" Tunggu yaa ..., aku mandi dulu.."


" Cepetan Laa..., nanti kita terlambat lagi" Teriak Titin.


" Okeee...." Teriaknya dari balkon kamarnya.


Lila langsung berlari kekamar mandi untuk melakukan ritual mandinya, setelah ritual mandinya selama 30 menit selesai, ia langsung keruang ganti untuk berpakaian.


" Hari ini aku harus tampil cantik, bukan kah hari ini, hari pertamaku sebagai seorang mahasiswa...!! Gumamnya tersenyum bahagia.


" La..la...La...La..." Lila bersenandung ria saat menuruni anak tangga, menghampiri mereka yang tengah sarapan.


" Selamat pagi semuanyaaa......" Sapa Lila.



" Selamat pagi Laa..," Sapa Sunil Kapoor.

__ADS_1


" Selamat pagi Tante yang ga punya rumah..." Sapa Lila pada Emeli.


Emeli langsung mengepal tangannya, saat mendengar ucapan Lila.


Lila hanya tersenyum, melihat tatapan dingin Emeli.


" Tante jangan tatap Lila begitu dong..., ntar cantik nya hilang lhoo..." Serunya manja.


Lila langsung memakan Roti, dan meminum segelas susu dengan terburu -buru, karena Titin ,dan Lisa sedang menunggunya diluar.


" Pelan - pelan Laa..." Seru Willi memperingati istrinya.


" Aku benci padamu Hany, setelah kau menodaiku kau selalu meninggalkan aku begitu saja" Seru Lila santai.


Seketika Siena langsung terbatuk - batuk, mendengarkan ucapan menantunya.


" Kamu ga bisa yaa Laaa...., bicara hal begituan di depan banyak orang, kamu mikir dong Suami kamu pasti malu.." Seru Siena dengan nada kesal.


" Sudah lah Maaa..., Willi ga apa - apa ko" Serunya berusaha meredakan amarah ibunya.


Willi, kamu ga salah ya milih istri.Kamu ga liat apa tingkah istri kamu kekanak - kanakkan sekali" Seru Siena dengan nada sinis.


" Sudah lah itu urusan rumah tangga mereka Maa.." Ucap Sunil.


" Tapi Paa.., Papa ga liat apa tingkah Lila sangat kekanak - kanakkan"


" Maaf kan Willi Paaa, tapi Willi bahagia menjalani rumah tangga dengan Lila.Lila wanita yang polos, dan tidak munafik.Dan Willi rasa, Willi sudah jatuh cinta padanya, maaf Paa, Maa..., Willi berangkat kerja dulu" Ucapnya dan langsung pergi begitu saja.


" Willi sejak menikah dengan Lila, makin keras kepala ajah Tante.." Seru Emeli mengompori.


🏫 Kampus🏫


Tibalah mereka bertiga di kampus, dengan mengendarai kendaraan sport berwarna merah, milik Lisa.


__ADS_1


Semua mata tertuju, pada 3 Darah cantik itu,saat mereka berjalan dengan gaya anggunya, dan merasa paling cantik.


" Hallo Lilaaa...." Sapa seorang pria yang tersenyum genit menatap Lila.


" Kamu kenal Laaa...?Tanya Lisa


" Ga tuuuhhhh...." Dan langsung membuang mukanya.


" Maaf ya , kami ga kenal kamu" Seru Titin dan mereka langsung berlalu begitu saja.


Lila, Lisa, dan Titin mengambil satu jurusan, yaitu jurusan Bisnis.


Mereka tengah berbincang - bincang, tiba - tiba mereka di kagetkan dengan kemunculan sang wakil rektor.


" Selamat pagi Buu..." Sapa salah satu mahasiswi kampus.


" Selamat pagi, benar ya Lila di jurusan ini" Tanya Hana.


" Iya Buu..." Jawabnya singkat.


Hana sang rektor kampus langsung menerobos masuk, tanpa menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut.


" Lilaa..." panggilnya.


Lila yang tengah berbincang - bincang dengan kedua sahabatnya, langsung membalikkan badannya, dan ia sedikit terkejut saat melihat yang memanggilnya adalah Hana.


" Ada apa Buu..? Serunya sambil menyambangi Hana dengan tatapan heran.


" Ini buat kamu..." Serunya tersenyum ramah, Sambil menyerahkan sekantung makanan.


" Ini untuk aku Buu...!!" Dengan nada heran.


" Iya.., ya sudah Ibu pergi dulu.Oh iya jangan lupa sampein salam Ibu, buat Kaka kamu Willi" Serunya sambil berlalu pergi.


" Apaa, dia menyuruhku buat sampein salam, buat Suamiku...!!Seru Lila dengan nada kesal.

__ADS_1


__ADS_2