
Seketika phonshel Intan berbunyi,
Intan mengangkat dan melihat no baru,langsung mematikan,
Lagi- lagi phonshel nya berbunyi ,Intan melihat no yang sama.
" siapa sih" no baru ,ucap Intan
Akhirnya dengan terpaksa Intan mengangkatnya,
*percakapan lewat ,telpon*
" hallo malam,ini siapa" ucap nya dengan ramah
Sementara, Luis yang menelpon.nampak geram karena, Intan tidak mengenal suaranya.
" kamu g,ingat sama aq ya Taaann" ucapnya dengan nada sedikit tinggi
" kalau kamu,g ngasih tau mana aq tau kamu siapa?? ucap Intan.
" kamu ,liat dehh ke balkon lantai 3,rumah yang kamu tinggali
Ketika ia mengangkat kepalanya,kearah balkon,betapa terkejut nya , Intan melihat Luis sedang menatapnya
" k ,Luis" ucap Intan ucap Intan dengan sedikit terkejut ,Intan pun,memandang Luis,dari balkon kamarnya,menatap laki- laki yang sudah, beberapa tahun,tidak ditemuinya.
" maaf k, Intan mau kekamar mandi ,nanti baru lanjut lagi, ucap Intan berbohong,langsung mematikan phonshel secara sepihak,
__ADS_1
dan meninggalkan balikon kamarnya.
Ketika berada dalam kamar,Intan berbaring di di ranjangnya,dan melihat kearah atas
" maaf k"" ucap Intan yang tampak menyesal,sudah mematikan telpon secara sepihak dari Luis.
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba,
Dimana pernikahan,seorang anak pengusaha kaya raya,sekaligus CEO dari Thomshon grup,dan seorang model terkenal.
Di dalam gereja,nampak laki- laki dengan memakai stelan jas berwarna hitam,nampak gagah, dengan dasi berwarna Navi
Wajahnya nampak terus memancarkan kebahagian, dan senyuman tidak pernah terlepas dari bibirnya.
Tamu- tamu terus berdatangan,dari kalangan atas,selebritis,rekan- rekan bisnis,serta colega- colega.
Terlihat di sebuah ruangan tampak seorang pria paruh baya,menunjukkan kekecewaan yang teramat sangat,
wajahnya, menunjukkan kalau ia tidak baik - baik saja
" Luisss" di mana Santi" kenapa jam begini belum datang haa!! ucap Edward dengan nada penuh amara
"aq juga g tau paaa!!,aq juga udah nelpon,tapi no nya g aktif,aq udah nyuruh orang ngecek ke apartemennya g ada" ucap.Luis yang nampak frustasi
" truss bagaimana Luis,kamu mau bikin papa malu ,mau taruh dimana muka papa Luis,rekan- rekan bisnis papa,tamu - tamu undangan ,sama colega- colega papa semuanya sudah datang, ucap Edward dengan wajah yang menunjukan frustasi.
" maaf kann Luis paaa,maaf ,ucap Luis tanpa sadar air matanya menetes,karena ia tak menyangka,Santi akan kabur di hari pernikahan mereka.
__ADS_1
" paaa ,tenang paaa, tenang" ucap Vivian,memeluk suaminya,berusaha untuk menenangkan.
" bagaimana bisa tenang maaa!!, mau taruh di mana muka papa. ucap Edward
" Roy mana Intan" tanya Edward
" Intan lagi diluar om, ucap Roy.
" panggi dia sekarang" ucap Edward
" baik om" ucap Roy dengan nada sedikit gugup,sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan.
* 10 menit kemudian*
Intan masuk kedalam ruangan bersama kedua sahabatnya.
Intan melihat wajah kekecewaan pada Vivian, Luis,serta Edward
Intan berjalan mendekati laki paruh baya yang sudah di anggap seperti ayah kandungnya.
" om,kenapa ada masalah apa" tanya Intan pada Edward,karena melihat kegelisahan yang teramat sangat di wajah pria paruh baya itu.
" Taaann,kamu sayang sama om kaann? tanya Edward
Intan sedikit bingung dengan pertanyaan Edward,
" iyaa,om Intan sayang sama om, Intan nganggap om sudah,seperti ayah kandung Intan sendiri, ucap Intan
__ADS_1