Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 84.DERITA CINTA SANG ANAK ANGKAT PART 2


__ADS_3

Intan duduk,termenung,sambil membayangkan hubungan antara, ia dan Luis,mulai dari awal pertemuan mereka, hingga pernikahan yang tanpa di duga sebelum nya,dan bagaimana malam pertama mereka,di mana Luis memaksanya,untuk melakukan hal itu,


membuat ia tersenyum,namun tanpa sadar air matanya kembali menetes.


" moment indah yang pernah kami lewati ini,tidak akan pernah terjadi lagi dengan kedatangan Santi.Ucap Intan dengan tatapan kosongnya.


" Taann!!!,sapa seseorang,dengan lembut,sambil memegang bahu Intan,dan duduk di sebelah Intan,


" ehhh,k,maaf ,ucap Intan pada Clara,


"kamu yang kuat yaaa" ucap Clara sambil memegang kedua telapak tangan Intan


Intan hanya tersenyum,dengan tatapan mata penuh kesedihan.


"kita pulang yuu,soalnya ada telpon dari rumah sakit,kalau ada pasien yang akan segera melakukan Caesar" ucap Clara.


" ya udh k,ayoo" ucap Intan


Akhirnya kedua wanita cantik itu pun,pergi meninggalkan restorant.


" k,aq turun di pantai kute aj yaa,ucap Intan.


ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.


" kamu yakin,mau turun disini " tanya Clara


" iyaa,kaa,ucap Intan.

__ADS_1


Lalu Clara pun menepikan kendaraannya, di tepi jalan,di pinggiran pantai kute.


" aq ,turun dulu yaa,kaa. Ucap Intan sambil membuka pintu mobil.


" iya,kamu hati- hati yaa!!, ucap Clara


" iyaa, k, sambil tersenyum.


Lalu Clara pun segera melajukan kembali mobilnya,menuju rumah sakit XXXX.


Sementara Intan,segera menyambangi pantai kute itu,Intan duduk di salah satu kursi,yang tersedia di pantai ,Intan duduk sambil pandangan matanya menerawang jauh,kearah pantai Kute dengan sejuta lamunan yang menyelimuti dirinya,ia duduk hingga tidak terasa waktu telah senja.


sambil menikmati sunset di pantai Kute sore itu.


Intan menatap jam pada pergelangan tangannya,tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 7.30 malam.


Lalu Intan memutuskan untuk pulang,dengan berjalan kaki. Intan berjalan di keheningan malam dengan fikiran yang tidak fokus,karena suasana hati yang sedang buruk, buat Intan tidak berkonsentrasi saat berjalan kaki.


" heiyyy, mba , kalau jalan itu pakai mata dong" maki salah seorang pria ketika Intan hampir tertabrak oleh kendaraan yang sedang di kemudinya.


" ma,maaf pa" ucap Intan sambil beberapa kali menundukkan badannya.


" maaf" maaf" ucap Pria itu kasar ,dan berlalu pergi dengan kendaraannya.


" ya Tuhan apes sekali nasib ku hari ini,mendapati kenyataan suamiku masih menjalin hubungan dengan kekasihnya,udah hampir di tabrak,di maki pula" ucap Intan membayang kan kesialannya hari ini.


Intan terus berjalan kaki,melusuri jalan menuju kediaman Thomshon,tentunya dengan penampilannya yang sedikit kacau,di lengkapi lagi dengan suasana hati yang buruk,yang makin melengkapi penderitaannya.

__ADS_1


-----------------------------------------------


* kediaman keluarga Thomshon*


" maaa, Intan dimana maaa" tanya Luis pada ibunya,yang tidak mendapati istrinya di kamar ,saat pulang kerja.


" memang dia g,ada di kamar" tanya Vivian balik pada Luis


" g ada maa,tadi Luis pulang kerja juga,nyari Intan di kamar tapi g ada " ucap Luis yang mulai geram terhadap Intan.


" dari tadi papa juga g liat Luis,tadi pagi sempat pamit sama papa,katanya mau ketemu sama temannya ,yang baru datang dari Jakarta" ucap Edward


" jadi anak ini,belum pulang Yaaa,sejak pagi tadi, apa dia g nyadar apa dia sudah bersuami.Ucap Luis geram.


Terdengar suara seseorang membuka pintu," ceklek" dan berjalan dengan tatapan sendu'menuju kearah mereka.


Edward, Vivian ,apalagi Luis,menatap Intan dengan tatapan heran.


" dari mana saja kamu Intaaann!!, tanya Luis dengan nada sedikit tinggi.


Intan tidak memperdulikan omongan Luis,Intan terus berjalan menuju kearah lelaki,yang sudah di anggap seperti ayah nya sendiri,lelaki yang sudah membuat ia keluar dari penderitaan.


" Intan kamu kenapa naaa???,ucap Edward lembut, menatap wajah Intan yang kelihatan sembab.


Tanpa menjawab,Intan langsung memeluk Edward,dan menangis tersedu- sedu,


"paa,hiks,hiks,hiks, ucap Intan kepada laki - laki yang sudah di anggap seperti ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2