Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.191.S2.M.O.M.Ungkapan hati rasa suka Dilan.


__ADS_3

🏚️ Kediaman Sunil Kapoor🏚️


Kini mereka semua sedang berada di meja makan.


" Wahhh..., sarapan pagi ini ada yang berbeda. Bibi Asih makin jago masaknya..! Puji Sunil


" Bukan saya yang masak Tuan.., tapi Nona Lila yang masak." Seru Bibi Asih


" Kamu yang masak Laa..? Tanya Sunil serasa tak percaya.


" Iya Paa.., Lila yang masak" Jawabnya tersenyum.


" Kamu memang menantu idaman, iya kan Maa..?


" Iya Paa, Mama juga baru tau ternyata menantu Mama pintar masak" Jawab Siena tersenyum.


" Terimah kasih ya Maa.." Jawab Lila tersenyum,


karena baru kali ini mertuanya memujinya.



Willi hanya tersenyum, mendengar pujian Ibunya kepada istrinya. Dalam hatinya ia merasa sangat bahagia, melihat ibunya sudah mulai membuka hati buat Lila.


" Semoga saja ini adalah awal yang baik, untuk Ibu bisa menerimah Lila sebagai istriku." Bathin Willi tersenyum.


Emeli berusaha menahan amarahnya, terlihat sekali dari wajahnya menahan kekesalannya.Apalagi ia melihat Siena sudah mulai menerimah Lila sebagai istrinya Willi.


" Bagaimanapun caranya, aku harus membuat anak ini keluar dari rumah ini. Willi hanya pantas bersanding denganku, bukan anak kecil ini." Bathinya.


Setelah sarapan bersama, Lila dan Willi memutuskan untuk berangkat bersama.


Didepan rumah, sekretaris Robert telah menunggu.


" Selamat pagi Tuan..!!


" Selamat pagi Nona..!!


" Selamat pagi Robert" Seru Willi


" Selamat pagi sekretaris Robert" Jawab Lila tersenyum.


Robert sedikit terkejut, dengan sikap Lila yang beda dari biasanya.


'" Masakanmu sangat enak Sayangg..." Seru Willi tersenyum sambil membelai puncuk kepala Lila. Ketika mereka sedang berada dalam mobil, dalam perjalanan menuju kampus.


" Terimah kasih Sayang, mulai sekarang aku akan selalu memasak untukmu."


🏫Kampus🏫

__ADS_1


Tibahlah mereka di kampus. Tempat Lila berkuliah.


" Makasih yaa Hany..., sudah ngantarin aku."


" Sama - sama Sayang.." Jawabnya tersenyum.


" Oh iya sekretaris Robert makasih juga yaa..."


" Sama - sama Nona Lila" Jawabnya tersenyum.


" Tuan sepertinya ada yang berbeda dari Nona Lila, sikapnya sepertinya sangat berbeda dari biasanya.Nona Lila terlihat lebih dewasa." Seru Robert.


" Tentu, dan dia sangat manis bukan Robert. Dan membuat aku bertambah mencintainya."


" Lila ...!! Teriak Titin, yang datang bersama Lisa.


" Ehh.. kalian berdua" Serunya tersenyum ramah.


" Kamu sakit Laa..? Tanya Titin sambil tersenyum.



" Ga , aku ga sakit aku baik - baik saja ko,"


" Kamu yakin baik - baik saja..? , soalnya sikap kamu berbeda dari biasanya." Seru Lisa


" Ahh.., perasaan kalian saja."


" Ayo.." Seru Lisa, dan Titin berbarengan.


Mereka bertiga berjalan berbarengan , dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menatap salah satu di antara mereka.


Dia adalah Dilan, pria tampan itu terus menatap Lila, sambil senyum - senyum sendiri.



"Dia sangat cantik, aku ingin lebih jauh mengenalnya." Gumam Dilan tersenyum, sambil terus menatap Lila.


Setelah mata kuliah selesai, Lila, Lisa, dan Titin sedang duduk bersantai di taman kampus, sambil menikmati makanan ringan yang di beli mereka di kantin.


" Kalian tau ga, di kota London ini,di mana ya kira - kira tempat kursus memasak..? Tanya Lila pada kedua sahabatnya.


Lisa langsung terbatuk - batuk mendengar ucapan sahabatnya.


" Apa aku ga dengar Laa.., kamu pengen ikut kursus memasak..!! Serunya sambil tertawa.


Lila langsung mengerucutkan bibirnya, dan menatap Lisa dengan tatapan kesal.


" Memang kentaranya lucu yaa, aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik ajah" Serunya dengan nada kesal.

__ADS_1


" Ihh so sweat banget sihh..!! Seru Titin tersenyum.


" Kamu serius mau belajar masak Laa..? Tanya Lisa.


" Iya aku serius." Jawabnya sambil mengangguk.


" Baiklah kebetulan aku punya teman,yang kakanya seorang chef.Dan dia membuka kursus memasak, nanti baru aku ngantarin kamu ketempatnya." Ucap Lisa.


" Terimah kasih ya Lis...! Ucap Lila sambil merangkul sahabatnya.


Ketika sedang asyik bercerita mereka di kejutkan dengan kemunculan sosok tampan, yang tak lain adalah Dilan. Yang datang menghampiri mereka.


" Hallo..." Sapanya ramah.


" Hallo " Sapa mereka bertiga bersama.


" Boleh aku ganggu ga..? Tanya dilan.


" Boleh" Jawab Lisa tersenyum malu - malu menatap Dilan.


" Kamu yang namanya Lila..? Tanya Dilan.


" Iya aku yang namanya Lila"


" Aku boleh ga bicara sama kamu."


"Bicara sama aku.." sambil mengernyitkan dahinya.


" Iya bisa kan..? sebentar aja."


Lila memandang kedua sahabatnya, memintah pendapat mereka. Lisa, dan Titin hanya mengangguk.


Lila, dan Dilan pun berjalan sedikit menjauh dari kedua sahabatnya.


"Ada apa ya kamu ingin bicara dengan ku.? Tanya Lila.


" Oh iya kita kan belum kenalan kan.., kenalkan aku Dilan, aku seniormu." Sambil menjulurkan tangannya.


" Lila" Jawabnya sambil membalas uluran tangan Dilan.


" Oh iya aku langsung saja, aku sebenarnya sudah lama ingin berkenalan denganmu.Dan aku ingin mengenalmu lebih jauh."


" Maksud kamu..? Tanya Lila dengan nada heran.


" Aku suka sama kamu Laa.., aku serius.


Seketika betapa terkejutnya Lila, mendengar ucapan Dilan.


" Tapi ma.." Ucapan Lila terpotong dengan sahabat Dilan yang memanggilnya.

__ADS_1


" Dilaann.., ayo kita pergi sekarang" Teriak Heri


" Sudah ya Laa, aku kesana dulu. Aku di panggil teman." Seru Dilan dan berlalu meninggalkan Lila begitu saja.


__ADS_2