
Luis berjalan menuruni anak tangga,berjalan kelantai bawa,menuju ruang kerja.
Tok,tok,tok ,Luis mengetuk pintu, ketika telah sampai ,didepan ruang kerja
" masuk " ucap Edward yang sedang berada didalam.
Luis membuka pintu " ceklek" dan masuk kedalam, ia mendapati ibunya ,yang sedang berada di dalam juga.
" mau bicara apa " paa" maaa" tanya Luis kepada kedua orang tuanya.
" duduklah dulu" ucap Vivian pada putranya"
Lalu Luis menjatuhkan bokongnya di sebelah ibunya.
" Luis" ucap Edward dengan nada sedikit berat.
" iyaa paa" ucap Luis
Edward menarik napas berat,serta membuangnya kembali,dan sebelum melanjutkan kata- katanya.
__ADS_1
" Luis" papa,sama mama
harap ini adalah pernikahan yang terakhir buat kamu" dan mama ,sama papa harap kamu dapat membuka hati kamu,untuk menerimah Intan, dan melupakan wanita itu. Ucap Edward menasihati putranya.
" iya Luis,Intan itu gadis yang baik,mama,sama papa sangat betul mengenali pribadinya Intan, mama sama papa harap, kamu jangan pernah menyakiti,atau melukai perasaannya dia,kasian anak itu hidupnya sudah banyak menderita, lagi pula dia g punya siapa- siapa, dia cuma punya kita keluarganya,dan mama senang melepaskan Intan ,karena dia berada di tangan putra mama sendiri. Ucap Vivian
Luis Lalu menarik napas panjang,dan membuangnya.
" paa,maa, memang Luis sampai sekarang belum punya perasaan apa- apa sama Intan,tapi Luis akan membuka pintu hati Luis,untuk menerimah Intan, dan mama,sama papa g usah khawatir karena Luis sangat membenci Santi,dan g mungkin Luis menerimah nya kembali,dan Luis pastikan Ini pernikahan yang terakhir buat Luis.Ucap Luis pada kedua orangtuanya.
Seketika Edward langsung tersenyum,dengan jawaban putranya.
" trimah kasih nak, trimah kasih mama akui kamu memang laki- laki yang baik, ucap.Vivian.
" udah yaa,maa,paa,Luis kekamar dulu, ngantuk ,ucap Luis pada kedua orang tuanya.
" pergilah tidur kamu pasti cape" ucap Vivian,pada putranya.
Sementara Edward hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Luis lalu berjalan keluar dari ruang kerja,menuju lantai 3 kamarnya,yang sekarang menjadi kamarnya bersama Intan,ia menelusuri setiap anak tangga, dengan langkah kaki sedikit berat,sampai didepan pintu kamar, Luis membuka pintu,
" ceklek" dan masuk kedalam, Luis mendapati lampu kamarnya telah mati,dan hanya menyisahkan lampu tidur saja,yang masih menyala.
Pria tampan itu, melihat kearah ranjang ,dan tidak mendapati istrinya di sana," Intan,Intan,panggilnya dengan suara pelan,dan ia sedikit terkejut mendapati Intan yang tidur di sofa panjang.
Ia langsung berjalan mendekati Intan yang terlelap ,di sofa panjang kamarnya,dan berjongkok sambil memandang wajah Intan.
" Kenapa kau tidur disini Tann,aq tidak sejahat seperti yang kau kira, kita memang belum saling mencintai,tapi aq tidak tega membiarkan kau tidur disini" karena bagaimanapun" sekarang kau adalah istriku,dan apa yang ku punya adalah milikmu juga, ucap Luis, sambil tangannya membelai lembut rambut Intan.
lalu ia menggendong istrinya ,dan membaringkan Intan di ranjang miliknya, Luis membaringkan tubuhnya di samping Intan,dan memeluk tubuh istrinya.
Intan yang merasakan pergerakan Luis ,ia membuka matanya perlahan ,dan sedikit kaget mendapati tubuhnya telah berada di atas ranjang, dan Luis telah berbaring disampingnya,dan memeluk tubuhnya.
" kaaa" ucap Intan dengan suara pelan.
Luis lalu membuka matanya perlahan- lahan,dan menatap istrinya.
" tidurlah" tenanglah aq tidak akan melakukan itu" jangan tidur di kursi lagi,mulai sekarang tidurlah bersama ku" ucap Luis dengan tersenyum lembut sembari menatap mata istrinya.
__ADS_1