Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.195.S2.M.O.M.Penyesalsn Willi.


__ADS_3

🏢 Thomshon Group🏢


Willi hanya terdiam, dalam benaknya penuh dengan tanda tanya tentang keadaan Lila. Apalagi sekarang dia mengetahui Lila tengah hamil.


" Willi..., Willi...kamu baik - baik saja...?? Tanya Jeni yang mengagetkan Willi dari lamunannya.


" A, aku baik - baik saja."


Wili langsung bangun dari duduknya, dan memakai Jas kerjanya yang diletakkan di atas sandaran kursi kebesarannya.


" Kamu mau kemana Wilii...?, aku baru saja datang, ehh sekarang kamu mau pergi..?


" Maafkan aku Jeni, tapi aku harus pergi sekarang." Seru Willi dengan berlalu pergi begitu saja.


" Willi..., Willi...!! Panggil Jeni, tapi tidak dihiraukan oleh sahabatnya.


" Ada masalah apa yaa..!!, kenapa dia main pergi begitu saja." Gumam Jeni pelan.


Willi keluar, dari ruang kerjanya dengan langkah tergesa - gesa.


" Tuan ..., Tuan...anda mau kemana...?, kita ada rapat sebentar lagi.":Tanya Robert ketika melihat Willi berlalu begitu saja.


" Tolong batalkan Robert aku ada urusan." Serunya dengan masuk kedalam lift, dan menekan angka 1.


" Tapi Tuan..!! Seru Robert, tapi pintu lift telah tertutup.


Willi langsung berjalan, menuju area parkir kendaraan, dengan langkah terburu - buru.


Ia langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi.


" Tiiittt....


" Tiiitt...


Willi membunyikan bunyi klakson mobilnya ,saat ia terjebak macet.


" Shittt..." Serunya dengan nada kesal sambil memukul setir mobilnya.


Willi tampak gelisah, ketika tengah didalam mobil.


Setelah kemacetan sudah teratasi, pria tampan itu langsung melajukan mobilnya, dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keselamatan dirinya sendiri.


🏫 Kampus🏫


Ia tengah menunggu, dengan rasa gelisah didalam mobilnya.


Pria tampan itu terus memperhatikan setiap mahasiswa, yang keluar dari area kampus.

__ADS_1


Tak lamapun muncul sosok Lisa, yang jalan bersama Titin.



Willi langsung keluar dari mobilnya, dan menyambangi sepupunya itu.


" Lisa ..., Lisa...! Panggil Willi, sambil menghampiri mereka.


Lisa ,dan Titin sedikit terkejut, melihat kemunculan Willi di kampus mereka. Tapi karena mengingat penderitaan Lila, membuat mereka tidak memperdulikan panggilan Willi.


Melihat Lisa, tidak memperdulikan panggilannya akhirnya Willi memutuskan untuk mengejarnya.


" Lisa aku ingin bicara denganmu.' Sambil menggenggam tangan Lisa.


Seketika Lisa langsung menghempaskan tangan Willi dengan kasar.


" Buat apa mencari ku..? Tanyanya dengan nada sinis.


" Lisa Ka Willi, ingin bicara penting dengan mu.Dan ini mengenai Lila.


" Maaf aku sedang sibuk..., ayo Titin kita pergi.." Seru Lisa dengan nada kesal sambil berlalu meninggalkan Willi begitu saja.


" Lisa..., Lisaa...!! Tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Lisa.


Willi mengusap kasar wajahnya, melihat Kedua sahabat istrinya yang sama sekali tidak memperdulikannya.


"Malam hari, aku harus keapartemennya lagi. Aku harus mengetahui ini semua."


Malam hari Willi betul - betul membuktikan ucapannya.


Prian tampan itu pergi ke apartemen Lisa.


Ting...


Tong...


Ting...


Tong...


" Siapa sih yang bertamu malam - malam beginin. Lisa melihat pada layar monitornya, yang dapat mengetahui setiap orang yang mengunjungi apartemennya.


Dan ia sangat terkejut, saat melihat wajah Willi.


Willi tau kalau Lisa sedang berada di apartemennya.


" Lisa..., Lisa..., Ka Willi mohon tolong buka pintunya, Ka Willi ingin bicara. Ka Willi mohon Lisa, tolong buka pintunya, Ka Willi tau kamu lagi didalam." Seru Willi dengan nada memohon.

__ADS_1


" Maafkan aku Ka Willi, tapi aku belum bisa memaafkan perbuatan kamu pada Lila." Gumam Lisa pelan sambil berlalu menuju lantai 2, tanpa memperdulikan panggilan Willi.


" Lisa..., Lisa.." Panggil Willi sambil terus memencet bel, tapi tidak dihiraukan oleh pemilik apartemennya.


" Lila....., kamu dimana Sayang..." Gumam Willi pelan yang tak terasa air matanya menetes.


Selama sebulan terakhir Willi terus berusaha untuk menemui Lisa di kampus ,tapi wanita cantik itu selalu menghindar, dan begitu pun juga kalau ia keapartemennya Lisa. Lisa pasti tidak membuka pintunya.


🍓 Restorant🍔


Siang itu Willi baru saja melakukan pertemuan bisnis dengan salah satu kliennya, di temani oleh Robert sekretarisnya. Setelah keluar dari ruang khusus.


Pandangan matanya tak sengaja menangkap sosok Lisa, tengah berbincang dengan seorang pria tampan yang tak lain adalah Dilan. Dan mereka terlihat sangat mesrah.


Ya Dilan kini tengah menjalin hubungan dengan Lisa, selama 4 bulan terakhir ini.


Tanpa banyak bicara Willi langsung menghampiri sepupunya itu.


" Lisa Kaka ingin bicara dengan mu." Seru Willi


" Ka Willi" Seru Lisa terkejut, karena tidak menyangkah akan bertemu dengan Willi di restorant.


" Kamu pria itukan ...! Seru Willi dengan nada sinis, sambil memegang kra baju Dilan.


"Ka Willi, apa yang Kaka lakukan." teriak Lisa dengan berusaha melepaskan tangan Willi.


' Tenang Tuan, saya bisa menjelaskan semuanya.Saya sudah mengerti maksud anda."


" Apa yang ingin kamu jelaskan haahhhh..." Serunya dengan nada penuh amarah.


" Tuan saya mohon tenangkan diri anda, ini ditempat umum.Semuanya bisa di bicarakan baik - baik.' Seru Robert.


Mendengar ucapan Robert akhirnya Willipun, melunak.


Kemudian Willi, dan Robertpun duduk bergabung dengan Lisa, dan Dilan.


" Begini Tuan saya ingin menjelaskan kesalahpahaman ini, saya tidak memiliki hubungan apa - apa dengan istri anda Lila. Saya memang punya perasan kepada Lila, dan saya sempat mengutarakan perasaan Saya kepadanya, tapi Lila selalu menolak. Dan selama ini saya sama sekali tidak mengetahui Lila sudah bersuami, dan foto - foto yang anda liat itu tidak seperti yang anda pikirkan Tuan. Karena waktu itu, Lila hampir, tertabrak mobil.Dan saya menarik tangannya karena hanya untuk, menyelamatkan dia Tuan." Seru Dilan panjang lebar.


" Benar itu Kaa.., Lila adalah wanita yang setia, dia sama sekali tidak pernah mengkhianati Ka Willi, jadi Ka Willi sudah salah paham.


Mendengar ucapan Lisa, dan juga Dilan. Willi langsung menunduk, dan air matanya lolos begitu saja. Rasa bersalah, dan penyesalan kini timbul dalam dirinya.


" Maafkan aku Lila, maafkan aku..." Serunya sambil terus meneteskan air matanya


" Lisa apa aku boleh bertanya sesuatu padamu..?


" Aku sudah tau apa yang ingin Kaka tanyakan, ya Lila sedang hamil.Dia sedang mengandung anaknya Kaka.

__ADS_1


Mendengar ucapan Lisa, membuat Willi semakin merasa bersalah. Pria tampan itu menjatuhkan.kepalanya di meja, dan menangis tersedu - sedu.


" Maafkan aku Laa.., maafkan aku.Aku sudah sangat bersalah padamu." Serunya sambil terus menangis, dalam penyesalan.


__ADS_2