Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 141.Memakai lingeria


__ADS_3

Luis menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 3, dan ketika membuka pintu, ia sedikit terkejut mendapati istrinya yang sedang berpakaian seksi, yang dapat memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya.


" sayang" panggil nya dengan nada sedikit heran ,karena tak biasanya Intan berpakaian seperti itu.


" sayaaangg" panggilnya dengan nada manja,berjalan menghampiri suaminya sambil menarik dasi ,hingga membuat jarak ia ,dan Luis sangat dekat.


" ada apa sayang, kenapa kau berpakaian seperti ini? ada apa katakan padaku"



Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Intan langsung mendorong tubuh Luis keatas ranjang , dan menindihnya .


" sayang ada apa ini, kenapa kau seperti ingin memperkosaku ku" ucapnya dengan nada heran karena Intan mencium bibirnya, dan membuka paksa baju suaminya.


" katakan padaku, dadaku, dengan dadanya mana yang lebih montok, cepat katakan ! dengan nada tinggi


" dada siapa Intan aq tidak mengerti sayang,


" dada mantan pacarmu itu, si Mak lampir itu" ucapnya sinis


Seketika Luis langsung terkejut dengan perkataan istrinya, yang mendengar perkataan Intan menyebut mantan kekasihnya yang tak lain adalah Santi .


" maksud mu apa sayang, kenapa kau ingin membandingkan dadamu,dengan dadanya, jawab Luis yang masih di bawah kukuhan istrinya.

__ADS_1


" kau katakan saja, buah dadaku sama buah dadanya mana yang lebih montok" tanyanya kesal.


" tentu kau sayang ,kamu kan lagi hamil ,otomatis dadamu bertambah besar apalagi aq sering meminumnya, ucapnya tersenyum yang merasa lucu dengan tindakan istrinya.


" benarkah, tanyanya dengan wajah sumringah


" tentu sayang dadamu lebih besar, dan lebih montok, makanya aq suka,ucapnya tersenyum mesum sambil melirik dada istrinya yang terbuka, karena Intan hanya memakai lingeria.


Intan segera bangun dari tubuh suaminya, dan duduk menyandarkan punggungnya di atas ranjang.


" sayang" panggilnya Intan pelan


" iya ada apa, jawabnya dan duduk disisi istrinya


" apakah kau masih mencintainya"


"siapa lagi kalau bukan mantan tunanganmu, yang pernah kabur di hari pernikahan kalian " ucapnya kesal


" ohh Santi maksudmu, tapi omongnya ga usah di perjelas gitu juga sayang"


" yaaa, yaa aq tau" ucapnya sedikit kesal


" katakan padaku, apakah kau marah padaku?

__ADS_1


" tentu,karena aq tau tadi wanita itu pergi kekantormu, iyakan ?


" Deegg" terkejutnya Luis


" da, dari mana kau tau sayang" dengan nada gugup


" tadi sebenarnya aq mengunjungimu di kantor untuk mau mengajak mu makan siang, tapi kata resepsionismu kau sedang menerimah tamu ,dan tamu itu adalah Santi" dengan nada kesal


" ma,maafkan aq sayang,tapi sungguh aq tidak punya hubungan apa - apa lagi dengannya, aq mohon percayalah padaku" sambil mengatupkan kedua tangannya


" tapi tetap saja aq marah, mungkin bisa saja kalian melakukan itu diruang kerja mu ia kan!! dengan nada kesal


" sumpah sayang ,kami tidak melakukan apa - apa percayalah padaku, aq hanya mencintaimu Intan, apalagi sebentar lagi si kembar akan lahir.


" ingat ya sayang kalau kamu berani macam-macam aq tidak segan - segan memotong anumu itu ucapnya dengan nada tinggi


" jangan di potong dong sayang, kalau kamu potong bukankah kamu yang bakalan rugi, tidak mungkinkan kamu menggantinya dengan pisang ,atau terong" ucapnya berusaha merayu. istrinya


" ihhh, sayang kamu pikir aq udah gila apa pakai pisang,atau terong, yah kalau punya kamu ga ada lagi, aq cari aja terong - terong diluar sana" jawabnya asal


" apa tadi kamu bilang ,jadi maksud kamu , kamu ingin melakukan dengan pria lain" tanya Luis dengan nada tinggi


"ga, sayang maksudku, esok aq mau kepasar beli terong , soalnya kamu lupa apa papa, sama mama ku esok mau datang, dan sayur kesukaan mamaku terong sayang jadi aq mau masakin buat dia" ucap Intan gugup, karena sebenarnya ia berbohong.

__ADS_1


" awas ya Intan,kalau sampai aq mendapati kamu berselingkuh ,aq tidak segan- segan melukai pria itu" ucapnya dengan nada tinggi


" ia,ia sayang,mana mungkin aq melakukan itu"


__ADS_2