Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Epidode 25,KELEGAAN DINA,DAN RIAN


__ADS_3

Ia dengan syarat kamu,berhenti berurusan dengan Ani,"kalau tidak saya akan menghancur kan semua bisnis kamu" dan kamu akan berakhir jadi pengemis di jalanan",


Ucapnya dengan penuh penekanan." baik- baik tuann"" ucap Beni dengan nada gugup


"ayoo kita keluar" ucap Edward kepada Anak buahnya,Roy,dan juga Intan.


Mereka berjalan keluar,di tengah lautan manusia,yang menikmati keindahan dunia malam,serta haus akan kenikmatannya dunia.


Setelah sampai diluar, " tampak diluar Dina,dan Rian telah menunggu.


Dina yang dari tadi menunggu dengan cemas,begitu melihat Intan keluar,langsung berhambur memeluk Intan.


"Taann" maaffin aq Tan" sambil😭😭😭😭," aq g tau kalau yang tadi nelpon itu kamu Tann"Ucap Dina.


" Sebenar nya aq yang minta maaf" karena sudah meragukan ucapan kamu ,dan Rian.


" mereka kembali berpelukan dan menangis" setelah saling melepaskan pelukan,Dina yang melihat Intan yang masih mengeluarkan air matanya,mengangkat tangan,untuk menyeka air mata sahabatnya,Rian menghampiri kedua,sahabatnya serta merangkul Intan,dan Dina disisi kanan,dan kiri.


" udaahh dong nangis nya" ucap Rian,akhirnya mereka bertiga kembali tertawa bersamaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


" wahh tampaknya kami disini,cuman jadi penonton aja niihh? ucap Edward pada Intan,Dina,Rian.


Seketika mereka tersenyum ,dan mengucap maaf ,karena berlarut dengan suasana mereka sendiri.


Dina yang dari tadi tidak menyadari keadaan Roy,ketika melihat ke arah samping ,sedikit kaget,mendapati Roy berada tidak jauh darinya.


Matanya,dan Roy sempat saling berpandangan, kemudia saling tersenyum.

__ADS_1


Rian yang dari tadi memperhatikan Roy,dan Dina hanya tebatuk,uhuk,uhuk,uhuk,dengan maksud menggoda Roy,dan Dina.


Roy,dan Dina langsung saling melemparkan ,pandangan kearah lain,dengan salah tingkah.


Intan: " Dina kamu kenapa?,tanya Intan yang bingung melihat keanehan sikap sahabatnya itu.


Rian: "Taaann" Intan kamu g peka banget sihh


sambil matanya melirik kearah Roy.


Intan:" ohhh sambil 😊😊😊.


Dina: "" apaan siihh".sambil tersenyum malu- malu.


Sementara Edward yang dari tadi sibuk,berbincang - bincang dengan Dimas,dan anak buah nya itu.


" Taaann" ucap Erdward.


" Isa omm"ucap Intan.


Erdward: " begini. Taann, om sudah mempertimbangkan ,mulai sekarang kamu tinggal dirumah om,karena g mungkin kamu balik lagi kerumah ipar kamu.


Seketika wajah Intan ,langsung menunduk.


Dina yang melihat Intan menunduk, seketika langsung menghampiri sahabatnya itu.


" Taaann" ucap Dina dengan lembut,sambil merangkul bahu Intan,"akan lebih baik kamu tinggal dirumah om Edward" kamu akan lebih aman disana.

__ADS_1


" iyaaahh Taan" kami sebagai sahabat menginginkan yang terbaik buat kamu"timpal Rian, dengan nada membujuk.


Setelah merenungkan ucapan kedua sahabatnya,Intan pun mengangguk.


Akhirnya mereka yang disana pun,semuanya tersenyum,terutama Edward yang langsung datang merangkul Intan.


Dina menitikkan air mata bahagianya,Karena dia merasa Intan akan aman berada ditangan yang tepat.


" yaa sudaa" ayo kita pulang" tante pasti sudah menunggu" ucap Edward pada Intan.


" iyaa om" sambil mengangguk.


" Dina" Rian" aq duluaan yaa? ucap Intan pada kedua sahabatnya.


Dina,dan Rian hanya mengangguk sambil tersenyum,


Edward:"" sering main kerumah" pintu rumah om,selalu terbuka untuk kalian .ucap Edward,pada Dina,dan Rian.


" iyaa om" ucap Dina,dan Rian.


Intan melambaikan tangannya kepada kedua sahabatnya,


Dina, dan Rian pun tersenyum,sambil membalas lambaian tangan Intaan,sambil terus memandang mobil yang dinaiki Intan,hingga menghilang.


Dina: " Riaan" aq legah sekarang ,karena Intan g tinggal lagi sama,sisingah betina itu lagi.


Rian: " aq juga Din" setidaknya kita g perlu,mengkhawatirkan keadaan Intan lagi.

__ADS_1


__ADS_2