
🏚️ Kediaman Sunil Kapoor🏚️
Lisa mengelegarkan pandangannya, saat memasuki kamar Wili, dan Lila.
Dia terus memandangi foto pernikahan Willi, dan Lila yang tampak begitu bahagia.
" Boleh kah aku bertanya padamu" Seru Lisa ketika Lila sedang mengoles bedak di wajahnya.
Seketik Lila langsung menghentikan kegiatannya.
" Apa yang kau ingin tanyakan padaku..?
" Apakah hubungan mu dengan Tante Siena baik - baik saja, soalnya aku merasa sepertinya suasana tadi sedang tidak baik"
Seketika Lila langsung menghembuskan nafas kasarnya.
" Hubunganku dengan Tantemu tidak baik Lisa, Ibu mertuaku menginginkan Om Willi menikah dengan Emeli, si Tante genit itu"
" Om , jadi kau memanggil Ka Willi dengan sebutan Om.." Serunya sedikit terkejut, dan tersenyum.
Lila menatap heran Lisa.
" Memang ada yang lucu, memang salah aku memanggilnya Om.Umur kami terpaut sangat jauh,aku rasa tidak salah aku memanggilnya dengan sebutan Om"
" Iya aku tau, umur kalian terpaut sangat jauh.Tapi kedengarannya sangat lucu, jika kau memanggilnya dengan sebutan Om.Bukan kah dia suamimu, bukankah itu kedengarannya sangat lucu.Kau istrinya, masa kau harus memanggilnya, dengan sebutan Om.Kau bisa memanggilnya dengan sebutan hany, atau suamiku, atau mungkinkah sayang, bukankah itu kedengarannya lebih bagus"
Lila termenung, dalam dirinya mempertimbangkan perkataan Lisa yang menurutnya ada benarnya.
" Perkataan mu ada benarnya, mulai sekarang aku akan memanggil Om Willi dengan sebutan Hany, bukan kah kedengarannya lebih mesrah, kalau aku memanggilnya dengan sebutan hany.
" Tentu aku sangat setuju, dan mengenai Tante Siena tidak usah di pikirkan.Dan ingat aku selalu dipihakmu.. okee..!!
" Terimah kasih Lisa, kau memang sahabat terbaik.Aku senang bisa berkenalan denganmu" Serunya tersenyum, sambil merangkul Lisa.
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita berangkat.."
" Ayoo.." Jawab Lila dengan semangat.
Mereka menuruni anak tangga dengan bersenda gurau, walaupun baru saling mengenal tapi Lisa, dan Lisa terlihat cepat begitu akrap.
Ketika mereka tiba, di halaman rumah Lila sangat terkejut melihat mobil Lisa.
Ia begitu mengaguminya.
" Apakah ini mobilmu Lisa..? Tanyanya seolah tak percaya.
" Iya ini mobilku, Papa yang membelinya.Apakah kau ingin mencoba menyetirnya..?
Lila hanya tersenyum,kecut. Mendengar ucapan Lisa.
" Aku tidak bisa menyetir mobil Lisa..?
" Kau membuat ku malu, sebelum orang - orang mengetahuinya.Aku akan menyuruh Suamiku mengajariku.." Serunya dengan semangat.
" Tentu, kamu harus bisa menyetir mobil. Dan aku rasa Ka Willi, sangat mampu membelikanmu mobil seperti punyaku.
" Ya sudah ayo kita berangkat., aku sudah tidak sabar ingin melihat - lihat keindahan kota London."
" Baiklah ayoo.." Seru Lisa
Sepanjang jalan menuju kampus, kedua gadis remaja itu terus, menyunggingkan senyumannya, dan mereka terus melambaikan tangannya karena terlalu bahagia.
" Wahhh, ternyata pria - pria London terlihat sangat macho, dan tampan.." Seru Lila tersenyum, ketika mereka berhenti di lampu merah, tampak seorang pria tampan menaiki mogenya terlihat sangat keren, sambil tersenyum menatap Lila.
" pria itu tampak menyukaimu Lila..., tapi dia ga tau kalau wanita ia lirik adalah istri orang" Seru Lisa tersenyum.
__ADS_1
Lila hanya tersenyum, mendengar ucapan Lisa.
" Pria itu sangat keren, tapi menurutku lebih keren suamiku, hanyku Willi...Iyaakaann...??
Lisa memutar bola matanya malas, mendengar Lila memuji sepupunya itu.
Sekarang tibalah mereka di kampus.
Semua mata tertuju, ketika mobil sport berwarna merah memasuki halaman kampus, dan Lila terus melambai - lambaikan tangannya di udara saat mereka tiba.
" Waahh...Lisa kampusnya keren banget ,aku yakin aku pasti akan betah kuliah disini" Seru Lila tersenyum.
" Sepertinya ada perkelahian antar mahasiswi di sana Lila..." Seru Lisa, sambil menunjukkan jarinya.
" Wahh...aku jadi penasaran, apa yang mereka ributkan ayo kita cari tau." Seru Lila dengan semangat
Dan saat mereka tiba , betapa sangat terkejutnya Lila, saat melihat sahabatnya Titin, sedang saling menjambak rambut dengan seorang mahasiswi baru.
" Titinn..." Seru Lila dan langsung masuk ke arena perkelahian.
" Heiii lepaskan sahabatku...." Teriak Lila
" Lila" seru Titin..
" Siapa kau.., kenapa ingin mencampuri urusan kami.." Sapa seorang mahasiswi baru bernama Joys.
" Aku sahabat baiknya Titin, dan aku tidak terimah kau memukul sahabatku.." Seru Lila dengan nada tinggi
" Kau belum tau siapa aku..., kau ingin aku hajar juga.."
" Tentu aku tidak tau siapa kau.., yang aku tau adalah perempuan yang tidak tau maluu.." Seru Lila dengan nada lantang.
__ADS_1
" Wahh aku baru tau, ternyata Lila sangat keren" Seru Lisa tersenyum, yang begitu mengagumi keberanian Lila.
" Apaa kau bilang..." Seru Joys dengan langsung menjambak rambut Lila, dan tentu saja perkelahian tidak bisa di hindari.