
š¢ Thomshon Groupš¢
Uhuukk...
Uhuukk
Uhuukk
Batuk pura - pura Jhon, karena dari tadi pasangan Suami istri itu tampak asyik dengan dunia mereka sendiri.
Seketika Lila langsung tersadar, dan pandangannya langsung tertuju pada Jhon.
" Hany..., ini..!!
Belum selesai Lila berkata, Jhon sudah menyelah ucapannya.
" Kenalkan aku Jhon, teman baik dari Willi. Seru Jhon sambil menjulurkan tangannya.
" Aku Lila, Tuann...!! Sambil membalas uluran tangan Jhon.
" Boleh aku tau anda siapanya , Willi..??
" Saya istrinya." Jawab Lila singkat sambil tersenyum.
" Istri..." Sambil mengernyitkan dahinya.
"Maaf Jhon aku tidak memberitahukan mu, aku sudah menikah. Aku menikah di Bali, aku mengenal Lila waktu aku berlibur ke Bali."'Seru Willi panjang lebar.
" Maaf Hany, apakah kedatanganku mengganggu kalian..? Tanya Lila.
" Tidak sama sekali Nyonya Willi, malahan aku senang bisa berkenalan denganmu."
" Saya juga senang berkenalan dengan anda Tuan Jhon.!
Akhirnya mereka bertigapun, terlibat percakapan yang sangat akrab.
Willi, tersenyum melihat sifat istrinya yang bisa cepat dekat dengan Jhon.
__ADS_1
" Ternyata di situasi seperti ini, dia bisa sangat dewasa juga.Aku ternyata tidak salah memilih istri." Gumam Willi dalam hati.
" Oh iya Willi, aku harus segera pulang.Masih ada kerjaan.
" Senang bisa berkenalan dengan mu Nyonya..!! Seru Jhon.
" Saya juga senang bisa berkenalan dengan anda Tuan"
" Willi aku pergi dulu."
" Hati - hati teman"
Setelah kepergian Jhon.
" Hany tadi itu teman baik kamu..?
" Iya dia teman baik aku, kami bersahabat dari aku masih duduk di bangku SMA, hingga saat ini."
' Dimana dia bekerja Hany..?
" Dia seorang pengusaha, dia seorang CEO, di perusahaan keluarganya."
" Maksud kamuu..!! Dengan tatapan tajam.
Lila langsung tersenyum kikuk, dan menggandeng manja lengan Suaminya.
" Hany apakah kau sedang sibuuk.." Seru Lila dengan memainkan dasi sang Suami, dan mengelus - ngelus dadanya.
" Aku tidak terlalu sibuk, memangnya kenapa..? Tanya Willi dengan nada heran.
" Hany apakah itu kamar pribadimu..? Tanya Lila dengan nada menggoda.
Willi langsung mengalihkan penglihatannya, menuju arah yang di maksud Lila.
" Ia itu kamar, kalau kau mau beristirahat, istirahatlah. Aku menyediakan ranjang juga disitu.
Lila mendengus kesal, karena Suaminya tidak mengerti apa yang dia maksud.
__ADS_1
" Aku merindukan mu Hany, aku merindukan belaian mu."
Willi hanya tersenyum dengan ucapan istrinya, dan dia sangat paham apa yang di maksud oleh Lila istrinya.
" Ayo mumpung aku tidak sibuk, kita bisa melakukan sekarang"
" Ayoo..." Jawab Lila dengan semangat 45nya ,dan menarik tangan Suaminya berjalan kearah kamar.
Willi dan Lila melakukan pergulatan di siang hari, Robert yang ingin bertemu dengan atasannya langsung mengurungkan niatnya, setelah mendengar desahan - desahan yang keluar dari pasangan Suami istri itu.
" Hany...., ahhhh...." Desahan Lila yang lolos begitu saja.
Robert langsung keluar dari ruangan itu, dan menutup mulutnya. Saat mendengar desahan yang sangat menggairahkan.
Pria tampan itu mengunci pintunya pelan - pelan, dan langsung pergi keruang kerjanya.
Sesampainya di meja kerja, Robert langsung memegang dadanya yang sangat bergemuruh, dan menjambak rambutnya frustasi.
" Kenapa sih mereka harus lakuin hal itu di kantor, bahkan di siang bolong lagi. Aku baru tau ,ternyata napsu birahi Tuan Willi sangat besar hingga tidak bisa melihat situasi.
Serunya dengan nada kesal.
Setelah pergulatan mereka, yang di lakukan selama dua jam.Lila dan Willi masih berbaring di atas ranjang, dengan tubuh polos mereka.
" Laa..." Seru Willi pelan.
" Ada apa hany..? Tanya Lila sambil mendongakkan kepalanya, menatap sang Suami.
" Selama kita melakukan ini, aku tidak pernah pakai pengaman, dan kau juga tidak meminum pil KB, apakah kau tidak masalah jika kau hamil..?, sementara kau masih kuliah.Umur mu juga masih sangat muda.
Seketika Lila hanya tersenyum, mendengar ucapan Suaminya.
" Aku kan istrimu, sudah menjadi kewajiban ku untuk mengandung anak - anakmu Hany..!!, seandainya kalau aku hamil pun, akukan bisa cuti hany..!! Serunya tersenyum.
Willi tersenyum mendengar ucapan Lila, ternyata dibalik umurnya yang masih sangat muda, dan sifatnya yang sangat kekanak - kanakkan, tapi Lila bisa sangat dewasa dengan hal seperti ini.
mampir di novelku yang lain yaa.
__ADS_1