Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.162.S2.M.O.M.Perkelahian Tanti, dan Lila


__ADS_3

Selama dalam perjalanan pulang , Willi ,dan Lila hanyut dalam pikiran masing - masing.


Willi hanya diam, dan sesekali melirik Lila yang dari tadi pandangannya terus tertuju pada kaca jendela luar mobil.


" kamu kenapa diam begitu, biasanya kamu paling suka banyak ngomong, kamu malu sama saya, karena ketahuan bohoongg..., seru Willi sambil tersenyum menatap Lila.


" aku lagi sakit gigi, makanya malas ngomong , seru Lila berbohong dan pandangannya terus menatap keluar jendela.


Willi hanya tertawa mendengan ucapan Lila, karena ia tau gadis remaja itu pasti berbohong.


" sudah lah santai saja, saya ga marah ko Sama kamu, lagi pula leher kamu ga sakit apa , dengan posisi menoleh seperti itu" ucap Willi tersenyum sambil menyetir mobil.


Seketika Lila langsung berbalik menatap Willi, dan tersenyum bahagia.


" jadi omm.., ga marah sama akuu??,


" hemmmm" jawabnya tersenyum.


" wahh, ternyata om ini udahh ganteng, baik lagi, kalau begitu traktir Lila makan dongg om Lila lapar niihhh" serunya dengan wajah memelas


" ya sudah deh dari pada kamu mati kelaparan, mendingan kita makan dulu" ucap Willi, sambil memutar haluan kesalah satu restorant.


" makasih ya omm.." serunya dengan wajah sumringah.


Wiliam pun memarkirkan mobilnya di salah satu restorant mewah. Lila yang sudah sangat lapar langsung bergegas masuk kedalam.


" omm..., ayo buruaann aku udah lapaarr nii!!!!, serunya yang sudah tidak sanggup menahan laparnya lagi.


" saya parkir mobilnya dulu dongg, memang kamu mau saya bawa mobil ini kedalam restorant" serunya dengan nada kesal.


" maaff omm, buruan Lila tunggu di dalam " ucap Lila sambil berjalan masuk menuju kedalam restorant.


Lila berjalan menuju kedalam restorant, dan pandangannya tertuju pada meja no 8 yang sedang kosong.


" ommm..., seru Lila ketika pandangan William sibuk mencarinya di dalam restorant.


Willi langsung berjalan menghampiri Lila, dan duduk di kursi dengan posisi berhadapan dengan gadis remaja itu.


" mat siang nona, tuan.., mau pesan apa? sapa pelayan restorant itu sambil menyerahkan buku menu pada Lila, dan Wilii.

__ADS_1


" kamu mau pesan apa Laa..? tanya Willi


" heemmm, aku pesan apa ya omm" aku pesan jus lemon, sama Taliwang Bali aja omm..."


" ya sudah aku juga pesan sama kaya kamu"


" ihhh, omm sengaja yaa pesan menunya sama kaya Lila, biar di bilang kita pasangan gitu" serunya sambil memanyunkan bibirnya.


" kamunya ajaa.., yang lebai dehh" ucap Willi dengan wajah juteknya


" dasar om genit, bilang suka aja kok repot, pake ga ngaku segala lagi, dasar om - om tua jelek" dengan wajah juteknya.


Terdengar suara telepon di phonshel milik Willi , begitu melihat yang menelponnya adalah Siena ibunya , Willi langsung mematikannya.


Karena Willi sudah tau ibunya pasti akan memarahinya, karena sampai sekarang dia belum pulang, dan mendesak ia untuk segera menikah, dengan alasan ibunya ingin menimang cucu.


" siapa yang nelpon tadi , kok di mati'in sih omm..? tanya Lila


" bukan siapa - siapa"


Pelayan restorantpun datang dengan membawa, pesanan mereka.


" makasih mba cantik"


" eh, ehh mbaa..., sapa Lila ketika pelayan restorant itu akan beranjak pergi.


" ada apa nona, sapa pelayan yang berkisar umur hampir sebaya dengan Willi.


" mba mau ga kalau saya jodoin sama omm, saya yang ganteng ini, sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Lila, Willi langsung terbatuk - batuk .


uhuk


uhuk


uhuk


Sementara pelayan restorant itu hanya tersenyum, karena melihat paras Willi yang tampan, dan dari Stylenya saja orang bisa menilai kalau pria ini bukan dari kalangan biasa.

__ADS_1


" apa, apa,an kamu Lila, " serunya sambil menatap tajam Lila.


Lila hanya terkekeh ,dan nyalinya sedikit menciut melihat tatapan tajam dari Willi.


" maaf mba ga jadi, soalnya omm, saya ini takut sama perempuan, alias masih perawan Ting - Ting" bisik Lila pada pelayan restorant itu, yang membuat dia mengangguk mengerti.


" ya sudah kalau gitu , saya permisi dulu, ucap pelayan restorant itu sambil menatap tajam Willi dan berlalu pergi.


Ketika mereka sedang asyik menikmati hidangan restorant, tak lama pun muncul sosok Tanti, yang datang menghampiri Lila, dan Willi.


" hai Willi" sapanya genit, sambil menatap tajam Lila.


" ehh Tanti" sapa Willi, sambil bercipika - cipiki dengan Tanti.


" dasar tante genit ,om genit, mereka ga nyadar yaa , ada aku disini" bathin Lila yang terlihat kesal.


" hei anak kecil.., kamu yang ngaku - ngaku kekasihnya Wiliam itu kaann, ga tau malu banget ya kamu, tampang nya aja yang polos, tenyata kamu murah banget" ucapnya tersenyum mengejek.


" Tanti apa yang kamu katakan" seru Willi dengan nada sedikit tinggi.


Lila tampak emosi ,dan tentu saja tidak bisa menahan emosinya lagi.


" tadi apa yang kamu bilang ,kamu bilang saya murahan" ucap Lila dengan nada tinggi sambil bangun dari duduknya.


" iya saya bilang kamu begitu , memangnya kenapa" seru Tanti dengan gaya sombongnya.


" dasaarr Tante genit" seru Lila dengan nada teriak,dan langsung menampar pipi Tanti.


" plaaak"


" kamu menampar saya anak kecil , seru Tanti sambil memegang pipinya yang memerah.


" iya ,emangnya kenapa kamu pikir saya takuut apa sama kamu Tante tua.." ucapnya dengan nada berapi - api


Tanti yang tidak terima, seketika langsung menjambak rambut Lila, Lila yang sudah dikuasai amarah pun ,langsung menjambak balik rambut Tanti, dan tentu saja perkelahian tidak bisa dihindari.


Dan terjadi aksi tendang menendang, tonjok menonjok antara Lila ,dan Tanti.


Lila yang kebetulan memakai celana panjang tentu saja, lebih leluasa melakukan aksinya, dari pada Tanti yang berpakaian seksi.

__ADS_1


" ya Tuhan dosa apa yang aku perbuat, hingga aku bertemu dengan dua wanita ini" bathin Willi yang menatap Tanti, dan Lila yang tengah berkelahi.


__ADS_2