
Lisa, dan Dilan menatap kepergian Willi bersama sekretarisnya dengan tatapan nanar.
" Kenapa kau tidak memberirahukan kalau Lila sedang berada di Surabaya Sayang...? " Tanya Dilan pada kekasihnya.
" Apakah kau lupa, kalau Lila melarang kita untuk tidak memberitahukan Suaminya kalau ia sekarang di Surabaya..!!
" Maaf aku lupa, tapi aku bisa melihat raut wajah penyesalan di wajah Suaminya. Dia sepertinya benar - benar menyesal dengan apa yang dilakukannya pada istrinya, apalagi saat dia mengetahui Lila tengah hamil." Seru Dilan.
" Aku rasa juga begitu Sayang..!!
🏚️ Kediaman Sunil Kapoor🏚️
Willi memutuskan untuk cepat pulang, pria tampan itu begitu menahan amarahnya saat tau yang sebenarnya.
Saat tiba dikediamannya. Ia langsung membuka pintu, tanpa menunggu Robert yang membukanya terlebih dahulu.
Dengan mengambil seribu langkah, Willi masuk kedalam rumahnya.
" Aku rasa hari ini,adalah hari terakhir Nona Emeli berada dirumah ini. Tapi wanita itu sudah sungguh keterlaluan, kenapa tega - teganya ia memfitnah Nona Lila." Gumam Robert.
" Emeli..., Emelii..." Panggil Willi dengan nada penuh Amarah.
" Ada apa Willi kenapa kamu teriak - teriak..? Tanya Siena.
," Ada apa Willi...? Tanya Sunil
" Dimana Emeli.." Serunya dengan nada dingin.
" Aku disini Willi, ada apa..? Tanya Emeli yang baru saja datang.
__ADS_1
Willi langsung berjalan menuju Emeli, dan mencengkram kuat tangannya, yang membuat wanita cantik itu meringis kesakitan.
" Lepaskan tanganku Willi..!! Seru Emeli dengan berusaha melepaskan tangannya dari pegangan tangan Willi yang terasa sakit.
" Aku minta sekarang juga kamu keluar dari rumah ini, kali ini sikapmu sudah tidak bisa di maafkan lagi Emeli. Kamu sudah sangat keterlaluan." Seru Willi dengan nada tinggi.
" Willi katakan pada Mama, sebenarnya ada apa ini..? Tanya Siena yang terlihat penasaran.
" Mama selama ini selalu membelanya bukan, bahkan Mama ingin sekali menjadikan Emeli istrinya Willi, tapi Mama tidak tau sifat aslinya, sangatlah buruk.
Seketika Emeli langsung menelan salivanya, yang terasa berat di tenggorokan begitu mendengar ucapan Willi.
" Maksud kamu apa Willi, jangan bikin Papa, sama Mama penasaran..? Tanya Sunil.
" Ia Willi, katakan apa yang tidak Mama,dan Papa ketahui."
" Baiklah , Wanita ini...Sambil menunjuk Emeli.
" Apaa....!!Seru Sunil, dan Siena yang terkejut dengan perkataan Willi.
Siena tak dapat lagi menahan amarahnya, wanita paru baya itu langsung menghampiri Emeli, yang terlihat menunduk dan mencengkram kuat kedua pundaknya.
" Katakan pada Tante, apaka itu betul Emeli..? Katakan.... Emeli apakah yang dikatakan semua itu betul...!!Teriak Siena dengan mengguncang - guncangkan kedua pundaknya.
" Ia betul Tante, memang aku sudah memfitnah Lila. Tapi aku lakukan ini semua karena aku sangat mencintai Willi, hanya aku saja wanita yang pantas memdampinginya. Seru Emeli menunduk.
Siena yang mendengar ucapan Emeli, tak dapat menahan lagi amarahnya. Wanita paruh baya itu, mengangkat tangannya. Dan langsung menampar kuat pipi wanita cantik itu.
" Plaakkk..." Sebuah tamparan yang cukup keras.
__ADS_1
" Tante" Seru Emeli,yang tak terasa air matanya menetes. Karena ia tidak menyangkah Siena akan menamparnya.
" Sekarang juga kamu keluar dari rumah ini Emeli, keluaaar....!! Teriak Siena dengan nada tinggi.
" Baiklah Tante, hari ini Emeli juga akan keluar dari rumah ini." Seru Emeli dengan berlalu kekamarnya untuk mengambil pakaian - pakaiannya.
Setelah kepergian Emeli, Siena langsung terduduk lemas.Wanita paruh baya itu, tampak menyesali perbuatannya.
" Willi apakah benar Lila sedang mengandung anakmu..? Tanya Siena dengan air mata telah berderai membasahi pipinya.
" Iya, Lila sedang mengandung anaknya Willi Maa..."
" Lila maafkan Mama..., maafkan Mama hiks.., hiks...,hiks.., " Tangis Emeli yang tampak menyesali perbuatannya.
" Willi, kamu harus segera mencari Lila.Pasti dia sudah pulang ke Indonesia. Apalagi sekarang dia sedang mengandung, Papa mau kamu bawa dia kembali kerumah ini.
" Tentu Paa.., Willi akan membawa Lila kembali, tentunya dengan anakku Paa.., Maa.."
" Kamu harus membawa pulang kembali Lila kerumah ini, Willi.Apalagi sekarang dia tengah mengandung cucu Mama."
" Tentu Maa, aku akan membawa mereka berdua kembali kerumah ini."
Sejak terungkapnya semua kebenaran itu, Willi memutuskan untuk mencari istrinya, dan dia pun menyewa orang untuk mencari keberadaan Lila di Bali, termasuk di kediaman Keluarganya.
Tapi keberadaan Lila, sama sekali tidak ditemuinya.
Tidak terasa sudah 5 bulan pencarian Willi tapi tak ada hasilnya.
Malam itu Willi duduk termenung di ranjang king size nya.
__ADS_1
" Tak salah lagi, pasti Lila pulang ke Surabaya. Kerumah orang tuanya. Aku tau keluargaku di Bali pasti akan sangat marah, karena aku sudah menyakiti Lila, dan bagaimanapun aku harus menghadapi mereka. Dan bagaimanpu caranya, aku akan membawa pulang kembali Lila, dan anakku ke Inggris." Gumam Willi.