Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 151. Pikiran negatif


__ADS_3

Setelah mendapatkan gaun yang sesuai dengan seleranya, dan ukurannya Wiliam dan Lila bergegas pulang.


" om, tadi itu pacarnya yaa? tanya Lila ketika mereka tengah berada dalam mobil dan hendak balik ke rumah.


" ga, dia teman kuliah saya.Kami kuliah satu kampus waktu di London" ucap Wiliam


" ohh, aku pikir kekasihnya om, soalnya tadi ketemu pake acara pelukan segala"


" ga, semua orang kalau pelukan itu pasangan. Buktinya tadi kamu meluk saya, tapi kita bukan pasangan kaann!! ucap Wiliam sambil menyetir


" ihh, tadi kan Lila ga sengaja meluk om.Lagi pula apa kata dunia, kalau om jadi pasangan Lila, ucapnya dengan melihat pemandangan keluar jendela kaca mobil, sambil nyengir.


" kamu pikir, saya juga suka sama kamu! , apa kata dunia kalau saya menjalin hubungan sama anak bau kencur kaya kamu"""ucapnya sedikit kesal


"siapa juga yang suka sama kamu, membayangkan saja aku sudah ogah, apalagi beneran, apa kata orang - orang kalau aku menjalin hubungan dengan om- om" bathin Lila sambil memanyunkan bibirnya.


" kamu pasti lagi mengatai saya dalam hatikan?


" ga ko om" sangakal Lila tersenyum kikuk sambil memalingkan kepalanya kearah luar jendela mobil.


🏚️Kediaman Thomshon🏚️


" sayang "


" meemmm"


" adikmu kemana ya, kenapa dari tadi ga kelihatan" ucap Louis sambil mencium perut Sang istri.

__ADS_1


" ga tau sayang " jawab Intan sambil ikut memikirkan keberadaan Lila yang keluar tanpa memberitahukan dirinya.


Ketika sedang asyik berbincang - bincang, Intan dan Louis di kagetkan dengan suara Lila. Intan sedikit terkejut melihat kemunculan Lila, bersama dengan Wiliam.


" kalian dari mana saja? , Lila kamu habis jalan - jalan sama ka Wiliam ya, kenapa ga beritahukan pada Kaka, terus kenapa rambut kamu pada acak - acakan gini, jangan - jangan kaliaaann!! ucap Intan yang pandangan beralih menatap kearah Wiliam , dan Lila secara bergantian.


" ada apa ini Wiliam?, kalian dari mana kenapa rambut Lila pada acak- acakkan gini? tanya Louis yang mulai berpikir negatif tentang Lila, dan Wiliam karena melihat rambut Lila yang acak- acakkan.


" Kaka, kalau nanyain itu satu - satu dong, sudah kaya polisi aja" ucapnya dengan wajah cemberut.


" kamu tinggal sama Kaka disini, jadi kamu tanggung jawab Kaka Lila, melihat rambut kamu yang acak - acakan gini, habis kancing baju kamu ini, kenapa kok bisa sampai terlepas gini?, tanya Intan sambil menunjuk baju Lila.


" wah- wah aku sudah tau, pikiran kalian berdua sudah kemana.Ini tidak seperti yang kalian pikirkan , tadi aku ga sengaja ketemu Lila di swalayan, dan di sana dia sedang berkelahi dengan mantan tunangan kamu Louis" ucap Wiliam.panjang lebar


" apa" ucap Louis, dan Intan bersamaan, yang terkejut dengan ucapan Wiliam.


Lila hanya menganggukkan kepala, dan sembari menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Kaka ipar ,dan kakanya Intan.


" katakan apa yang membuat kalian berkelahi Lila? tanya Intan yang terlihat penasaran.


Lila mengangkat kepalanya, dan menatap wajah Louis, dan Intan secara bergantian.


" aku tidak terimah ka, wanita itu mengatai. Kaka murahan, dan pelakor" ucap Lila dengan wajah yang terlihat kesal.


Intan sangat terkejut mendengar perkataan Lila, tentang Santi yang mengatai dirinya murahan, dan pelakor.Padahal semua itu sangatlah tidak benar, karena ia sama sekali tidak pernah merebut Louis dari Santi.Tapi wanita yang tengah mengandung itu, berusaha untuk tetap tenang, dan tidak mau menunjukkan amarahnya terhadap Santi, didepan mereka, terutama sang suami.


" sudah La, biarin saja nanti juga dia cape sendiri" ucap Intan sambil duduk ,dan memegang perutnya karena tiba - tiba ia merasakan kram pada perutnya.

__ADS_1


" kamu ga apa- apa sayang? tanya Louis yang melihat wajah Intan tampak menahan sakit.


" ga apa - apa sayang"


Lila thampak khawatir, dan langsung menghampiri kakanya.


"Kaa, maaffin Lila ya ka!, tapi Lila lakuin itu karena Lila sayang sama Kaka, Lila ga terimah kaka di jelekkin sama wanita itu" ucap Lila sambil menatap Intan dengan tatapan memohon.


" Kaka, ga marah ko La sama kamu, Kaka tau kamu lakuin itu karena sayang sama Kaka" jawab Intan tersenyum, sambil membelai pucuk kepala Lila.


Louis tampak geram menahan emosi, terlihat sekali dengan wajahnya yang memerah, ia tau kalau Intan kepikiran dengan perkataanya Santi, tapi istrinya berusaha menyembunyikannya.


" sayang" aku keluar sebentar" ucapnya mencium pipi istrinya ,dan berlalu pergi.


" kamu mau kemana Louis? tanya Wiliam


" ada urusan, aku titip istriku.Aku pergi sebentar saja.


**minta dukungan ya, Kaka - Kaka.


Rate 🌟 5


Vote


komnt


like

__ADS_1


Agar aku lebih semangat nulisnya**.


__ADS_2