Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 142. Kedatangan orang tua kandung Intan.


__ADS_3

🏠 kediaman Thomshon🏠


" lho sayang ,kenapa jadi kamu yang marah ! sebenarnya yang marah itu aq tau, ucapnya dengan nada kesal sambil menatap tajam suaminya.


" kalau gitu maafkan aq sayang, ucapnya sambil memeluk tubuh istrinya.


Intan hanya tersenyum kecut menatap suaminya.


" ya sudah kalau gitu, kamu mandi sana, setelah itu kita turun kebawa buat sarapan" ucap Intan sambil ingin melepaskan pelukan sang suami.


" aq memang sudah menahan lapar saat aq masuk kekamar kita sayang" ucapnya tersenyum mesum


" ya sudah kalau gitu lepasin aq dulu, supaya kamu segera mandi ,dan kita sarapan" ucap Intan dengan nada kesal.


" tapi sekarang ini , makanannya sudah tersedia didepan mata, dan makanan itu sangat mengunggah selerah " ucap Luis sambil mengedipkan sebelah matanya


" ta, tapi sayang inii" ucapnya terhenti


" ga bisa dong sayang siapa suruh kamu duluan menggoda ku, jadi sebelum aq makan nasi, aq makan kamu dulu, karena kamu adalah makanan favorite aq, ucap Luis yang langsung menerkam istrinya.


Akhirnya Intan pun hanya pasrah menerimah perlakuan suaminya, yang mengajak ia untuk bercinta, Karena ia sendiri yang memulainya dengan memakai lingeria yang sangat seksi.


🛃 Esok hari, Bandara Nguraray Bali🛃


Tampak sosok sepasang suami istri, yang baru saja tiba di bandara.


Wajah Bobi,dan Rani terus menyunggingkan senyuman di bibirnya, karena tidak sabar ingin bertemu dengan putri mereka yang sudah terpisah bertahun - tahun.


" papa, mama panggil Teddy berjalan menghampiri orang tuanya, bersama Clara calon istrinya.


__ADS_1


Penampilan Clara tampak begitu modis saat menjemput kedua calon mertuanya bersama Teddy.


" hallo tante , om " bagaimana kabarnya? sapanya sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Teddy.


" baik , tapi ingat jangan panggil kami tante, sama om lagi bukankah sebentar lagi kami kamu akan menikah dengan anak kami ? jadi harus panggil mama, sama papa" iya kan paa? tanya Rani yang meminta pendapat suaminya


" benar sekali, bukankah kamu akan menjadi istrinya Teddy, jadi kamu harus memanggil kami papa,sama mama" ucap Bobi tersenyum


" iya, pa,papa, mama, ucap Clara dengan nada yang masih terdengar kaku.


Teddy hanya tersenyum mendengar ucapan calon istrinya, yang terdengar sangat imut.


" kamu lucu sekali saayaangg, ucapnya sambil mencubit pipi Clara


" uhuk,uhuk, batuk pura - pura Bobi


" ingat Teddy ini ditempat umum" ucap Bobi memperingati.


" maaf paa, maa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" kita langsung ke rumah om Edward saja, mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adikmu," ucap Rani


" ya sudah kalau begitu ayoo" ucap Teddy


🏚️ Kediaman Thomshon🏚️


Terlihat Edward,Vivian,dan Luis tengah berbincang - bincang di ruang tengah.


Hari ini pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu, memutuskan untuk tidak pergi kekantor karena ingin menunggu kedatangan mertuanya.


" kamu ga ke kantor Luis ? tanya Edward

__ADS_1


" ga, paa aq memang sengaja ga ke kantor, mau nungguin kedatangan mertuaku.


" papa ga nyangka pa Bobi, sama nyonya Rani adalah mertua mu sekarang Luis, ini merupakan sesuatu yang sangat kebetulan"


" ia pa aq juga kadang - masih merasa lucu, dengan kenyataan ini, kalau di pikir - pikir sesuatu yang sangat kebetulan" ucap Luis


Terdengar suara bel di pintu utama milik keluarga Thomshon.


Bi Ijah langsung berlari kecil untuk membuka pintunya.


Ia membuka pintu" ceklek" dan ia sedikit terkejut mendapati ke 4 orang dewasa yang berdiri didepan pintu.


" silahkan masuk, tuan, nyonya" ucapnya


Tak lama muncul sosok Vivian yang baru saja datang.


" wahh sudah datang yaa, keluarga besan ku, ayo masuk kami sudah menunggu dari tadi" ucapnya mempersilahkan, pasangan suami istri Bobi, dan Rani, beserta putra mereka Teddy,dan Clara kekasihnya.


" maksih, aq tidak menyangka kita akan bertemu lagi sebagai besan, oh iya di mana putriku Rania, eh maksud ku Intan" ucap Rani yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya.


" ia lagi di dapur, sama Lila lagi masak"


Mereka berlima pun berjalan menuju ruang tengah, karena persahabatan anak mereka, tidak heran kalau keluarga Mahesa,dan Thomshon sudah sangat dekat.


" om, tante, eh maksud ku maa, paa kalian sudah datang" ucap Luis sambil mencium punggung tangan mertuanya


" baru saja, kamu harus terbiasa memanggil kami mama ,papa karena sekarang kami adalah mertuamu" ucap Bobi


Luis hanya tersenyum dengan ucapan Bobi


Mendengar suara keributan di ruang tengah Intan langsung meninggal kan dapur.

__ADS_1


" paa, maa ,panggil Intan dengan air mata sudah menetes


" Rania anakku" ucap Rani yang bangun dari duduknya , berjalan cepat kearah Intan dan langsung memeluk putrinya karena kerinduan yang sudah tak terbendung lagi.


__ADS_2