Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.178.S2.M.O.M.Posesif.


__ADS_3

🏚️ kediaman Sunil Kapoor🏚️


Lila membuka matanya perlahan - lahan saat sinar matahari pagi mulai menerobos kaca jendela kamarnya, dan mengenai wajah cantiknya.


Dan ia sangat terkejut, saat tangan menjangkau sisi sebelah, tapi tak tampak sosok Willi.


" Di mana sih Om suami, semalam aku udah diperkosa, atas dasar suka sama suka, ehh sekarang dia main ninggalin aku gitu ajaa...!!! Seru Lila dengan nada yang terdengar kesal.


Lila menuruni kedua kakinya menginjak kelantai, dan ia merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian intinya.


Tapi mengingat hari ini ia harus mendaftarkan diri di kampus, membuat Lila dengan memaksakan diri berjalan ke kamar mandi.


Setelah melakukan ritual mandinya selama 35 menit, ia langsung keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti.


Lila hanya tersenyum, saat melihat banyak tanda merah yang di ciptakan Willi suaminya, membuat ia senyum - senyum sendiri.


" Ternyata suamiku diam - diam hebat juga yaa.., di atas ranjang , ahhh.... aku jadi ketagihan dehhh... pengen rasain lagi" Ucapnya tersenyum.


Lila memutuskan untuk memakai baju yang dapat menutupi hingga lehernya, dan ketika ia turun betapa sangat terkejutnya dia.


Melihat Emeli sedang menyendok makanan buat suaminya Willi, dan tentu saja itu atas suruhannya Siena.


Lila menatap geram, dan.kembali kekamar memutuskan untuk memakai baju yang dapat menampilkan tanda merah yang di ciptakan suaminya.


" Ini tidak bisa di biarkan ayo Laa..., kamu


harus berantas pelakor, enak aja dia mau rebutin suamiku, dia belum tau siapa Lila" Serunya dengan semangat.


Lila menuruni anak tangga menghampiri mereka yang sedang menikmati sarapan pagi, sambil berbincang - bincang.


' Selamat pagi semuaanyaa...." Seru Lila dengan nada manja.

__ADS_1


" Selamat pagi sayaaanggg......ucapnya sambil mengecup bibir Willi, dan duduk di samping suaminya.


Willi sangat terkejut dengan tindakan istrinya, dan ia hanya tersenyum malu, tapi ia juga sangat terkejut saat melihat Lila memakai baju yang dapat menampilkan tanda merah yang di ciptakannya.


Emeli sangat geram melihat tingkah Lila, dan ia juga sangat terkejut melihat tanda - tanda merah yang bertebaran di leher Lila, hingga mencapai dadanya.


" Apakah semalam mereka bercinta..." Bathinnya sambil menatap Lila dengan tatapan tidak suka.


" Wahh..sebentar lagi papa bakalan punya cucu nihh...." Seru Sunil menggoda menantunya, dan Willi.


Willi hanya tersenyum, sementara Siena menatap tidak suka pada menantunya.


" Ahhhh.... Papa tau aja dehh..., kalau aku semalam sama Om Willi baru habis gituann.." Gumamnya tersenyum, sambil menatap tajam Emeli.


" Papa doain semoga cepat berhasil..." Seru Sunill tersenyum.


" Tentu Paaa..., pasti cepat berhasil soalnya aku sama Om Willi lagi ngejar setoran, ia kan Sayanggg..."'


" Tante Emeli, setiap hari Lila liatin Tante disini terus, memang Tante ga punya rumah yaa..."


Willi langsung terbatuk -batuk mendengar ucapan istrinya.


" Lila..." Seru Willi pelan karena tidak mau ada keributan.


" Memang kamu punya hak apa nanyain ituu..., supaya kamu tau yaa..aku dari dulu sudah suka main kerumah ini, bahkan aku sering menginap disini.


" Ohhh ...gitu yaa..Lila pikir Tante ga punya rumah..." Serunya tersenyum sinis.


Emeli mengepal erat tangannya mendengar ucapan Lila, yang tampak menghina dirinya.


Sunil yang merasa suasana ketegangan di ruang makan itu, langsung bersuara berusaha untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


" Lila kamu jadi ya kekampus hari ini, Papa dengar dari Willi katanya kamu satu kampus yaa sama Lisa ...!!


" Iya Paa.., aku satu kampus sama Lisa"


" Selamat pagi Tuan.... " Sapa Robert yang baru saja datang.


" Selamat pagi Nona..." sambil tersenyum



" Selamat pagi Tuan tampan" Sapa Lila tersenyum.


Willi menatap tidak suka saat melihat istrinya yang tengah tersenyum terhadap Robert.


Pria tampan itu langsung menghampiri istrinya yang tengah berbincang dengan Robert, dan memeluk erat pinggangnya dengan begitu posesif.


" Kamu bisa ga jangan genit - genit, didepan pria lain, sekalipun itu sekretaris pribadiku" Gumamnya pelan di telinga Lila.


" Tenang aja Omm...Lila cuman milik Om seorang koo..." Ucapnya pelan.


" Ada perlu apa kamu kemari Robert ..?


" Maaf Tuan pagi ini ada rapat penting, tidak bisa saya yang mewakili, karena ini sangat penting untuk perusahaan kita"


Willi mengacak - ngacak rambutnya frustasi, karena ia sangat ingin mengantar istrinya kekampus, apalagi mengingat perkataan Lisa di sana banyak cowo ganteng, membuat ia menjadi gelisah.


" Yes aku bisa jalan - jalan dehh sama Lisa..." Bathin Lila tersenyum bahagia.


" La kamu ga apa - apakan pergi sama Lisa, soalnya aku harus menghadiri rapat" Seru Willi merasa bersalah.


" Ga apa - apa ko sayanggg, aku bisa ngerti koo..." Ucap Lila berpura - pura sedih, padahal sebenarnya ia merasa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2