
Edward yang sudah dikuasai emosi ,langsung mengambil Vas bunga. ketika Edward akan menghantam vas bunga tersebut kekepala Adam,Intan langsung berlari kearah Edward sambil memeluk laki-laki,paruh baya yang sudah dianggap seperti ayah nya sendiri,
"" jangan om" jangan " ucap Intan menangis,hiks,hiks,hiks, sambil tangannya erat memeluk pinggang Edward.
Sementara Adam,tampak pucat,dengan tangan menutup kepalanya ketika Edward,akan menghantam kepalanya dengan Vas bunga.
" tapi Tan" laki-laki ini sudah melecehkan kan kamu,dan om g terimah itu" ucapnya dengan tangan bergetar,karena amarah yang telah memuncak.
" jangan om,jangan" ,sambil menangis dengan menggeleng- gelengkan kepalanya.
" Intan g mau,om jadi pembunuh,hiks,hiks,hiks,Intan juga g mau om masuk penjara gara- gara Intan,sambil terus menangis.
Seketika Edward langsung tersadar
,tangannya melemas,dan menjatuhkan vas bunga tersebut.
" maaf kan om Intan" maaf kan om",om hanya g suka,kamu diperlakukan seperti itu,seolah -olah kamu wanita murahan.
Seketika intan langsung tersenyum,di balik tangisannya.
Edward,yang melihat pakaian Intan,sangat terbuka langsung,membuka jacketnya ,dan memakai kan pada Intan.
__ADS_1
"oke" saya maafkan kamu, dengan nada penekanan.
" tri,trimah kasih tuan ,ucap Adam dengan nada gugup.
"ayoo Intan,kita keluar ,ucap Edward sambil,menarik Intan keluar dari kamar itu.
Sepeninggal Edward,dan Intan, Adam langsung menghela napasnya,yang dari tadi ditahannya,dengan rasa takut yang begitu tinggi,karena mengira ,ia akan berakhir di tangan Edward,baru dia juga tak menyangka akan berurusan dengan Edward Thomshon,yang terkenal dikalangan bisnis,lewat sepak terjangnya.
" baru kali ini,aq akan meniduri wanita,justru kesialan yang kudapat ,bukan kenikmatan.
" siaalll" ,sial" ini semua gara- gara Beni,kenapa dia tidak menyelidiki wanita itu,sebelum memberikan padaku" " tapii" gadis kecil itu" benar-benar cantik,tapi sayang,aq tidak mungkin,bisa mendapatkannya.,apalagi harus berurusan dengan seorang Edward Thomshon,aq tidak akan berani,sambil mengucap wajahnya kasar.
Setelah tiba dilantai bawah,tampak wajah Beni,sudah babak belur,bersama kedua Anak buahnya,Andi,dan Anto.
" tu,tuan Edward,ucap Beni sedikit gugup,ketika Edward datang menghampirinya.
" Katakan kenapa",kamu lakukan ini" dengan suara yang lantang"
seketika kepala Beni langsung menunduk,begitu juga dengan kedua anak buahnya karena,saking takutnya badannya sampai bergetar
" begini Tuan,ucap Beni dengan menceritakan semua kejadian,hingga tak ada yang terlewatkan.
__ADS_1
" Intan yang mendengar ucapan Beni,seketika kembali menangis.
Karena tidak menyangka KK iparnya,akan berbuat seperti itu kepadanya.
Roy,yang melihat Intan menangis,langsung menghampiri Intan,dan merangkul gadis itu.
Seketika tangisan Intan langsung pecah,dia menyandarkan,kepalanya didada Roy,sambil menangis sesegukan
" aq g nyangka" hiks,hiks,hiks,k Ani akan tega berbuat ini padaku,aq kira dia sudah benar-benar berubah,ternyata itu semua palsu,hiks,hiks,hiks.
Roy:" sudah Tan" sudah" intinya sekarang kamu sudah aman bersama kami,sambil menepuk -nepuk pelan bahu Intan.
Intan hanya mengangguk,sambil menghapus air matanya.
" katakan berapa utang Ani pada mu"ucap Edward.
"100 juta ",jawabnya dengan gugup.
Dimas,panggil Edward kepada orang kepercayaannya itu.
Dimas yang sudah mengerti maksud bosnya,langsung memberikan cek kepada Beni.
__ADS_1
Beni yang menerimah uang yang berupa cek tersebut,langsung terkejut,ketika melihat nominal uang yang tulis di cek tersebut.
" 400 juta" ucap nya seperti,orang bodoh.