
Lila terus memandangi berbagai macam jenis jajanan, yang terhidang di atas, meja panjang yang khusus menyediakan berbagai makanan , yang di suguhkan untuk para tamu undangan.
"Wah jajanannya enak - enak , ucap nya dengan wajah sumringah.
Lala menaruh macam - macam jajanan tersebut, kedalam piringnya.
" meemmm, enak - enak" ucapnya sa iambil menelan air ludanya, karena melihat berbagai macam makanan yang mengunggah selerah.
" jajanannya enak - enak ya, ucap Wiliam yang baru saja menghampiri Lila.
" iya om, ini enak - enak jajanannya, om mau? tanya Lila yang terus mengambil jajanan, tanpa sedikit pun mengalihkan tatapannya dari jajanan- jajanan yang di sugukan di atas meja.
" tolong ambilkan buat ku" pinta Wiliam pada Lila.
Lila menatap heran Wiliam, karena permintaan Wiliam yang menyuruhnya mengambil jajanan untuk dirinya.
" ambil saja sendiri, memang aku istrinya om apa?, ucap Lila cuek.
Seketika wajah Wiliam terlihat kesal, mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis remaja itu.
Tanpa berpikir, Wiliam langsung mengambil Piring yang berisi kue, yang sementara di pegang Lila dan berlalu begitu saja.
" hei om , itu kue punya ku ,om, omm...." teriak Lila tapi sama sekali tidak di gubris oleh Wiliam.
" dasar om pengangguran, om jelek ga tau malu" maki Lila, sambil menghentakkan kakinya kelantai karena saking kesalnya.
Wiliam berjalan menghampiri temannya, yang kebetulan mengikuti resepsi pernikahan Teddy, dan Clara.
Mereka terlihat begitu akrab, saat berbincang - bincang, sambil sesekali melemparkan candaan.
" ahaa..., aku kerjain aja dia" gumam Lila yang tiba - tiba mendapat ide cemerlang untuk mengerjai Wiliam.
Lila berjalan kearah Wiliam, dan temannya yang tengah asyik berbincang - bincang, sambil tertawa lepas.
" sayang,"' ucap Lila sambil menggandeng manja lengan Wiliam
__ADS_1
Seketika Wiliam sangat terkejut dengan tindakan Lila yang menggandeng lengannya.
" Lila apa yang kamu lakukan" ucap Wiliam pelan berusaha melepaskan gandengan tangan Lila, sambil tersenyum kikuk kearah sahabatnya, yang terkejut dengan kedatangan Lila.
" siapa dia Wiliam? tanya Wanita itu
" dia bukan siapa- siapa Tanti, ucap Wiliam yang masih terus berusaha melepaskan gandengan tangan Lila.
" ihh, sayang kamu ko tega banget sihh, aku kan lagi mengandung anak kamu" ucap Lila yang berusaha menahan tawanya.
" Lila kamu apa'an sih" ucap Wiliam pelan ,dan berusaha menahan kekesalan pada Lila.
" Wiliam kamu sudah menikah? tanya Tanti
" aku belum menikah Tanti, anak kecil ini berbohong" ucapWiliam berusaha meyakinkan Tanti.
" memang kami belum, menikah Tante.Tapi aku sudah terlanjur hamil duluan, soalnya itu enak sih" habis om nya suka ga sabaran" ucap Lila sambil memegang perut ratanya.
" Wiliam kamu tega, tadi kamu bilang, kamu belum mempunyai kekasih" ucap Tanti yang terdengar kesal sambil berjalan meninggalkan Lila, dan Wiliam.
" Tanti, Tanti" panggil Wiliam pada Tanti, tapi wanita itu sama sekali tidak menggubrisnya.
"
" om lepasin, sakit tau.., makanya siapa suruh jajanan Lila di ambil" ucap Lila berusaha melepaskan genggaman tangan Wiliam.
" Tapi , bercanda kamu kelewatan Lila" ucapnya sambil terus menggenggam erat tangan Lila.
" lepasin om, lepasin " seru Lila sambil terus berusaha melepaskan tangan Wiliam.
" ga akan, karena kamu sudah keterlaluan"
" ka Louis toloongg....!!, teriak Lila memanggil Louis yang kebetulan sedang melewati mereka.
Mendengar teriakan Lila yang cukup keras, tamu - tamu, undangan yang hadir di resepsi tersebut, menatap heran Lila ,dan Wiliam.
Meliahat pandangan orang - orang yang menatap aneh dirinya, dan Lila. Wiliam langsung melepaskan genggaman tangannya, sambil senyum - senyum sendiri.
__ADS_1
" ada apa Lila, Wiliam" tanya Louis yang
melihat ekspresi Wiliam, yang sedikit gugup, dan wajahnya yang memucat membuat Lila tidak mengatakan yang sebenarnya.
" ga, apa - apa ko kaa, Lila cuman mau nanya Ka Intan di mana?, seru Lila berbohong.
" tuhh, disana " ucap Louis sambil menunjuk Intan yang tengah duduk, dan menyantap makanan.
" ohh, iya kaa" sambil tersenyum
" ya sudah kaka kesana dulu, Wiliam titip Lila yaa"
" okee" ucapnya menatap tajam Lila, yang sedang menertawai dirinya.
🏢 Esok hari di Apartemen Santi🏢
Matahari telah menampakkan wajahnya di ufuk timur, cahaya yang menyilaukan mata menembus fentilasi udara kamar apartemen Santi.
" hoooaaaamm" gumam Santi, sambil merentangkan kedua tangannya, sebab ia masih sangat mengantuk.
Santi meraih phonshelnya , yang tersimpan di atas nakas, ia sedikit kaget melihat ada panggilan tak terjawab dari no yang tidak di kenal.
Karena penasaran Santi langsung menelpon balik no itu.
📲 percakapan lewat telepon📱
Santi: hallo ini siapa? tanya nya dengan suara yang masih terdengar berat.
Jordan:" hallo Santi, ini aku Jordan
Seketika betapa terkejutnya Santi mendengar yang menelpon dia adalah mantan kekasihnya, pria yang dulu sangat di cintainya.
Santi:" Jo,Jordan" ucapnya dengan sedikit terbata- bata.
Jordan:" ia ini aku Jordan, Santi? , bisakah kita bertemu?
Santi:" bi,bisa, bisa.
__ADS_1
Jordan:" Ya sudah kalau gitu datanglah ke restorant XXX, jam 10.00 aku tunggu.
Santi:" oke , aku akan kesana.Ucapnya sambil menutup teleponnya.