
🏠 kontrakan Ani🏚️
" Lila.., Lilaa...." Panggil Ani pada putrinya.
Lila yang tengah duduk bersantai dalam rumah, langsung menyambangi Ibunya, begitu mendengar namanya di panggil.
" Ibuu..." Seru Lila sedikit terkejut, karena melihat bawaan Ibunya yang begitu banyak
" Ibu..,belanja apaan sih..!, kok bawaanya banyak banget. Seru Lila.
" Kamu ini, bukannya bantuin malahan banyak nanya lagi. Seru Ani dengan nada kesal.
" iya.., iya..., maaf - maaf" Seru Lila sambil mengambil belanjaan dari tangan Ibunya.
Ani terlihat lelah, karena hari ini ia banyak menghabiskan waktunya untuk berbelanja.
" Ini Buu..., minumnya." Seru Lila sambil menyerahkan segelas air minum pada Ibunya.
" Lilaa..., Kaka kamu Intan mana..., kok ga kelihatan..,?
" Meemm...., seru Lila sedikit ragu.
" Ka Intan belum pulang Buu..!!
__ADS_1
"Anak ini, jam segini masih saja keluyuran. Untung saja dia sudah membawa keberuntungan buatku, sebentar lagi aku akan menyerahkan dia pada Beni. Dan aku tidak repot - repot memikirkan anak ini lagi, tapi sepertinya beberapa hari ini aku harus bersikap baik padanya agar dia kira, aku sudah benar - benar berubah.Bathin Ani tersenyum licik.
" Ya sudah, ga apa - apa mungkin Ka Intannya, masih jalan - jalan sama teman - temannya."
Mendengar ucapan Ibunya, Lila sedikit kaget dengan ekspresi baik dari ibunya, karena biasanya ibunya akan langsung memarahi Intan habis- habisan, kalau melihat Intan telat pulang sedikit saja,walaupun Intan sudah memberikan alasan kalau dia pulang terlambat karena ada pelajaran tambahan, tapi tetap saja dia akan dihukum, seban menurut Ani, Intan pasti berbohong. Tapi Lila berusaha untuk membuang prasangka buruk terhadap ibunya.
" Oh.., iya ini buat kamu." Seru Ani sambil menyerahkan sebuah paperbag.
Gadis cilik itu, tampak begitu antusias.Ketika menerimah beberapa paperbag.
Yang didalamnya, terdapat boneka Barbie, sepasang sepatu, dan sebuah gaun cantik.
" Wah.., Ibu bagus banget, gaunya, sepatunya, dan juga sepatunya Lila suka. Ibu dapat uang dari mana sih..?
" Ga usah kebanyakan nanya, kalau ga mau sini balikin...!! Seru Ani dengan nada ketus.
" Makanya kalau suka, jangan jual mahal." Seru Ani ketus.
" Lila sendainya saja kamu tahu, Kaka kamu Intan sudah menjadi penebus hutang - hutang Ibu. Pasti kamu akan sedih.Bathin Ani.
🏝️ Pantai🏖️
" Dina..., Rian kita pulang yuu..." Ajak Intan pada kedua sahabatnya karena hari sudah menjelang sore.
__ADS_1
" Ya sudah.." Ayo seru Rian, dan Dina bersamaan.
Selama dalam perjalanan, Intan asyik dalam lamunannya sendiri. Segalah pikiran buruk telah berkecamuk dalam dirinya, seperti kena hukuman dari Ani sudah ada dalam pikirannya.
Karena Intan merasa ia pulang sudah sangat terlambat.
" Aku pasti akan kena hukuman, dari Kaka iparku Ani." Bathin Ani ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah kontrakannya.
20 Menit kemudian.
Tibalah mereka disebuah rumah kontrakan sederhana.
" Taan..., apa perlu kami antar kedalam..? Tanya Rian.
" Iya Tan.., kami takut dia akan menyakiti kamu lagi." Seru Dina yang terlihat khawatir.
" Kalian pulanglah, aku ga apa - apa ko..!! Seru Intan meyakinkan kedua sahabatnya.
Rian, dan Dina saling menatap, dan menghembuskan nafas kasar.
" Ya sudah kalau ad apa - apa, jangan lupa hubungi kami. Seru Dina.
" Iya ..!! Seru Intan sambil mengangguk.
__ADS_1
Setelah kepulangan kedua sahabatnya, Intan langsung menapaki kakinya masuk kedalam kontrakan.
" Intan kamu sudah pulang..." Seru Ani pura - pura baik.