Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Episode 27,AWAL PERTEMUANKU,DENGAN KELUARGA THOMSHON PART 2


__ADS_3

Ketika berhasil memutuskan tanaman,yang menyerupai tali tersebut,Intan langsung m bergegas kearah pria itu.


" omm,tangkap tali tanaman ini, biar aq narik" ucap Intan,sambil melemparkan tanaman yang menyerupai tali tersebut.


Akhirnya dengan perlahan-lahan,dengan sisa tenaganya,Edward mengambil tanaman tali tersebut,dan melepaskan tangannya dari pohon tempatnya bertahan tadi.


Ketika Intan,melihat Edward telah menggenggamnya,Intan langsung menariknya sekuat tenaga dengan tubuh kecilnya.


Ketika sampai di permukaan,Edward langsung tergeletak lemas.


Melihat pria paruh baya itu tak berdaya.


" om tunggu sini yaa" aq cari taksi dulu,ucap Intan.


pria paruh baya itu hanya mengangguk dengan mata yang sudah mulai terpejam.


Intan bergegas menghampiri jalan untuk mencari taksi,sepuluh menit menunggu taksi,akhirnya Intan melihat dari arah kejauhan ada taksi yang lewat,Intan langsung berlari ketengah jalan,untuk memberhentikan taksi tersebut dengan cara mengangkat tangannya,serta melambai- lambaikan tangannya, karena rasa khawatirnya kepada nyawa pria paruh baya tersebut.


Sopir taksi yang melihat cara Intan menahan taksi seketika langsung berhenti.


Intan langsung menghampiri taksi tersebut,dengan mengetuk pintu taksi itu.


" tok,tok,tok, " paa tolong saya,ada orang kecelakaan,ucap Intan dalam kepanikannya.


Sopir taksi yang melihat kepanikan,dan mendengar ucapan Intan,langsung membuka pintu.


" ayoo neng" ajak sopir taksi tersebut.


Intan ,dan sopir taksi itu langsung menghampiri Edward,dan memapahnya yang sudah tidak berdaya.


Setelah telah berada dalam taksi,Sopir taksi tersebut langsung melajukan mobilnya kearah rumah sakit.


Intan pun mengambil phonsel pria itu,yang masih berada dalam saku jasnya,agar dapat menghubungi keluarganya.


Setelah sampai di rumah sakit,

__ADS_1


" neng maaf bapa antar sampai sini saja yaa",soalnya anak bapa juga lagi sakit.ucap sopir taksi tersebut.


" iya g apa, apa paaa" makasih"ucap Intan"


Para tenaga medis yang melihat Edward dalam kondisi tidak sadar,langsung memindahkan tubuh Edward keatas banker dan melarikan kearah ruang unit gawat darurat.


Intan pun menyusul ,dan berhenti didepan pintu yang telah tertutup.


" aq harus menelpon keluarganya" gumam Intan dengan mengotak- atik ponsel Edward,sambil mencari nama keluarganya.


Intan melihat panggilan keluar pada ponshel pria itu yang bertulis


" My wife"


Intan langsung melakukan panggilan keluar kepada kontak yang bertulis my wife.


Tuuut,tuuuttt,tuuttt.


Suara panjang telpon tersebut.


Vivian: " Hallo paa" papa dimana,kenapa belum pulang " tanya Vivian yang mengira suaminya.


Intan: " Halo tante" ucap Intan dengan gugup.


Vivian: " hallo kamu siapa" kenapa phonshel. suami saya,bisa ada sama kamu? tanya Vivian,kaget.


Intan:" saya Intan tante, saya menemukan suami tante lagi ngalamih kecelakaan,sekarang lagi dirumah sakit XXXXX.ucap Intan.


Vivian: " apaa" kecelakaan " kaget Vivian,dengan suara yang mulai bergetar,Ya sudah saya kesana sekarang,sambil mengakhiri telponnya.


20 menit setelah menunggu,Vivian datang bersama seorang gadis kecil,yang tak lain adalah Lisa.


" kamu yang tadi menelpon" tanya Vivian


" iya tante" ucap Intan, sambil memberikan phonsel Edward kepada Istrinya,

__ADS_1


Vivian: " bagaimana ked suami saya,tanya Vivian dengan air matanya.


Intan: " belum tau tante" dari tadi pintunya masih tertutup.


Selang 10 menit,seorang perawat keluar,dan bertanya.


" dimana keluarganya" ucap perawat itu


" ada apa suster saya istrinya" ucap Vivian,


Suster:" begini bu,pasien kehilangan banyak darah akibat luka,di perutnya,golongan darah pasien O,sementara stok persediaan darah kami kosong.


"stok darah kosong suster" tanya Vivian


" iyaa buu".ucap suster.


Lisa: " mam" bagaimana ini aq takut Daddy kenapa- napa,sementara yang golongan darah sama kaya Daddy,cuman k Luis,tapi sekarang K Luis,lagi di Amerika.ucapnya sambil menangis.


Viviian pun turut menangis,karena bingung,harus bagaimana.


Intan yang mendengar suara percakapan suster,dan Vivian langsung menghampiri mereka.


" biar aq saja suster" kebetulan golongan darah aq O,ucap Intan.seketika wajah Vivian langsung berubah cerah,begitu juga dengan Lisa.


" trimah kasih" trimah kasih" sambil merangkul Intan.


" ya sudah marih ikut saya" ucap suster itu.


Intan pun langsung mengikuti langkah suster itu, untuk melakukan donor darah.


Hari,berganti hari, kondisi Edward semakin membaik, Intan selalu menjenguk Edward,


dan itu juga atas permintaan Edward,karena merasa berhutang nyawa,apalagi dia mengetahui dari istrinya kalau Intan yang sudah mendonorkan darahnya.Hub,Intan semakin hari semakin dekat dengan keluarga Thomshon.


Apalagi Lisa, dia orang yang paling bahagia,karena selama ini dia hanya mempunyai saudara laki-laki,dengan kehadiran Intan,membuatnya merasa memiliki saudara perempuan,mereka sering bercanda,dan bermain bersama,keakrapan Lisa,dan Intan sudah,layaknya saudara kandung.

__ADS_1


__ADS_2