
Setelah pulang dari kampus, Lisa , Lila, dan Titin langsung menuju tempat kursus memasak.
Setelah mendaftar, merekapun mampir di sebuah restorant.
" Laa..!! Seru Lisa.
" Hemmm..." Jawabnya sambil menyeruput jus jeruknya.
" Tadi Dilan bilang apa sama kamu..? Tanya Lisa yang terlihat penasaran.
Lila tampak berpikir, dan menatap serius kedua sahabatnya.
" Tapi janji ya kalian ga bakalan bilang sama siapa- siapa ,terutama kamu Lisa jangan ngaduin sama Suamiku."
" Ihhh..., kamu bikin kami penasaran, memangnya Dilan bilang apa sama kamu..? Tanya Titin.
" Hemmm..., Dilan bilang dia suka sama aku."
" Apaaa....?? Seru Lisa, dan Titin bersamaan.
' Terus kamu terimah dia..? Tanya Lisa
" Sembarangan aja kamu ngomong, kamu pikir aku gila apa..!!.Akukan sudah punya Suami, lagi pula cintaku hanya buat Suamiku seorang." Serunya tersenyum.
" Terus Dilan sudah tau belum, kamu sudah punya Suami..? Tanya Titin.
" Belum" Sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Pas aku mau bilang, tapi dia sudah keburu dipanggil sama temannya."
" Ahhh..., kalau seandainya dia nembak aku, aku pasti mau. Dilan itu cowo terkenal lho dikampus kita Laa..!! Seru Lisa.
" Ambil aja kalau kamu mau, lagi pula akukan sudah laku. Tinggal kalian berdua ajah." Jawabnya tersenyum.
" Ihh..., sombong banget sih kamu. Mentang - mentang udah punya Suami." Seru Titin cemberut.
🏚️ Kediaman Sunil🏚️
Ditengah cuaca dingin kota London di malam hari, tampak pasangan suami istri Lila, dan Willi tengah memaduh kasih. Cuaca yang dingin, makin membangkitkan gairah mereka berdua di atas ranjang.
Willi terus menggempur istrinya, hingga jam 3 dini hari.
" Hany..., kamu sangat ganas hari ini. Kamu membuat aku lelah, bahkan mungkin esok aku akan sulit berjalan." Seru Lila dengan memanyunkan bibirnya.
" Maaf Sayangg..., ga tau kenapa hari ini aku terlalu bersemangat." Seru Willi tersenyum.
Waktu terus berjalan tidak terasa Lila sudah 7 bulan berada di London. Dan Lila sudah menyelesaikan kursus masaknya.
Dan selama 3 bulan terakhir ini, Lila lebih mahir memasak, dan hubungan ia dan Siena juga menjadi lebih dekat.
__ADS_1
Dan tentu saja hal itu membuat Emeli tidak terimah, dan niatnya ingin memisahkan Lila, dan Willi semakin kuat.
Dan selama 3 bulan terakhir Dilan terus mengejar cinta Lila, tapi dengan halus Lila menolaknya. Karena di hatinya cuman ada Willi seorang.
🏫 Kampus🏫
Hari itu di kampus, Lila tampak berjalan sendirian , tanpa ditemani kedua sahabatnya.
Akhir - akhir ini, Lila merasakan tidak enak pada dirinya, rasa mual selalu saja ia rasakan.
" Lila...!! Panggil Dilan
Lila membalikkan badan, dan ia sedikit kesal saat melihat yang memanggilnya adalah Dilan.
" Ada apa sih...? Tanya Lila sambil terus berjalan, karena ia sedang menunggu taksi.
" Laa.., kenapa sih..!! Kamu ga terimah aku."
" Aku kan sudah bilang aku ga bisa, lagi pula aku ga suka sama kamu.." Serunya dengan nada kesal.
Dan ketika Lila akan menyebrang dia tidak melihat ada sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
" Lila awaasss..." Seru Dilan dengan langsung menarik tangan Lila, hingga membuat Lila jatuh kedalam pelukannya.
Dan mereka sama sekali tidak menyadari, ada seseorang yang mengabadikan moment tersebut.
Tanpa membuang kesempatan, Emeli langsung memotret moment itu, dan tersenyum jahat.
" Kamu apa, an sih Dilan main peluk - peluk aja." Seru Lila dengan nada kesal sambil mendorong pelan tubuh Dilan.
" Kamu udah di tolongin bukannya terimah kasih, malah marah- marah lagi." Serunya dengan nada kesal.
"Ya sudah terimah kasih." Serunya memaksa tersenyum.
🏚️ Kediaman Sunil Kapoor🏚️
" Tante..., Tante..." Panggil Emeli
" Ada apa sih Emeli kamu teriak - teriak." Tanya Siena.
" Ada apa Emeli..? Tanya Sunil
" Tante, Om..coba liat ini." Serunya sambil menyerahkan foto - foto Lila, dan Dilan.
Betapa terkejutnya Siena, dan Sunil. Mereka seperti tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Ya Tuhan Paa..., bukannya ini Lila. Jadi selama ini dia menghianti anak kita, dan dia berselingkuh di belakang Willi." Seru Siena dengan wajah penuh amarah.
" Ntahlah Maa.., Papa juga ga tau mesti bagaimana." Seru Sunil Kapoor yang sama terkejutnya.
__ADS_1
" Ini semua gara - gara Papa, Mama itu sudah tau kalau Lila itu bukan perempuan yang baik, dia itu tidak ada bedah jauh dengan Ibunya. Selama ini Mama sudah berusaha menerimanya sebagai menantu Mama, walaupun Mama tau latar belakang keluarganya. Pokoknya bagaimanapun, Willi harus segera menceraikan dia." Seru Siena dengan nada berapi - api.
" Tapi Maa.." Seru Sunil.
" Ada apa ini, kenapa Mama teriak - teriak..? Tanya Willi yang baru saja datang.
.
" Liat ini bagaimana kelakuan istri kamu, padahal selama ini dia berselingkuh dengan seniornya." Seru Siena dengan langsung melemparkan foto - foto Dilan,dan Lila.
Dan ketika Willi melihat, betapa sangat terkejutnya ia, melihat istrinya berpelukan dengan pria lain.
Wili langsung terduduk lemas,dan tanpa sadar air matanya lolos begitu saja dari kedua sudut matanya.
" Ini kamu bilang Lila adalah wanita yang baik, ternyata dia diam - diam berselingkuh di belakang kamu. Pokoknya sekarang juga kamu usir perempuan murahan itu dari rumah ini." Seru Siena dengan nada tinggi.
Willi mengepal erat tangannya, mendengar ucapan ibunya. Membuat amarahnya semakin bertambah.
Lila yang baru saja datang, sedikit terkejut melihat mereka menatapnya dengan tatapan tajam.
Siena yang melihat Lila, langsung menghampiri wanita cantik itu,dan menampar pipinya dengan sangat keras, hingga wajah Lila langsung berpaling.
" Plaaakkk...."
" Dasar kamu wanita murahan Lila, kamu perempuan ga tau diri. Kamu ternyata selama ini sudah menghianati anak saya." Seru Siena dengan nada berapi - api.
" Aku sama sekali tidak pernah mengkhianati Suamiku Maa..." Seru Lila menangis sambil memegang pipinya.
" Tidak menghianati Suami kamu .., terus foto - foto ini bagaimana...!!
" Ini salah paham Maa, Lila bisa jelasin ini semua, Hany... aku mohon percayalah padaku." Seru Lila menangis sambil memegang tangan Suaminya, tapi langsung di tepis oleh Willi.
" Aku minta sekarang juga kamu keluar dari rumah ini, sebelum aku bertindak kasar padamu." Seru Wlli dengan nada dingin.
" Tapi Hany..."
" Pergii....kataku..." Teriak Willi.
Dengan langkah berat, Lila pun keluar dari rumah Suaminya, dengan air mata berderai.Lila terus menangis sepanjang jalan.
" Aku sama sekali tidak pernah mengkhianati mu Hany.., kenapa kau tidak percaya padaku.." Serunya sambil terus menangis, dengan menarik sebuah koper.
Tiba - tiba Lila merasakan dunianya gelap, dan matanya berkunang - kunang. Dan akhirnya Lila pun pingsan di tengah jalan.
Bruukk"
Sementara di kediaman Sunil Kapoor.
Emeli tampak tertawa bahagia, rencananya untuk memisahkan Lila, dan Willi telah berhasil.
__ADS_1
"Makanya jangan coba - coba bermain denganku anak kecil, kamu tidak tau siapa aku." Bathinnya tersenyum sinis.