
🏚️ Pagi hari kediaman Thomshon🏚️
Willi yang baru selesai mandi, sedikit terkejut melihat Lila menggunakan uang koin, menggaruk area sekitar leher, hingga mencapai dadanya, membuat tanda - tanda merah di sekitar situ.
" Apa yang kau lakukaann..!, mengapa kau menyakiti dirimu sendiri? tanya Willi dengan nada heran.
Lila mendengus kesal mendengar pertanyaan Willi.
" Omm.., Om bodoh banget sihh..!, Om kan tau kalau orang rumah ini, taunya semalam kita habis anu- anuan, Om lupa apa tadi malam, malam pertama kita.Tapi semalam kita ga ngapa- ngapain Omm.., jadi Lila ga mau ada orang yang curiga kalau pernikahan kita ini,atas dasar saling mencari keuntungan, jadi Lila sengaja lakuin ini, biar mereka percaya kalau semalam kita habis gituan Omm, bagaimana Lila pintar kaaann...! serunya tersenyum.
" Ahhh...., terserah kamu sajalah anak kecil" ucapnya dengan nada kesal.
" Dasar om jelek, pengangguran udah bagus Lila punya akal yang pintar" Gerutu Lila dalam hati yang merasa kesal dengan Willi.
🍇Ketika sarapan pagi🌮
Pagi hari seperti biasanya, mereka pun sarapan bersama.
Louis langsung tersedak makanan, saat melihat Lila menyambangi mereka dengan percaya dirinya, tanpa ada rasa malu sedikitpun.
__ADS_1
" Pagii..., semuanya"
Orang - orang yang sedang menikmati sarapan pun, hanya tersenyum - senyum melihat leher Lila , yang penuhi tanda merah.
" Pagii..., sapa Willi yang baru saja datang.
" Pagii....!, Ucap Louis tersenyum.
" Willi kamu diam- diam ternyata ganas juga yaa...!!, Ucap Edward tersenyum.
" Ganas apa bagaimana Omm..?, seru Willi yang sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan Omnya.
Wili langsung terbatuk- batuk, mendengar ucapan sepupunya, yang sama sekali tidak benar, karena sesungguhnya ia, dan Lila sama sekali tidak melakukan apapun.
Willi langsung mengalihkan pandangannya, terhadap Lila, dan ia terlihat sangat kesal, karena gadis itu tampak santai, dan sama sekali tidak terganggu dengan ucapan suami kakanya.
" Dasar anak kecil, dia sengaja ya buat aku malu, padahal semalam kami sama sekali tidak melakukan apa - apa" Bathin Willi yang terlihat kesal pada Lila
" Semalam kalian lakuinnya sampai jam berapa sihh Laa.., terus ngomong - ngomong sepupuku ini hebat ga di atas ranjang?, Tanya Louis.
__ADS_1
" Kamu apa'an sihh sayang, tanyanya kok yang bersifat pribadi gitu" seru Intan memperingatkan suaminya.
Sementara Lila nampak santai, dan iapun menjawab pertanyaan Kaka iparnya.
" Meemmm, semalam aku sama Om Willi, lakuinnya sebanyak empat kali, lho ka Louis, kami lakuinnya hingga jam lima pagi, Ka tau ga Om Willi itu, ganas banget di atas ranjaangg.., Lila aja sampai Lari ngunci diri di kamar mandi, karena Om Willi, maunya lakuin terus, kaannn..., Lilanya bisa mati di Ka di atas ranjang karena kelelahan, kalau kami lakuinnya , ga berhenti - berhenti" Seru Lila dengan tidak ada rasa malu, padahal yang di ucapkan semuanya itu, sama sekali tidak betul.
Semua orang yang berada di ruang makan itu, hanya tertawa mendengar ucapan Lila , dan Willi betapa sangat kesalnya dia saat ini pada istri kecilnya itu, karena semua yang di ucapkan Lila sama sekali tidak betul.
" Willi , Willi ,kamu ini ternyata diam - diam menghanyutkan" seru Vivian menggoda keponakannya.
" Om Willi pasti sekarang lagi kesal sama aku" Gumam Lila dalam hati sambil menatap Willi, yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
" Willi, jam berapa kalian akan berangkat ke bandara" Tanya Edward
" Jam 1.00 siang Om.."
" Lila ingat sampai disana jangan aneh - aneh yaa.." Ucap Intan memperingati adiknya.
" Beres Kaa.., Lila akan menjadi istri yang baik buat Om Willi" Seru Lila sambil tersenyum.
__ADS_1