
🌟 kediaman Thomshon🌟
Intan duduk termenung memikirkan pertemuannya dengan Santi 2 hari lalu, perkataan Santi masih terngiang - ngiang di telinganya sampai hari ini.
Apalagi mengingat Santi adalah cinta pertama suaminya, dan mereka menjalin hubungan cukup lama, membuat ia jadi gelisah.
" sayang apa yang kamu pikirkan"
" sayang kamu mau pergi kerja ? tanya Intan
" ia ,habis dari tadi kamu tuhh ngelamun terus, suami mau kerja, sampe g nyadar" ucapnya dengan sedikit cemberut
Intan berjalan ke arah suaminya, dan langsung menggantungkan kedua tangannya di leher Luis
" sayang, hari ini g usah ke kantor yaa! dengan nada manja.
" tumben kamu ngomong gitu ,biasa kamu g suka liat aq ada di rumah" ucap Luis menatap heran istrinya.
Intan kembali memikirkan perkataan Santi, kalau wanita yang di cintai Luis adalah dirinya, mengingat itu semua membuat ia terbakar api cemburu, dan ada rasa takut kehilangan pada dirinya, apalagi memiliki suami seperti Luis, yang memiliki wajah tampan, dan juga mapan, pasti banyak wanita di liuar sana yang ingin menjadi pendampingnya.
" sayang apa yang kamu pikirkan" dengan nada heran.
Tanpa menjawab Intan langsung mencium bibir suaminya dengan sangat agresif, yang membuat Luis sangat terkejut dengan tindakan istrinya yang tiba - tiba.
Intan terus mencium, dan tangan nya sudah menyentuh area sensitif suaminya, rasa cemburu, dan rasa takut kehilangan membuat wanita yang tengah mengandung itu, bertindak sangat agresif.
__ADS_1
" sayang " ada ,apa ini?
" kamu diam g usah banyak ngomong!! dengan nada sedikit kesal.
Intan terus menggerayangi tubuh suaminya, dan bibirnya mulai mencium leher dan memberikan tanda merah di sana.
Intan mendorong tubuh suaminya keatas ranjang ,dan mulai melanjutkan aksinya.
" sayang tolong jangan seperti ini, aq ada rapat sayang" ucap Luis ketika Intan mulai memberikan tanda merah di dadanya, dan tangannya mulai memegang milik suaminya, yang telah menegang.
Seketika Intan langsung berhenti dari kegiatannya, begitu mendengar ucapan Luis kalau ia ada rapat pagi ini
" kamu ada rapat sayang ?
" meeemm" dengan nada kesal
" katakan padaku ada apa? tanya Luis
" ga, g ada apa - apa, sangkalnya
" g mungkin aq jujur, kalau aq melakukan ini semua karena cemburu" bathinnya.
Luis kembali merapikan pakaiannya, yang sudah sedikit terbuka.Ia sedikit kesal ketika melihat lehernya ada tanda kepemilikan yang di ciptakan istrinya.
" sayang ini bagaimana hilanginnya, aq harus rapat hari ini .Ucapnya sambil menunjukkan lehernya yang ada tanda merah
__ADS_1
" tenang suamiku aq tau ko cara hilanginnya" ucapnya tersenyum ,dan pergi ke meja rias untuk mengambil foundation.
Intan menghampiri suaminya, dan mulai mengoles foundation itu di leher suaminya yang ada kepemilikan darinya.
" sudah ,coba liat di kaca g ada lagi kan?
Luis lalu berjalan ke meja rias istrinya, dan memperhatikan lehernya, setelah melihat tidak ada tanda kepemilikan dari istrinya, baru ia merasa lega.
" sayang" dengan nada manja
" iya ada apa" sambil mengancing kembali kemejanya.
" hari ini aq ikut kekantor yaa!!
" apaa, apa aq g salah dengar" jawab Luis sedikit kaget.
" memang g boleh, jangan sampai kamu ada selingkuh ya sama karyawan kamu, jadi kamu terkejut mendengar aq mau ikut kekantor" ucap Intan yang terlihat posesif
" g sayang, hanya kaget aja ,g biasanya kamu mau ikut aq kekantor" ucapnya
" tapi hari ini aq pengen ikut sayang" dengan wajah memelas
" ya sudah ganti pakaian kamu" kita pergi sekarang" ucap Luis
" ya sudah tunggu ya sayang , aq ganti pakaian dulu" ucapnya dan berjalan menuju ruang ganti
__ADS_1
"ada apa ya dengan istriku, tadi nyerang aq secara mendadak , sekarang minta ikut kekantor, semakin posesif dia sama aq" bathin Luis