Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
Ep.188.S2.M.O.M.Belajar mengemudi.


__ADS_3

Disebuah taman yang sangat luas, disinilah Willi ,dan Lila berada.


Bukan tanpa alasan, kehadiran mereka disini, karena Lila ingin belajar mengemudi.


" Sayang aku gugup." Seru Lila telah memegang setirnya.


" Kalau kamu gugup, kapan kamu bisanya Laa..!!


Lila menarik nafas, dan menghembuskan secara perlahan.


" Tenang hany...,aku bisa" Seru Lila menyemangati diri sendiri.


" Tentu sayang, aku yakin kamu pasti bisa." Ucap Willi sambil membelai lembut, puncuk kepala istrinya.


Lila mulai menghidupkan mesin mobilnya, dan mulai memutar - mutar setirnya, wajahnya terus menyunggingkan senyuman karena ,ia berhasil menjalankan mobil, dan semua masih berjalan normal.


" Hanny..., aku bisakan." Seru Lila dengan percaya dirinya.


" Sayang hati - hati, awas ada pedagang yang berjualan." Seru Willi ketika mereka mulai keluar dari taman, dan menuju jalan raya.


" Tenang hany, aku pasti bisa.Istrimu ini bisa di andalkan." Seru Lila dengan memuji dirinya sendiri.


Lila mengemudikan mobilnya, dan senyum terus terukir di wajahnya, karena walaupun Willi baru sekali melatihnya, tapi ia langsung bisa menguasai.


" Sayang..., awas ada orang didepan...!! Teriak Willi, pada istrinya karena ada pedagang yang sedang melewti mereka.


" Paa..., awas Paa..." Teriak Lila dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya,menyuruh pedagang itu untuk mundur.


" Injak remnya, sayang.."


" Aduh sayang bagaimana...!! Teriak Lila panik


" Injak remnya...!! Teriak Willi

__ADS_1


Lila yang sudah bingung, dan panik tidak tau harus melakukan apa. pedagang itu tersebut, dengan cepat menghindar dan hasilnya, ia malah masuk kedalam selokan.


" Dasarrr..., ga tau diri, ga tau di untung...awas kalian...!! Teriak pedagang itu dengan nada penuh amarah.


Karena Lila tak mampu mengatasinya,alhasil mereka menabrak sebuah pohon.


"Sayanggg, injak remnya..." Teriak Willi lagi


" Aduhh , bagaimana aku ga ngerti...,ahhh " Seru Lila alhasil ia ,dan Willi menabrak sebuah pohon.


" Brukkk..."


Dan keluarlah asap pada mesin mobilnya.


Lila dan Willi, saling berpandangan.Willi mengusap kasar wajahnya, karena hampir saja ia dan istrinya menabrak orang, dan hampir saja mereka celaka.


" Hany.., kita masih didunia inikan..?


" Sayang.., kamu hampir saja membuat kita berpindah alam." Seru Willi sambil menghela nafas berat.


" Tok...


" Tok..


" Tok..


" Hei..,buka pintunya cepat...!! Teriak pedagang kue itu.


Willi langsung membukanya,dan keluar dari dalam mobilnya.Sementara Lila, tampak menundukkan kepala karena dialah sumber dari kekacauan ini.


" Ada apa Paa...!! Tanya Willi


" Ada apa , ada apa, anda ga liat apa, gara - gara kalian barang dagangan saya pada hancur semua, dan badan saya jadi bau gara - gara masuk keselokan." Seru pedagang itu dengan nada kesal.

__ADS_1


Willi berusaha menahan tawanya, karena meihat penampilan pedagang itu terlihat sangat kacau.


"Maaf Paa, kami ga sengaja soalnya saya sedang melatih istri saya mengemudi.


Lila yang sedari tadi menjadi penonton setia langsung keluar menyambangi Suaminya, dan pedagang itu.


" Permisi Paa..., maaf jangan marahin Suami saya. Karena saya yang menyebabkan insiden ini." Seru Lila sambil menundukkan kepalanya.


" Maaf, maaf, pokoknya saya ga mau tau.Anda berdua harus,mengganti rugi semuanya.


"Tentu paa.., saya akan mengganti rugi semuanya." Jawab Willi tersenyum.


" Sayang kamu tolong ngambil cek di dalam mobil." Seru Willi pada istrinya.


Tanpa menjawab Lila langsung, mengambil cek kosong, dan memberikan pada Suaminya.


" Ini Hany.." Serunya sambil menyerahkan cek tersebut.


Willi meraihnya, dan menulis angkah disana, dan membubuhi tanda tangannya.


" Ini Paa..." Seru Willi sambil menyerahkan cek tersebut.


Seketika mata pedagang itu langsung terbelalak, melihat angkah yang tertulis di dalam cek tersebut.


" Aduhh..., Pa kalau begini di tabrak berkali - kalipun saya mau.Ya sudah silahkan di lanjutin mengemudinya, saya permisi dulu." Seru pedagang itu sambil berlalu pergi.


Lila menatap kesal pedagang, yang telah pergi.


" Dasar mata duitan..." Serunya sinis


" Sudahlah Sayang, syukur - syukur orangnya ga apa - apa. Jadi kita berdua masih bisa bernafas lega, coba kalau dia meninggal atau apa, kita berduakan bisa masuk penjara."


" Ia Hany.., maafkan aku yaa.., tapi kayanya hari ini kita sampai disini aja dulu, aku lelah." Seru Lila sambil memeluk manja lengan Suaminya.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu aku telepon Robert dulu, biar dia menjemput kita."


Lila hanya mengangguk, dan tersenyum.


__ADS_2