
Wiliam langsung berjalan menghampiri Lila, dan Santi yang tengah bergulingan di atas lantai, dan tangan Lila terus menarik rambut wanita itu.
" lepaskan rambut ku anak kecil " teriak Santi
" tidak akan tante genit" ucapnya yang enggan melepaskan rambut Santi.
" Lila apa yang kamu lakukan" teriak Wiliam , dan berusahan melepaskan tangan Lila yang terus menarik rambut Santi.
" lepaskan aku , lepaskan aku om jelek, aku tidak terimah dia menghina kakaku.
" tapi kamu tidak malu apa semua orang menonton mu" ucap nya terus berusaha melerai perkelahian itu.
" lepaskan aku om, teriak Lila yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Wiliam, yang erat memeluk pinggangnya. Ketika Wiliam telah berhasil memisahkan ia, dan Santi dari perkelahian itu.
" ayo kita keluar" ucapnya menarik paksa tangan Lila, yang masih tetap ingin melanjutkan perkelahian mereka.
Ketika mereka telah diluar.
" om kita mau kemana" tanya Lila ,dan berusaha melepaskan pegangan tangan Wiliam yang menggenggam tangannya.
" mau pulang bodoh" ucapnya tegas , dan menatap tajam Lila
" tapi om aku belum membeli gaunnya" ucapnya dengan nada sedikit manja terhadap Wiliam.
Wiliam menarik nafas, dan berusaha untuk menahan emosinya terhadap Lila.
" ya sudah kamu ikut aku, aku akan membelikan mu gaun, kita beli gaun di butiq sahabat aku saja"
" apa, om mau membeli aku gaun? tanya Lila dengan wajah sumringah
" iya anak kecil" ucapnya tersenyum
" wahhh, terimah kasih om" ucap Lila tersenyum ,dan tanpa sadar memeluk Wiliam.
Mendapatkan pelukan tiba - tiba dari Lila tubuh Wiliam membeku seketika, dan ia menjadi sedikit gugup dengan pelukan dari gadis remaja itu.
__ADS_1
Lila yang menyadari tindakan refleknya segera melepaskan pelukannnya, dan senyum - senyum sendiri.
" maaf om Lila, ga sengaja" ucapnya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" ya sudah ayo kita jalan"
" oke omm" jawabnya dengan semangat.
Ketika berada di dalam mobil.
" om kita mau beli gaunnya di mana ?
" di butiq sahabat saya , di daerah Denpasar, memangnya kenapa?
" ga sih cuman nanya aja, bisa ga Lila minta beli gaunnya 2, supaya nanti kalau satunya Lila ga suka atau ga cocok Lila bisa makenya yang satunya, boleh ga om?
" ia deh boleh!
" serius om?
" terimah kasih yaa om , ternyata om tampang nya aja yang jelek tapi hatinya baik banget" ucap Lila yang tanpa sadar membuat Wiliam kembali menahan kekesalannya pada gadis itu.
Kini mereka telah tiba, di butiq Susi milik sahabat Wiliam.
Lila tampak tidak sabaran ,dan dengan tergesa - gesa memasuki butiq tersebut.
" pagi nona, ada yang bisa saya bantu? sapa salah satu karyawan butiq
" pagi nona , ada yang bisa saya bantu" sapa seseorang yang tak lain adalah Susi pemilik butiq.
" saya mau nyari gaun pesta tante" ucap Lila tersenyum.
" ayo ikut saya, saya akan menunjukkan gaun koleksi terbaru saya sesuai dengan umur nona" ucap Susi ramah.
Lila tersenyum gelisah, ketika akan menapaki kakinya menyusul langkah kaki Susi menuju, tempat yang khusus menjual gaun - gaun pesta.
__ADS_1
dimana sih tuh, om jelek aku udah masuk tapi dia belum nongol- nongol, awas saja kalau dia berani bohongin aku, aku akan balas dia nanti" bathin Lila yang terlihat tampak gelisah karena Wiliam belum menyusulnya kedalam butiq.
Tak lamapun muncul sosok Wiliam yang baru saja masuk.
" Wiliam, teriak Susi kegirangan sambil merangkul sahabatnya itu.
Dan Wiliam pun membalas pelukan Susi, dan tersenyum terhadap wanita yang tak lain adalah teman kampusnya itu.
" ihh, om jelek ini ternyata diam - diam genit juga yaa, jadi takut aku" bathin Lila yang merasa risih ketika melihat Susi, dan Wiliam berpelukan.
" kapan kamu kesini, dan kamu mau membeli
pakaian yang mana biar aku Carikan yang cocok untuk mu"
" aku datang 1 minggu yang lalu, dan aku kesini bukan membeli baju untuk ku, tapi membeli gaun untuk gadis kecil itu, ucap Wiliam sambil menunjuk kearah Lila yang tengah menatapnya.
" wahh, kamu ternyata suka daun muda juga yaa! ucap Susi tersenyum menggoda sahabatnya itu
" enak aja, aku masih waras , mana mungkin aku suka sama anak kecil" ucapnya dengan wajah yang terlihat jutek.
" ya sudah ayo kita kesana, ayo nona Lila" ucap Susi mengajak Wiliam, dan Lila untuk melihat gaun - gaun pesta.
Wiliam duduk sambil tersenyum, menatap Lila yang sedang mencoba satu - satu gaun pesta.
***minta dukungannya Kaka, Kaka.
Rate bintang 5
komnt,
like
dan vote
__ADS_1
makasih***.