
Setelah selesai membersikan diri, Lila duduk menghampiri dinding perusahan yang dapat melihat keindahan kota London.
Ia tersenyum menatap keindahan kota itu, yang di penuhi dengan gedung - gedung pencakar langit yang menambah elegantnya kota itu.
" Tidak terasa sudah 3 bulan aku berada dikota ini, semoga saja hubungan kami bisa bertahan selamanya.Karena sampai sekarang , Ibu mertuaku belum menerimah kehadiran ku" Gumam Lila sambil menghela nafas panjang.
Lila menggelegarkan pandangannya, dan tanpa sengaja pandangan matanya menangkap sebuah buku Dayri.
Karena sangat penasaran, ia langsung meraih buku tersebut, yang terselip di antara buku - buku yang lain yang tersimpan rapi di sebuah rak.
Dia meraihnya, dan karena rasa penasaran Lila langsung membuka dan ingin sekali mengetahui isinya.
Hal pertama yang ia temui adalah, sebuah foto kebersamaan Willi ,dan Khatarina semasa saat mereka masih menjalin hubungan. Seketika air mata Lila langsung lolos begitu saja, dari kedua sudut matanya.
" Ternyata sekeras apapun aku berusaha untuk meluluhkan hatinya, tapi tetap saja hatinya dia masih tetap ada wanita itu.Bathin Lila tersenyum miris.
Ia membalikkan kedua foto tersebut, yang bertuliskan I LOVE U FOREVER.
Lila menghembuskan nafas kasarnya, tanpa pikir panjang ia langsung meraih tasnya, dan berlalu keluar dari kamar itu.
" Aku mau pulang...!! Serunya dengan nada kesal, sambil berlalu menuju pintu.
__ADS_1
Willi sedikit terkejut, dan langsung menghentikan kegiatannya, dan menghampiri Lila.
" Kamu ngapain mau pulang, tadi katanya mau tungguin aku. Bukannya kita mau latihan mengemudi dulu..? Seru Willi sambil memegang tangan istrinya.
Lila langsung menghempaskan tangan Willi dengan kasar.
" Aku benci sama kamu...!! Seru Lila dengan air mata telah menetes.
Seketika Willi langsung menampilkan ekpresi bingung, menatap heran istrinya yang tengah menangis.
" Katakan padaku ada apa Laa...? Tanyanya pelan.
" Tanya ajah sama diri kamu sendiri" Serunya dengan nada kesal, dan ingin meninggalkan ruangan Willi, tapi tangannya langsung di cekal.
" Aku ga akan biarin kamu pergi, sebelum kamu mengatakan ada apa..!! Seru Willi dengan nada tegas.
" Hany..., kalau kamu masih mencintai wanita itu kembalilah padanya.Kamu bisa menceraikan aku, aku tidak mau jadi penghalang buat kalian berdua." Serunya menangis sesegukan.
Seketika Willi langsung terdiam, dan ia langsung mengetahui, pasti Lila sudah melihat Dayrinya, dan foto - foto ia dan Khatarina.
Willi langsung mendekat kearah istrinya, dan memegang kedua pundaknya.
" Maafkan aku karena belum sempat membuang kenangan - kenangan kami. Tapi aku tidak mau kita bercerai Laa, memang aku menikahi kamu awalnya untuk menghindari perjodohan ku dengan Emeli, dan aku hanya ingin bermain - main saja dengan kamu, tapi itu dulu Laa.., sekarang aku serius dengan pernikahan kita, dan kuharapkan kaupun begitu.Karena sebenarnya aku sudah jatuh cinta sama kamu Lila..!!
Mendengar ucapan Willi, membuat Lila mengentikan tangisannya, dan mengusab air matanya menatap sang Suami.
__ADS_1
' Ma,maksud kamu Hany..? Dengan tatapan intens.
Willi hanya tersenyum, mendengar ucapan istrinya.
" Aku mencintai kamu Lila.., aku jatuh cinta sama kamu.." Seru Willi tersenyum.
Mendengar ucapan Suaminya, Lila langsung memeluk erat tubuh Suaminya, dan menangis bahagia.
" Aku juga cinta sama kamu hany, aku juga sudah jatuh cinta sama kamu.."
Willi melepaskan pelukannya, dan menghapus air mata istrinya.
" Jangan menangis lagi, dan jangan pernah ragu padaku. Karena William Thomshon hanya milik Lila seorang."
" Gommballl..." Seru Lila dengan nada manja, sambil memukul pelan dada Suaminya.
" Auuuwww..." Seru Willi yang berpura - pura sakit sambil memegang dadanya.
" Maafkan aku Hany, a, aku ga sengaja..." Seru Lila dengan ekpresi takut karena melihat Suaminya meringis kesakitan sambil memegang dadanya.
" Waahhhh...." Serunya tersenyum, sambil membuat Lila terkejut karena dia hanya mengerjai istrinya.
" Hanyy....awas kamu " Serunya, sambil mengejar Suaminya yang telah berlari memutar dalam ruang kerjanya.
" Ayoo..., kejar aku Sayang.." Seru Willi sambil terus berlari berputar dalam ruangan itu.
__ADS_1
" Tuan.., ini ada berkas yang ha.." Ucap Robert terhenti dengan menatap heran, pasangan Suami istri yang tengah berkejaran dalam ruangan.
" Apakah Tuan Willi, sudah ga waras.Perasaan aku ga pernah melihat tingkahnya kekanak - kanakkan gini, inilah akibat jatuh cinta. Bisa membuat orang jadi gila,bahkan seorang Presdir seperti Tuan Willi sekalipun.Bathinnya sambil menatap Lila,dan Willi.