Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
ep.182.S2.M.O.M.Berjalan di taman.


__ADS_3

🏫 Kampus🏫


" Silahkan duduk Tuan..." Seru Hana tersenyum ramah.


" Terimah kasih " Jawabnya singkat


" Apakah boleh aku bertanya Tuan..? Seru Hana dengan tersenyum malu, di depan Willi.


Lila mengepal erat tangannya, sepertinya ingin menonjok wakil rektor itu, melihat tingkahnya yang begitu genit di depan suaminya.


" Laaa, kamu tenang yaa, tahan emosi kamu.Jangan sampai gara - gara kecemburuan kamu, membuat kita tidak diterimah di kampus ini" Seru Titin berbisik di telingah sahabatnya.


Mendengar ucapan Titin yang ada benarnya, membuat Lila berusaha menahan emosinya.


" Kalau bukan karena aku ingin menjadi mahasiswi di kampus ini, mungkin sekarang aku sudah memukul wajahnya, yang sok kecantikan didepan suamiku" Bathin Lila yang terlihat sangat kesal.


" Boleh..."


" Apakah anda pengusaha William Thomshon, yang sangat terkenal itu..?


Willi hanya tersenyum, mendengar ucapan Hana.


" Ia aku William Thomshon..!


" Wahh.. merupakan suatu kehormatan bagi kami Tuan, anda datang kekampus ini.Tapi kenapa adik anda kelakuannya sangat berbeda dengan anda, baru sekali kekampus ini tapi sudah membuat masalah."


" Dia bukan a."


Ucapan Willi langsung terpotong dengan perkataan Hana.


" Tidak apa - apa Tuan aku mengerti perkataan anda.Kali ini aku akan memaafkan kesalahan mereka"


" Lila kamu itu, harus mencontohi sifat Kaka kamu, Kaka kamu Willi sangat terkenal di di siplin hingga dia bisa menjadi pengusaha sukses seperti sekarang" Seru Hana menasehati Lila


" Baik Buu.." Serunya tersenyum.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan, dan mendaftarkan diri di untuk menjadi, salah satu mahasiswi di kampus ini.


Merekapun langsung berlalu keluar.


" Maaf kan akuu.." Seru Lila saat berjalan bersama suaminya, disusul dengan Titin, dan Lisa dari belakang.


Sementara dari kejauhan nampak sosok tampan, yang terus menatap mereka.Dia adalah Dilan salah satu mahasiswa dikampus, yang terkenal karena ketampanan , kepintarannya, dan satu nilai plus dari Dilan ialah dia berasal dari keluarga kaya.


" Apakah dia yang bernama Lilaa.." Serunya tersenyum, sambil terus menatap Lila yang tengah asyik berbincang dengan Suaminya, dan kedua sahabatnya.



" Iya dia Lila, salah satu calon mahasiswi baru dikampus ini, dia yang tadi pagi terlibat perkelahian dengan Joys" Seru Heri salah satu temannya.


" Cantik, dan juga menarik" Gumamnya tersenyum.


" Lisa, Titin, kalian pulang bersama, aku akan pulang bersama Lila" Seru Willi ketika mereka telah tiba di area parkiran.


" Tapi Hany, aku masih ingin jalan - jalan sama Lisa, dan Titin" Seru Lila merajuk.


"Tidak, kau harus pulang bersamaku.Kau bisa jalan - jalan dengan mereka lain kali" Seru Willi dengan nada tegas.


"



Mendengar ucapan Willi yang terlihat ada nada sedikit amarah, membuat Lisa dan Titin ingin segera kabur, sebelum mereka berdua kena amukan Willi.


" Lila, maaf yaa..aku sama Titin harus buru - buru, soalnya aku sama dia masih ada urusan,daa Ka Willi" Pamit Lisa


" Daa Om tampan..." Seru Titin pula dan berlalu cepat meninggalkan Lila, dan Suaminya.


" Baiklah Hany, ayoo kita pulang.." Seru Lila menunduk sambil berjalan ke arah mobil Suaminya.


Ketika dalam perjalan pulang Lila hanya lebih banyak diam, dan tidak berkata - kata.

__ADS_1


Gara - gara perkelahian hari ini, membuat rencana ia, dan Lisa yang ingin berkeliling kota London jadi gagal.


" Kau mau kita jalan - jalan dulu..? Seru Willi, sambil menyetir.


Seketika wajah Lila langsung terlihat ceria, dan tersenyum menatap Suaminya.


" Kau mau ngajak aku, jalan - jalan Hany..? Tanya Lila dengan sangat antusias.


" Ia kalau kau mau.." Ucap Willi tersenyum.


" Tentu Hany , aku sangat mauh.."


" Aku akan mengajakmu, kesebuah taman yang sangat indah di kota London"


Tibalah mereka di sebuah taman yang sangat indah, yang terletak di tengah kota London.


Lila tampak begitu antusias, ia langsung membuka pintu mobil, dan berlari ketaman tersebut, dengan tertawa riang.



Willi hanya tersenyum, menatap istri kecilnya yang tampak begitu bahagia.


" Lila, Lila kau kadang - kadang suka membuatku marah, dan kadang - kadang juga suka membuat ku tertawa dengan tingkah konyolmu, hal itu yang membuat ku tidak bisa jauh darimu Lila, dan sepertinya ada perasaan lain yang kurasakan, di saat aku bersamamu, mungkinkah itu cinta Lila" Gumamnya tersenyum, sambil terus menatap Lila.


" Hany ayoo.., kenapa kau masih berdiam disitu"


Willi langsung berjalan kearah istrinya, yang tengah menunggunya.


" Hany apa kau sering kesini..? Tanya Lila sambil menggandeng lengan Suaminya, saat mereka tengah berjalan di area taman.


Willi menarik nafas, sebelum ia berbicara.


" Aku memang pernah kesini Laa.., bersama mantan tunanganku Khatarina"


" Mantan tunangann...sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Meeemm" Jawabnya singkat.


__ADS_2