
"kenapa tidak cerita,kepada Om". Ucap Ridwan, keluarga Zahra satu-satunya sudah memiliki istri.
"Iya,nak Zahra. Kamu kenapa diam,kami ini keluarga kamu". Ucap Liza, istri Ridwan. Zahra, menangis kesegukan di pelukkan tantenya.
"ini tidak bisa di biarkan Zahra,enak sekali mereka menyakiti keponakan ku. Mereka dimana? Kenapa tidak ada". Tanta
"Mereka pulang kampung om, mereka juga tidak mengajak aku. Karena bakalan ketahuan dengan orang di sana, sebenarnya mau ke sana bersama Meta. Untuk membongkar rahasia mereka,biar mereka malu di depan orang-orang banyak". Geram Zahra,ia menghapus air matanya.
"Ya sudah,mas.kita lebih baik ke sana, membongkar semuanya. Biar mereka kapok, sekalian. Enak saja mereka, menumpang di sini. Tapi, kelakuan melebihi setan". Liza,juga ikut-ikutan geram kepada keluarga suaminya Zahra.
"sepertinya terlalu mudah, melepaskan mereka begitu saja. Akan aku cari perusahaan,tempat suamimu bekerja. Siapa tahu,om kenap pemilik perusahaan itu. Biar Wahyu,dapat pelajaran setimpal dengan perbuatannya".
"Benar mas,jangan biarkan mereka bersenang-senang dulu. Beri mereka pelajaran, biar kapok". Sahut Liza.
"Makasih, Om dan Tante. Sudah mau membantu Zahra,". Ucap Zahra,ia tersenyum kecil. Masih untung dia masih memiliki keluarga.
"selagi ada Om,kamu aman Zahra. Entah kenapa perasaan Om dan tante, menghawatirkan dirimu di sini. Makanya kami cepat-cepat, menjenguk keadaan mu. Ternyata benar, keadaan mu tidak baik-baik saja. Baiklah kita ke sana,kita buat mereka malu".
"Iya sayang, mereka sudah keterlaluan terhadap mu. Mempermainkan sebuah ikatan pernikahan seperti ini, untung saja. Kamu bergerak lebih cepat, kalau tidak semuanya akan hilang". Kata Liza,ia tersenyum manis.
Zahra, langsung mengangguk kepala. Mereka bersiap-siap menuju kampung halaman suaminya,ia akan membongkar rahasia mereka tepat di hari pernikahan keluarga suaminya.
******
Sedangkan di tempat lain.
Wahyu, langsung terkejut melihat status WhatsApp Zahra. Ia sedang berkumpul bersama Om Ridwan dan Tantenya Liza di rumah.walaupun Wahyu,hanya sekali bertemu dengan Om dan Tante Zahra di saat akad nikah. "Kapan Om Ridwan dan Tante liza. Ke rumahnya, apakah zahra mengatakan sejujurnya. Aduhhh...bisa gawat ini".
"Gawat kenapa,mas? Kok kamu kaya ketakutan seperti itu,". Tanya Arini.
"Ini sayang, Om Ridwan dan Tante liza. Keluarga zahra, mereka menjenguk keadaan Zahra. Kalau Zahra, sampai membongkar apa yang kita lakukan kepadanya. Bisa gawat ini,apa lagi menguras uangnya terlalu banyak. Sedangkan aku,tidak pernah memberikan nafkah uang ". Wahyu,nampak gelisah. Ia mondar-mandir tak karuan.
"Coba kamu, kirim pesan kepadanya mas. Jangan sampai Zahra, ngomong macam-macam. Bisa-bisa nanti,kita di usir dari rumahnya". Kata Arini.
Dengan cepat Wahyu,mengirim pesan kepada istri mudanya itu.
[Dek,kapan Om Ridwan dan Tante liza. Menemuimu,kenapa mereka tiba-tiba datang. Tidak menghubungi kamu, duluan. Apa jangan-jangan,kamu tidak memberitahu kepada mas. Kamu,tidak ngomong macam-macamkan. Seperti menjelekkan kelakuan ku, kepadamu]
Wahyu, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Hatinya gelisah, menunggu balas pesan Zahra.
[tenang saja mas,aib keluarga ku mana mungkin memberitahu kepada Om dan Tante. Bikin tambah pikiran saja, mereka beberapa hari menginap di rumah ini. Aku sudah bilang,jika mas keluar kota karena pekerjaan. Alhamdulillah, Om dan Tante percaya kok]
Saat membaca pesan dari Zahra, Wahyu langsung lega dan tidak gelisah lagi.
"Baguslah mas,kalau Zahra tidak membongkar semuanya. Mas,aku minta uang dong. Uang kemarin sudah aku kasih, kepada ibuku". Rengeknya Arini.
__ADS_1
"Uang mas,sudah banyak habis. Sisa untuk makan kita di sini sama pulang, berhemat dong. Kamu sudah banyak, menghabiskan uang Maya". Kata Wahyu, sambil mengetik pesan.
[Dek,kirimin mas uang. Buat isi amplop,masa kamu tidak menyumbang uang kepada keluarga mas]
"Mas, coba minta uang kepada Zahra.siapa tahu dapat" ucap Wahyu, merangkul pundak istrinya.
[Gak mas,coba saja kamu memberikan uang nafkah kepadaku. Aku juga tidak pelit kepadamu,lebih baik tidak usah memberikan uang kepada mu. Sama seperti mu,aku belajar darimu]
Wahyu, meremas benda pipih di tangannya. Balasan dari Zahra, membuat dia emosi
"istrimu itu, keterlaluan mas. Ingin sekali aku, membongkar rahasia kita. Percuma mas,kamu mempertahankan zahra. Tidak ada hasilnya sama sekali,pelit dan perhitungan". Bentak Arini, dengan emosi.
"Biar pulang nanti kita bongkar dengan hubungan kita,mas sudah muak dengan Zahra. Biar dia merasakan sakit hati,". Ucap Wahyu,ia tersenyum kecil.
"Benarkah mas,aku senang sekali". Arini, membalas pelukan suaminya.
Wahyu dan Arini, bergandengan tangan keluar rumah. Hanya berhalat rumah saja, mereka sudah sampai di acara pernikahan keluarga.
Wahyu dan Arini, langsung menghampiri bu Yuni. Tengah bergabung dengan ibu-ibu lainnya, terlihat jelas gelang emas sangat banyak. Membuat orang-orang melihatnya,tampak iri saja.
Perhiasan di pakai Arini dan mertuanya, terbukti emas asli bukan KW.
"Kira-kira kapan kalian,akan pergi ke kota". Tanya salah satu ibu-ibu.
"Palingan cuman satu minggu di sini,biasa urusan pekerjaan. Anakku hanya di beri cuti, sedikit". Jawab bu Yuni, tersenyum sumringah.
"wahh.. silahkan di nikmati hidangan-hidangannya. Terimakasih, banyak bu Yuni. Sudah jauh-jauh datang,ke sini. Senang jadinya". Ucap ibu Sarah,ibu kandung mempelai wanita.
"Kitakan keluarga,mana mungkin tidak datang". Kekehnya bu Yuni.
Wahyu, langsung mengajak istrinya makan. Banyak orang-orang lain,merasa iri kepada Arini. Karena di perlakukan seperti ratu, oleh suaminya.
Beberapa saat kemudian. Zahra,Om dan Tantenya. Akhirnya sampai di tempat acara pernikahan keluarga suaminya, mereka masuk ke dalam.
Orang-orang mengira, mereka adalah tamu undangan dari jauh. Sontak Zahra, melihat suaminya sedang romantis kepada Arini.
Karena asyik berbincang dengan kerabat lainnya. Wahyu, Arini dan bu Yuni. Tidak sadar dengan kedatangan Zahra dan keluarganya.
Ridwan, rahangnya mengeras saat melihat kelakuan suami Zahra.
"Maaf,mau nanya. Apa Wahyu dan Arini,itu pasangan suami-istri" tanya Liza, kepada salah satu ibu-ibu di dekatnya.
"Ehh..benar bu,maaf. Kalian siapa yah, tamu dari jauh". Tanya ibu itu.
"Benar bu,kami tamu undangan dari jauh". Jawab Zahra, dengan cepat.
__ADS_1
Zahra, dengan geram kepada suaminya dan keluarga benalu itu. Ia mendekati suaminya,yang masih tak sadar kehadiran Zahra.
Prokk...prokkk...prokkk...
Zahra, bertepuk tangan ketika orang-orang sekitar tercengang. Begitu juga Wahyu, Arini dan bu Yuni.
Syok siapa yang bertepuk tangan. Bu Yuni, langsung berpegangan pada kursi. Ia tak mampu berdiri,karena lututnya sudah lemas saat melihat siapa di hadapannya.
"kenapa mas,kenapa? Kalian kaget,aku ada di sini". Kata Zahra, dengan santainya. "Waw...hebat kamu mas,aku kecewa kepada mu".
"Wahyu,siapa dia? Kenapa dia berbicara seperti itu..ehh...kamu siapa". Tanya seorang ibu-ibu di tempat.
"kalian ingin tahu,siapa dia? Dia adalah zahra, istri Wahyu". Ucap Liza, mampu membuat orang-orang kaget saat mendengar ucapan Liza.
"Bu-bukan aku,tidak mengenal siapa dia? Istri ku hanya Arini,". Jawab Wahyu,ia sangat gugup.
"Ehhh...jangan ngaku-ngaku,dia ini suamiku. Atau jangan-jangan kamu pelakor,yah". Bentak Arini.
"Nah bisa jadi,kamu pelakor kan". Ibu-ibu lainnya menanyakan hal itu kepada Zahra. banyak ibu-ibu mengolok-olok diri Zahra, seakan-akan dia adalah pelakor.
"Ayo,mas. katakan kepada mereka,siapa kau sebenarnya mas? kenapa diam,kamu takut atau malu ha. karena rahasia kamu ke bongkar,hemm". ucap Zahra, tersenyum semerik. panas dingin bercampur aduk,yang di rasakan oleh Wahyu.
"Apa-apaan kamu, Zahra. jangan bikin ulah kamu,jangan mempermalukan keluarga ku". Wahyu, mencekam tangan Zahra.
"Oh, asalkan kalian tahu ibu-ibu. Dia istri pertama mas Wahyu, berkedok menjadi seorang adik. agar aku, tertipu lalu menikah dengan nya". zahra, menunjuk ke arah Suaminya.
tentu saja cibiran orang-orang sekitar semakin menjadi-jadi,bu Yuni tak sanggup lagi berbicara.
"Diaaaammm....dia adalah keponakan saya, Wahyu dan keluarganya sudah menipu keponakan ku. Kalian harus tahu, sebenarnya mereka tidak lah kaya raya. Hidup juga menumpang di rumah keponakan ku, mereka melancarkan aksinya. Wahyu mengaku jika Arini adalah adiknya. Bukan istri,". Tegas Ridwan.
Liza, memberikan sebuah video akad nikah dan foto-foto kebersamaan Zahra dan Wahyu. agar orang-orang sekitar, mempercayai ucapan Zahra dan keluarganya.
"Huuuuu....gak nyangka keluarga bu Yuni, penipu".
"Huuuu... menipu,tidak tahu malu".
"Pergi sana... dasar penipu ".
Wahyu dan Arini, mereka di lempar dengan air gelas di meja. Begitu geram ibu-ibu dengan kelakuan mereka.
"Tenang ibu-ibu sekalian, ini kalian hanya salah paham. Hentikan ". Teriak Wahyu,ia segera meninggalkan acara tersebut. Begitu juga Arini, mereka meninggalkan bu yuni yang di tahan ibu-ibu lainnya.
Zahra, tersenyum puas. Atas menimpa mereka,ia juga mendekati mertuanya. Dari tadi,hanya diam tanpa bersuara apa-apa.
Keluarga dekat juga, memaksa agar bu yuni mengaku dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Tentu saja kerabat dekat,sangat malu. Karena masalah sudah selesai, akhirnya Zahra dan keluarganya pamit pulang.
"Aaaakkhh...sakiiittt..... toooloong....". teriak seorang wanita,darah mengalir deras di pangkal pahanya.