
Pagi hari yang cerah,dua insan pengantin usang. Belum bangun juga, Zahra masih terlelap dalam tidurnya.
Cahaya matahari,masuk ke dalam celah-celah tirai. Sehingga Davis,bangun dan mengerjapkan bola matanya. Ia tersenyum kecil,saat mengingat malam panjang.
Davis, menoleh ke samping. Ia melihat Zahra, masih memejamkan matanya. "Tidurlah,sayang.. kau masih terlihat begitu kelelahan akibat malam panjang kita". Ia berlahan-lahan, menurunkan kakinya dari ranjang.
Davis,masuk ke dalam kamar mandi dan memutar kran shower. Air dingin mulai membasahi tub-uhnya,ia terlihat sangat segar.
Dering ponselnya berbunyi, membuat Zahra terbangun dari tidurnya.
"Uuuughhh... badanku, seakan-akan remuk". Zahra, terlihat sangat kelelahan apa lagi tubuhnya pegal-pegal karena permainan panas mereka.
"Huuufff, ponselnya Davis berbunyi. Kemana dia". Zahra, berlahan-lahan mengambil ponsel Davis di atas meja tak jauh letaknya.
Zahra, mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Ia tau,jika sang suami tengah mandi.
Saat ia, melihat siapa yang menelpon suaminya sepagi ini. Matanya membulat sempurna, terpampang nyata nama Keysa. "Ck, ternyata pelakor". Gumam Zahra,ia langsung Kepo dengan ponsel suaminya.
Benar saja,sandi ponselnya sang suami sama dengannya. Sehingga memudahkan mengotak-atik ponselnya. Pertama dia langsung membuka aplikasi berwarna hijau, yaitu WhatsApp.
Beberapa nama pria dan wanita,ia langsung membuka pesan satu persatu. Namun pesan antara suami dan wanita lainnya,tidak ada aneh-aneh. Hanya membahas masalah bisnis semata,tidak ada tanda-tanda apapun apa lagi kecurigaan lainnya.
Zahra,hanya berdecak kesal dan meletakkan Ponsel sang suami kembali ke atas meja. "Sepertinya,ada yang di sembunyikan Davis. Lama sekali,dia mandi". Gumam Zahra, ia Kembali merebahkan tub-uhnya dan menutupi menggunakan selimut. Karena dia masih polos,belum menggunakan pakaian apapun.
Ceklekk.....
Pintu kamar terbuka, terlihat sesosok Davis sudah selesai mandi. Zahra, langsung memejamkan matanya kembali.
__ADS_1
Davis,hanya tersenyum kecil saat melihat Zahra masih terlelap tidur. Ia mulai dengan ide jahilnya dan menghampiri sang istri
"Bangunlah, cepat mandi. apa perlu aku membangunkan dirimu dengan cara lain.hemm...tubuhmu pasti lengket semua karena keringat tadi malam". ia duduk di tepi ranjang dan mengelus rambut Zahra.
Zahra, mengeliyat tubuhnya yang masih pegal-pegal semua karena bergulat panas mereka malam tadi. "hemmm...aku akan mandi, siapkan makanan. aku sangat lapar,tenaga ku terkuras habis oleh mu". kenapa perih sekali,berasa kaya perawan lagi. apa lagi milik Davis, benar-benar jumbo yang menggoda.
"Baiklah,apa perlu aku membantu mu.hemmm". tanya Davis,ia mengulurkan tangannya untuk membantu Zahra.
Zahra, tersenyum sumringah melihat uluran tangan sang suami. ia langsung menyambut uluran tangan Davis dan berlahan-lahan menurunkan kakinya dari ranjang. ia berpegangan pada tangan Davis, karena kakinya masih lemas. sehingga jatuh ke pelukannya, membuat Zahra tersipu malu-malu. "maaf,kakiku benar-benar lemas sekali. tak sanggup melangkah dan masih terasa perih". Ucap Zahra, walaupun dia merasa tak enak mengatakan hal itu.
"Tidak apa,aku akan menggendong mu". Davis, tersenyum merekah karena Zahra tak bisa berjalan karena olehnya.
Davis, menurunkan Zahra di kamar mandi. Tepatnya di bawah shower, berlahan-lahan Davis membuka selimut sang istri. "Jangan malu, bukankah aku sudah melihat seluruh lekuk tubuh mu". Bisik Davis, seketika bulu kuduk Zahra berdiri.
"Davisssss....." Zahra, langsung menahan selimutnya agar tak lepas dari tubuhnya yang hanya di tutupi oleh selimut.
Zahra,yang terbuai suasana dan melingkarkan tangannya di leher Davis. Sehingga selimut yang menutupi seluruh tubuhnya,kini jatuh di lantai.
Terpampang jelas tubuh polosnya, begitu juga Davis melempar sembarangan arah handuknya.
Kini mereka berdua, benar-benar polos. Davis, langsung membuka kran shower dan air membasahi tubuh mereka.
Adegan panas makan tadi,kini berlanjut di kamar mandi. Terdengar suara eran-gan kenik-matan dan desa-han menggema saling bersahutan. sungguh pengantin usang, menikmati bulan madu mereka.
Hampir satu jam, kini Zahra sudah rapi dengan setelan pakaiannya. Wajahnya memerah dan Cemberut karena melayani sang suami.
Sedangkan Davis, hanya cengar-cengir kuda karena puas bermain dengan Zahra. "Jangan Cemberut sayang, bukankah kau menikmatinya hemmm...."
__ADS_1
"Ck,aku berbohong kepadaku. Katanya hanya sekali,tapi berkali-kali. Kaki begitu lemas Davis, perutku juga sangat lapar". Decak Zahra, dengan kesal.
Ting...Nong...Ting...Nong.
"Sepertinya makanan kita sudah datang,aku akan mengambil dan menyiapkan semuanya". Davis, langsung menuju ke arah pintu. Benar saja pesanan makanan mereka sudah datang, Zahra terlihat tersenyum manis.
"Hemmm... terlihat sangat enak dan lezat". Gumam Zahra, sambil melihat Davis menata makanan di atas meja.
"Silahkan, Nona. Ingatlah, jangan buru-buru". Ucap Davis,kini dia duduk di sebelah Zahra dan siap menikmati sarapan siang mereka.
Saat mereka sedang menikmati makan bersama,ada seseorang masuk tanpa ba-bi-bu dulu. "Davis...!!! kenapa lama sekali,tidak keluar dari hotel. ada yang ingin bertemu dengan mu, secepatnya". ucap Kesya, tanpa memperdulikan tatapan tajam Davis dan Zahra.
Namun Zahra, tersenyum smrik dan menatap tajam ke Davis. "Bukankah,kita bulan madu.kenapa dia ada,terus kenapa kamu kerja? Ck, menyebalkan sekali". Gerutu Zahra,ia menghentikan makannya.
"Hemmm.. sebenarnya, aku sibuk banyak urusan. Tapi,ibuku sudah membelikan tiket bulan madu. Padahal aku ingin nanti saja". Jawab Davis, dengan santainya. "Kau keluar lah, tunggu aku di bawah".
"Baiklah,jangan lama-lama". Jawab Keysa, dengan nada kesal. ia langsung meninggalkan Zahra dan Davis,lalu menutup pintu kamar mereka kembali. Sialan,aku di usir oleh Davis.
"Aku memiliki pekerjaan,lain sayang. Bukan hanya bekerja di bidang perhotelan saja,aku memiliki tambang emas terbesar di kota L. Aku memiliki beberapa hotel,hanya menutupi saja. Banyak orang lain, ingin merusak tambang emas ku. Maaf,aku baru sekarang memberitahu mu. Aku juga menjalin hubungan bisnis, dengan beberapa perusahaan lainnya. Investasi itulah yang aku lakukan, sehingga banyak sekali kesibukan". Davis, berlahan-lahan menenangkan hati Zahra.
"Berapa lama,aku ingin jalan-jalan. Aku melihat di ujung sana, banyak orang-orang jualan pernak-pernik yang bagus". Pinta Zahra, walaupun moodnya sudah rusak.
"Aku tidak tahu,berapa lama sayang. Jika ingin pergi, silahkan. Asalkan, hati-hati jaga dirimu. Aku akan menyuruh anak buah ku, menjagamu dari jarak jauh". Davis, sangat menghawatirkan sang istri jika jauh dari pandangan ny.
Jika Davis, pergi. otomatis aku bisa melaksanakan aksi ku kan,tapi masalahnya aku di jaga oleh anak buahnya Davis. bagaimana ini,aki punya ide. batin Zahra, ia mulai menyelidiki apa yang di lakukan Davis. "Baiklah, palingan aku jalan-jalan sekitar sini. tidak perlu anak buahmu,juga tidak apa-apa". senyum merekah Zahra. agar sang suami tidak curiga.
"baiklah,aku pamit dulu. jaga dirimu, baik-baik". Davis, beranjak dari tempat duduknya. Tak lupa mencium bibir Zahra, sebentar.
__ADS_1
Zahra, menatap kepergian suaminya dan menghilang di balik pintu. kini Zahra,juga bersiap-siap untuk pergi meninggalkan kamarnya.