
Sesuai dengan kesepakatan Alzam dan Moana, menikmati makan malam bersama di sebuah restoran.
"Alzam,apa boleh bertanya sesuatu". Tanya Moana, tersenyum manis.
Alzam,hanya mengangguk kepala dan fokus ke arah Moana. "Katakanlah,malam ini bebas apa yang ingin kamu katakan". Kekehnya.
Moana,hanya tersipu malu-malu. Apa lagi memandang wajah tampan,Alzam dan senyumannya. Terlihat,gigi gingsulnya yang manis. "Apa kamu tidak risih, mendengar ucapan anak-anak. Tentang kita,". Moana,yang sudah lama menyukai Alzam. Nampaknya, Alzam hanya menganggap pertemanan. Apa aku bisa, memiliki mu Zam.batin Moana,yang hatinya selalu menjerit ingin memiliki.
"Tidak,sama sekali. Kenapa? Apa kamu terganggu,aku bisa membicarakan tentang ini. Agar mereka, tidak berbicara sembarangan". Jawab Alzam, yang menoleh ke sekitar restoran.
"Zam,apa kamu tidak memiliki rasa suka kepadaku. Jujur, rasanya sakit sekali. Kita hanya sebatas teman,tidak bisakah lebih". Moana, menyentuh tangan Alzam.
Alzam,hanya tersenyum dan membalas genggaman tangan Moana. "Moana,aku tidak bisa menerima atau menolak tentang hubungan lebih dari teman. Aku hanya tidak ingin, terganggu saja. Kita masih berstatus sekolah, aku tidak berniat menjalin hubungan dengan status sepasang kekasih. Maaf,aku sudah menyakiti mu".
Moana,hanya tersenyum kecil. Baru kali ini,dia gagal mendapatkan hari seorang pria. Apa lagi Alzam,pria paling terpopuler di sekolahan atau di luar. "Zam,aku selalu ada untukmu. Satu tahun, Zam. Kita selalu bersama,aku sudah beberapa kali menolak cinta dari pria lain. Hanya untuk mu,tapi nyatanya tidak sesuai harapanku".
"Moana, aku tidak pernah bilang. Jika kamu menunggu dan terus menungguku. Silahkan,kau berhubungan dengan pria manapun. Tidak masalah,kita hanya teman. Bukan berarti, aku tidak menyukaimu dan tidak mencintaimu. Aku memang menyukai mu dan mencintaimu,nyaman di saat kita bersama. Tapi,aku tidak bisa melakukan lebih dari teman". Alzam, berharap Moana mengerti apa yang di katakannya.
Mata Moana,mulai berkaca-kaca. "Ck,aku sudah bodoh. Menantikan hubungan ini, jangan menyesal Alzam. Jika suatu hari nanti,aku berubah dan milik orang lain". Moana,terasa harga dirinya di injak-injak. Dia beranjak pergi meninggalkan Alzam.
"Moana, aku tidak masalah kamu berubah. Mungkin,kamu menjaga perasaan pacarmu nanti". Ucap Alzam, menatap kepergian Moana.
Alzam, hanya terdiam dan mengusap rambutnya ke belakang. Setelahnya,dia baru pergi meninggalkan restoran.
Tentu saja Alzam,tahu Moana pergi kemana. Moana, terbilang perempuan liar dan sering keluar masuk klub malam. Saat ini Alzam, melihat Moana tengah minum-minuman keras bersama pria lain. Setahu Alzam, Moana memiliki geng motor.
Alzam,hanya tersenyum kecil sambil melihat Moana tertawa lepas bersama lainnya.
Karena merasa cukup lama, Alzam langsung keluar dan pergi meninggalkan klub malam tersebut.
Alzam, nongrong di kafe yang terletak tak jauh dari rumahnya. Saat membuka aplikasi berwarna hijau,ada seseorang perempuan meng-upload foto bersama dengan perempuan pujaannya.
__ADS_1
[Pasar malam dulu, mumpung malam mingguan]
Alzam, tersenyum membaca caption tersebut. "Apa aku susul ke sana yah". Gumam Alzam, langsung meninggalkan kafe tersebut. Satu yang membuatnya yang bersemangat, untuk pergi ke sana. Saat melihat mereka berfoto bersama,ada seseorang dibelakang mereka.
Sesampai di pasar malam, Alzam mencari-cari keberadaan mereka.
Alzam, berkeliling di pasar malam.Ternyata, lumayan luas dan padat juga. Matanya tertuju ke arah orang yang berjual pernak-pernik, sepertinya mereka tengah memilih.
"E'ehmmm...". Alzam, berdehem. Sontak mereka membalikkan badan dan nampak heran karena ada Alzam.
"Alzam..! Ke sini juga". Tanya Hyuna, tersenyum manis. Pantesan Jelita, menyukai Alzam. bikin hati meleleh, pasrahkan saja untuk temanku.
"Tumben-tumbenan, katanya mau makan malam bareng Moana". Tanya Jelita. Apa mereka tidak jadi,makan malam bersama. Masa sih? Jangan-jangan di tolak Alzam,atau ada sesuatu.
"Hemm...sudah tadi,terus ke sini. Karena melihat status mu". Jawab Alzam,yang ikut-ikutan memilih pernak-pernik. Matanya sambil melirik perempuan,di hadapannya agak jauh.
"Mau beli juga, buat apa". Tanya Jelita,ia benar-benar sangat senang karena ada Alzam. Jangan-jangan untuk ku,atau untuk adiknya.
"Hyuna, bukankah itu Nadila temannya zyva kan". Jelita, menunjuk ke arah seorang perempuan cantik. Rambutnya sangat panjang,lurus dan di ikat tinggi.
"Iya,aku sampai iri. Dengan kecantikan Nadila,sumpah". Hyuna, mengigit pernak-pernik di tangannya. Kapan yah,aku secantik Nadila. nasip-nasip, punya wajah pas-pasan.
"Hyuna, nanti rusak lo tuh". Alzam, menunjuk ke arah mulut Hyuna.
"Astagfirullah,aku hilaf". Hyuna, langsung menghentikan aksinya. "Terpaksa deh,aku beli". Gumamnya.
"Ehhh...mau kemana Zam". Tanya Jelita, melihat Alzam menjauhi mereka.
"Mau sapa Nadila,ikut gak". Kedi mata Alzam, membuat Jelita terhipnotis olehnya.
"Kuyyy....kami ikut". Jelita, langsung menarik lengan Hyuna. Kapan lagi, bisa menyapa Nadila yang sangat luar biasa di bidang musik.
__ADS_1
"wouy.... pelan-pelan dong". Hyuna, hampir jatuh karena Jelita menarik lengannya.
Kebetulan sekali,teman Alzam langsung menyapanya. "Lo, ngapain kamu ke sini juga zam? Bukankah,kamu sedang malam mingguan dengan Moana". Tanya Shan.
"Sudah tadi,mana yang lainnya". Tanya Alzam,kepada Shan dan Ehan.
"Gak tau, pantesan. Malah gabung sama cewek-cewek cantik,". Kekehnya Ehan. Asyik,ada Jelita dan hyuna.
Membuat Hyuna dan Jelita, tersipu malu-malu. "Bisa saja, kalian". Jawab mereka bersamaan.
Nadila,hanya melirik sekilas ke arah mereka. Memang Nadila,tak seakrab dengan mereka. Ia hanya tersenyum manis, saat Alzam menatap ke arah nya.
"Samperin Nadila,kuyy". Ajak Jelita, menarik lengan Hyuna.
Nadila,nampak tercengang melihat kedatangan mereka. pasalnya, mereka hanya menyapa biasa saja di sekolah.
"Ada apa, tumben-tumbenan". Ucap Nadila,kepada Jelita dan Hyuna. Tak lama Alzam dan temannya, mendekati mereka.
"Gak apa,mana zyva? Tumben,gak ada dia". Tanya Hyuna, tersenyum kecil.
"Zyva,lagi sama mamah nya". Jawabnya, dengan santai. "Hemmm.... barengan aja,biar rame". Ajak Nadila, membuat Jelita dan Hyuna langsung mengangguk setuju.
Betapa bahagianya Jelita, karena Alzam dan temannya. Mengikuti kemana mereka, pergi.
Terkadang foto bersama dan saling bercanda tawa. "Kita foto barengan aja,siap yah". Ucap Jelita, karena saling dempet-dempetan.
Deggg.....
Nadila, terkejut karena merasakan tangannya bersentuhan dengan tangan Alzam. Alzam,hanya tersenyum manis dan malah menggenggam erat tangannya. Nadila, ingin melepaskan tangannya. Akan tetapi, Alzam malah mempererat genggamannya.
Saat foto-foto kebersamaan,telah selesai. Barulah Alzam, melepaskan tangannya. Entah kenapa, hati Alzam berbunga-bunga.
__ADS_1
jangan di tanyakan lagi, bagaimana detak jantungnya Nadila. dia bingung harus berbuat apa dan bertanya-tanya maksud dari Alzam apa? apakah dia, menyukainya atau. Jangan ge'er Nadila,karena Alzam seorang playboy.batin Nadila, ia langsung menepis rasa curiganya.