
Zahra, Erwin, Gunawan, Kenny dan kedua orangtuanya Gunawan. Mereka semua menikmati suasana malam,sambil menyantap kue buatan Zahra dan bu Martha.
"Hemm... sudah lama aku,tidak menikmati suasana seperti ini bund". Ucap pak Darren, tersenyum sumringah.
"Benar sekali pah,rami banget. Gak sabar pengen punya cicit, tambah rame". Bisik sang istri, sambil cekikikan.
"Ngomong-ngomong, Zahra emang lagi dekat dengan Gunawan yah. Kayanya kalian cocok deh". Ucap Kenny.
Uhuuuk.... Uhukk..... uhuukkk......
Zahra, Erwin dan Gunawan. Mereka batuk bersamaan, membuat Kenny mengerutkan keningnya.
"Kalau ngomong gak usah kemana-mana Kenny,aku sama Zahra hanya teman,". Sahut Gunawan, sebenarnya tidak enak hati kepada Erwin. Sial, bakalan marah Erwin denganku.
"Benar,aku dan Gunawan hanya berteman". Sahut Zahra,ia tersenyum kecil.
Erwin, tersenyum manis mendengar perkataan Zahra.
"Oh, kenapa kalian gak jalin hubungan saja. Siapa tahu,di coba dulu lah. Kau tahu Zahra,aku dan Erwin. Hemm... mungkin akan rujuk kembali,". Kenny, langsung menyambar tangan Erwin.
Secepatnya Erwin, menepis tangan Kenny. Tentu dia,tak enak hati kepada Zahra. Begitu juga Zahra,ia hanya diam. Kenapa Erwin, selalu menepis tanganku. kau hanya milikku Erwin,tak akan aku biarkan siapapun memilikimu.
__ADS_1
"Bisa gak,jangan pegang-pegang. Aku gak ada niatan membina rumah tangga lagi bersamamu". Erwin, langsung membantah perkataan Kenny. Kini ia beranjak pergi meninggalkan, ruang tamu dan meninggalkan lainnya. Ck,kenapa juga Kenny segala pegang-pegang? apa lata zahra, bisa-bisa aku di tolaknya. maafkan aku Zahra,bukan maksud untuk meragukan keseriusan ini.
"Kenny,ini semua gara-gara kamu. Lihatlah Erwin, pergi. Itu semua karena kamu,lebih baik kamu pergi dari sini". Tegas Gunawan, mengusir Kenny. Kenapa juga sih, mantan istrinya Erwin? masih mengharapkannya, nyata-nyata dia yang duluan meninggalkan Erwin.
"Gunawan,kamu ngomong apa sih? Nak. Gak baik, main usir saja". Tegur bu Martha. Astaga..anak ini,punya mulut ceplas-ceplos.
"Terserah ibu,deh. Gara-gara dia, hampir membunuh Erwin. Seharusnya kamu, memiliki rasa malu Kenny. Dulu kemana saja? Di saat Erwin, terpuruk dalam kehidupannya". Tanya Gunawan, membuat Kenny jadi gelabakan mendengar ucapan Gunawan. Aiiss....ni mulut,main cerocos aja. kaya burung beo,minta makan.
"Huuuusttt...jangan mengungkit masa lalu itu,lagi. Percuma nak, Kenny tetap dengan pendiriannya. Walau sudah berbuih mulut kita, mencoba menjelaskan semuanya. Yang ada hanya percuma dan sia-sia saja". Sahut bu Martha, membuat Gunawan hanya menghela nafasnya dengan berat. Kuping kenny, sudah tebal. mana mungkin dia, menyadari kesalahannya. kenny, sudah terbiasa seakan-akan dia tak pernah salah. semoga saja, Erwin tak goyah hatinya.
Dengan hati kesal,kenny langsung bangkit dari duduknya. "Aku permisi,dulu". Ucapnya dengan kesal. Kenny,tahu jika keluarga pak Darren tidak menyukai dirinya. Sial, bagaimana bisa? mereka mengungkit masa lalu,di hadapan Zahra. seakan-akan aku,di rendahkan begitu saja.
Zahra,hanya mengangguk kepala dan tak berucap apapun. takutnya kenny, menganggap perkataannya. apa lagi mereka baru pertama kalinya, bertemu. Ternyata Kenny,tetap mengejar-ngejar Erwin, walaupun sudah di tolak. Ya Allah, bagaimana kika Kenny tahu? kalau aku,cukup dekat dengan Erwin. bisa-bisa dia, marah besar Kepadaku. bagaimana mana ini?
Bu Martha,tau jika Kenny suka keluyuran. Walaupun bu Martha,tak terlalu dekat dengan Kenny. Namun ia tahu, beberapa kebiasaannya. Sehingga terbilang sangat buruk,di matanya.
Ck,dasar orang tua..!! sok-sok menasehati diriku, bilang saja ingin merendahkan harga diriku. tepatnya di hadapan Zahra, sebagus apa sih? Zahra,batin Kenny. ia melongos pergi meninggalkan mereka dan menghilang di balik pintu rumah.
"Coba kamu cek,apa mantan suamimu masih ada". Tanya Gunawan,kepada Zahra. Semoga saja, mereka masih ada. otomatis Zahra,akan menginap di rumah ini.
"Iya,aku lupa". Kekehnya Zahra,ia langsung mengambil ponselnya. "Coba kamu lihat, mereka masih ada". Bagaimana ini,kenapa mereka masih ada? sial,harus tidur kemana aku? huuuf... secepatnya aku, menghubungi teman-teman untuk menginap malam ini. ternyata mereka nekat juga, menungguku sampai malam.
__ADS_1
Zahra, memeprlihatkan layar ponselnya kepada Gunawan. "Benar sekali, mereka masih ada. Nanti aku bicarakan dengan Erwin, untuk memberikan surat peringatan". ucap Gunawan,entah kenapa dia juga kesal kepada mantan suaminya Zahra.
"Apa yang di katakan Gunawan,memang benar nak. Kamu harus tegas,ini demi kebaikanmu. Jangan diam saja, mereka malah ngelunjak pastinya". Sambung pak Darren.
"Ini sudah jam sembilan malam,nginap sini saja. Gak papa kok,ada kamar tamu juga". Ucap bu Martha,ia tersenyum.
"iya, Zahra. Apa yang di katakan istriku,memang benar. Tidur di sini saja,iyakan bund. Apa lagi sudah malam,". Sambung pak Darren, membuat Zahra terkejut dan tak enak dengan tawaran tersebut.
"Duhh...jadi gak enak, Om dan Tante. Zahra,lebih baik pulang saja". Jawan Zahra, dengan gugup. Aduh... kenapa mereka tiba-tiba, menawarkan aku nginap di sini segala. jadi gak enak,tapi harus bagaimana lagi?
"Jangan nolak, lebih baik nurut apa kata orang tuaku. Gak papa nginep disini,orangnya juga banyak kok". Gunawan, membujuk Zahra. Agar dia mau,menginap di rumah ini. Asyiiikkkk... Zahra, bakalan nginap si sini. aku yakin, Erwin bakalan senang mendengar berita ini.
Aduhh...kalau pulang,ada mereka. Kalau nginap, gak papa sih? Cuman gak enak,aja sih. "Hemm... baiklah,malam ini bakalan nginap di sini". Terima saja, dari pada kemana-mana sudah malam juga. malah bahaya lagi,kalau malam-malam keluyuran.
Membuat pak Darren,bu Martha dan Gunawan. Mereka tersenyum sumringah, mendengar jawaban Zahra. Akhirnya dia, menerima tawaran dari mereka.
Bu Martha, langsung mengantar Zahra ke kamar tamu.
"Kalau ada apa-apa,tinggal bilang yah. Tante,keluar dulu. Istirahatlah, tidurlah dengan nyenyak". Bu Martha, memusut pundak Zahra. "apa lagi malam,gak baik seorang wanita keluyuran malam-malam,".
"Makasih,banyak Tante. Aku jadi gak enak". Ucap Zahra,ia tersenyum. Alhamdulillah,aku senang bertemu dengan bu Martha. beliau,tidak sungkan Kepadaku. walaupun aku,tidak enak hati.
__ADS_1
"Gak papa Zahra, Tante senang kok. Tante, keluar dulu". Pamit bu Martha, Zahra hanya mengangguk pelan dan melihat kepergian bu Martha. Semoga kamu, menjadi salah satu anggota keluarga kami. maupun calon Gunawan atau Erwin,aku sudah yakin. jika nak Zahra, wanita baik-baik.
Zahra, menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam. Ia takut,siapa tahu?ada yang masuk ke dalam kamarnya. Zahra,merasa senang karena dia di perlakukan begitu baik. Zahra,juga merasa hangat saat bersama kedua orangtuanya Gunawan. "huuuuff... semoga nyenyak tidur malam ini". Zahra,duduk di tepi ranjang sambil melihat sekeliling kamar.