ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Tamat (S2)


__ADS_3

Alzam, berlarian menuju mobil.


Namun langkahnya, terhenti. Saat air hujan,mulai jatuh ke tubuhnya. Ia menatap ke arah danau dan langkah kakinya. Terus mendekati tepian danau, matanya terpejam dan mendongakkan kepalanya ke atas.


Alzam, merasakan sentuhan setiap air hujan membasahi wajahnya.


Tiba-tiba saja, seseorang memeluknya dari belakang. "Aku merindukan mu".


"Aku juga,". Gumam Alzam,ia merasakan tubuhnya hangat. "Ana...".


Alzam,nampak terkejut melihat sesosok Ana. Yang memeluknya, dari belakang. "Aku tahu, jika kamu masih sangat mencintai ku. Maafkan aku,Zam. Aku ingin memperbaiki hubungan antara kita, yang dulu sempat tertunda". Isak tangisnya,air matanya mengalir deras bercampur dengan air hujan.


"maafkan aku,aku egois Ana. Seharusnya, aku tidak menyiksa cinta kita seperti ini". Alzam, langsung memeluk tubuh Ana. Sesosok tubuh,yang di rindukan selama ini.


Berlahan-lahan Alzam, mendekati wajahnya ke wajah Ana. Mereka berdua saling berpelukan dan berciuman, dengan mesra.


Hawa dingin, kini menjadi panas karena api cinta mereka berdua. Alzam, menyadarinya bahwa dia tak bisa melupakan Ana.


Begitu juga Ana,tidak bisa melupakan Alzam. Walaupun,dia pergi jauh kemana pun.


Hujan deras, yang mengguyur tubuh mereka. Tak akan mampu, menghentikan ciuman liar Alzam.


Tak kuasa menahan perasaan,memuncak. Alzam, menghentikan aksinya. Mereka mengatur nafas,yang sudah ngos-ngosan.


Ana,masih menangis kesegukan. Karena dia sangat bahagia,karena Alzam kembali ke pelukkannya lagi.

__ADS_1


************


Hari demi hari, berlalu. Mereka berdua, semakin harmonis.


Alzam, menyiapkan tempat untuk makan malam bersama. Ada kejutan spesial, untuk Ana. "Semoga kamu,suka Ana". Gumam Alzam.


Ia melirik ke arah jam tangan, sambil menunggu sang kekasih.


"Sayang....maaf,aku terlambat. Tadi jalanan, sangat macet. Biasa malam mingguan". Kekehnya Ana, terlihat sangat cantik.


"Tidak masalah,kau sangat cantik dan menggemaskan sekali sayang". Alzam, langsung mengecup bibir Ana.


"Alzam,jangan ih...malu, di lihat orang". Ana, langsung tersipu malu-malu karena kelakuan Alzam.


Beberapa saat kemudian, pesanan makanan mereka sudah datang.


"Aku sangat takut,setiap kejutan darimu Zam". Kekehnya Ana, menikmati suasana malam ini.


Acara makan malam bersama,terasa begitu romantis dan di iringi alunan musik.


Selesai makan bersama, tiba-tiba Alzam berlutut di hadapan Ana.


"Ana, maukah kamu menikah dengan ku". Alzam, berlutut sambil memperlihatkan sebuah cincin.


Ana, langsung syok dan menitikkan air matanya. Ia tak menyangka, jika sang kekasih melamarnya di malam ini. "aku mau, sangat mau". Jawab Ana, tersenyum manis.

__ADS_1


Alzam, merasa sangat bahagia karena di terima Ana. Di langsung memeluk,erat tubuh calon istrinya itu. "Terimakasih, kamu sudah menerima ku". Alzam, mengecup kening Ana.


Selesai dengan acara makan, bersama. Alzam, langsung membawa Ana untuk bertemu dengan kedua orangtuanya Alzam.


Sesampai di kediaman,Ana di sambut hangat oleh Zahra.


"Cantik sekali, pantesan fotomu selalu di pajang di kamar oleh Alzam". Zahra, langsung manis. Ia melirik ke arah Alzam,yang nampak malu.


"Terimakasih,tante". Jawab Ana, malu-malu kucing.


"Yakin,kalian secepatnya menikah". Tanya Davis, langsung di angguki Alzam.


"Benar daddy,aku ingin menikah dengan Ana. Sudah cukup,kami berpacaran nya". Jawab Alzam, langsung.


Kebetulan sekali Davis,juga mengenal keluarga Ana. Tentu saja, Davis menyetujui pernikahan mereka.


Karena selesai dengan semuanya,Alzam langsung mengantar Ana pulang.


"Alzam,aku masih tidak percaya. jika kita akan menikah,aku sangat bahagia sekali". Ana, memeluk erat tubuh Alzam.


mereka sempat-sempatnya, bersantai di sebuah taman. yang tak jauh, dari kediaman orangtuanya Ana.


"Iya,sayang". bisik Alzam,mulai melancarkan aksinya. Ia langsung menyambar bibir,Ana. mereka berdua saling menumpahkan,rasa kebahagiaan bersama.


Malam hari terlihat cerah, disinari oleh cahaya rembulan dan di kelilingi oleh bintang-bintang di atas langit. menyaksikan, dua insan yang tengah berbahagia.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*TAMAT\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2