ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Istri Pembawa Sial


__ADS_3

Bu Yuni,nampak terkejut dengan kedatangan anaknya menggunakan ojek online. Bukankah anaknya membawa mobil, waktu berangkat tadi atau mobilnya masuk bengkel.


"Wahyu,mana mobilmu? Kenapa naik ojek online". Tanya bu Yuni,namun Wahyu langsung masuk ke dalam rumah tanpa menjawab perkataan ibunya.


"Wahyu, kamu dengar ibu gak? Mana mobilmu". Bu Yuni, langsung mengikuti langkah kaki Wahyu.


Wahyu, langsung menghampiri Arini dan....


Plakkkk....


Satu tamparan mendarat di pipi mulusnya, Arini. Sedangkan Arini, terhayung ke samping untung saja tidak jatuh ke lantai. ia syok dan terkejut,saat mendapatkan tamparan keras dari suaminya.


Amarah Wahyu, menggebu-gebu di dalam dirinya. Apa lagi,saat melihat wajah istrinya. Amarahnya langsung, memuncak begitu saja.


Bu Yuni,kaget melihat aksi anaknya menampar wajah istrinya sendiri.


"Mas...!!! Kamu kenapa menamparku, mas". Teriak Arini,ia benar-benar tidak terima di tampar oleh suaminya.


"Aku menamparmu, karena kesalahanmu. Semenjak aku,menikah denganmu. Selalu sial dan sial, seandainya kamu tidak dalam keadaan melahirkan anakku. Aku sudah menalakmu Arini, gara-gara kamu. Semuanya gagal,". Bentak wahyu,ia menunjuk jarinya ke kepala Arini.


Air mata Arini, mengalir deras saat mendengar ucapan Suaminya. "Gara-gara aku,mas. Kurang apa aku,selama ini. Ibumu, menginginkan seorang cucu. Aku kabulkan mas. Kamu, menikah dengan perempuan lain. Agar cepat kaya,tanpa capek-capek kerja. Aku rela mas, berkorban demi kebahagiaan mu. Menghancurkan segalanya,sakit mas. Hatiku sakit, bahkan kamu tidak pernah memikirkan hal itu. Yang kau pikirkan adalah uang dan ibumu, sedangkan aku apa".


"Wahyu, maksud semua ini apa? Ibu,tidak paham". Bu Yuni, bertanya kepada anaknya.


"Maya bu,dia tidak mau menikah denganku. Karena dia berubah pikiran, bahkan lebih parah lagi. Dia memutuskan hubungan kami dan membawa mobil kita juga. Itu semua gara-gara Arini,karena dia masih berstatus istriku. Makanya Maya,tidak mau menikah denganku. Ia sangat takut,nama baiknya tercoreng. Ia takut jadi olok-olok orang,". Jawab Wahyu, dengan nada tinggi. Dadanya naik turun,karena emosi.

__ADS_1


"Ceraikan saja dia,wahyu. Semenjak kamu, menikah dengannya. Apa-apa selalu sial,ibu juga tidak mau merawat anak kalian. Takutnya sial itu, menurun ke anaknya juga". Ucap bu Yuni, tanpa memikirkan perasaan Arini. "Gara-gara sialmu,kita seperti ini dan mobil juga di ambil Maya".


"Mas,kamu tega ninggalin aku. Menceraikan aku,mas. Tanpa mempedulikan anak kita,". Isak tangisnya Arini,ia menatap nanar ke wajah suaminya.


"Arini Adriani, mulai sekarang aku talak tiga kamu. Dalam keadaan sadar ataupun tidak dalam paksaan,aku haramkan menyentuh dirimu. Mulai sekarang kita,bukan lagi suami istri". Ucap Wahyu, dengan tegas.


Arini, langsung merosot di lantai. Hatinya hancur berkeping-keping,kakinya seakan-akan melayang di udara. Mulutnya kelu,tidak bisa berkata apa-apa. ia nampak tak percaya,jika Suaminya sudah menjatuhkan kata talak.


Oowekkk.... Oowekkk...


Suara tangis anaknya, menyadarkan dirinya dan menatap tajam ke arah mantan suaminya dan mantan Mertuanya.


"Sekarang kau,pergi dari sini Arini. Bawa juga anakmu itu,yang membawa sial sama seperti dirimu". Ucap Wahyu,tanpa memikirkan perasaan Arini.


"Benar sekali Wahyu,kalau anak itu masih melekat padamu. Bisa-bisa sial, selalu menimpa kita. Kalau kau duda,pasti banyak wanita lain yang mendekati dirimu". Timpal bu Yuni,ia tersenyum merekah. "Kepala ibu, sudah mau pecah mendengar tangisan anakmu itu".


"Maafkan ibumu,nak. Kita harus pergi,dari kehidupan papahmu. Semoga kau,bisa menjadi kebanggaan mamah. Mamah,janji akan menjalani kehidupan jauh lebih baik. Mamah,akan meminta maaf kepada Zahra. Sudah menyakiti hatinya, mungkin ini adalah karma untuk mamah". Isak tangis Arini,ia menggendong bayi mungilnya. Niatnya menemui Zahra,lalu pulang ke halaman kampungnya.


Arini,keluar dari kamar dan melewati mantan suaminya dan ibu mantan mertua yang terlihat sinis.


"Aku harap kamu, tidak menyesal mas. Sudah mengusirku dan anak kita. Begitu juga ibumu, sudah menyia-nyiakan cucunya. Aku sangat dendam kepada kalian, sudah memperlakukan aku seperti ini. Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun lagi,jangan harap kalian menemui anakku. Satu hal lagi,jangan ngaku-ngaku anak ini adalah kita, begitu juga ibu Yuni. Jangan mengaku jika anakku adalah cucu ibu,jangan menyesal kemudian hari. Jika suatu hari nanti,anak ini akan sukses". Seringai tajam Arini,ia langsung keluar dari rumah kontrakan mantan suaminya.


Wahyu, mendengar ucapan dari Arini. Mampu membuat hatinya sesak dan memberikan luka. Namun perkataan Arini, hanyalah ancaman baginya.


"mana mungkin anak sial,nanti sukses. Malahan melarat jadi miskin, jangan kau pikirkan perkataan Arini. Dia itu hanya mengancam dirimu saja, biar hatimu luluh dan balikkan lagi". Ucap bu Yuni. Ia tahu anaknya, tengah memikirkan perkataan mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Ck, ngapain juga memikirkan perkataannya bu. Lebih baik,aku temui Maya dan memberitahu kepadanya. Jika aku,sudah menalak Arini. Jadi aku,bisa secepatnya menikah dengan Maya. Bakalan enak hidup kita bu,". Senyum semerik Wahyu. Kini mereka tertawa lepas dan merasakan kebahagiaan luar biasa. Mereka tidak sabar, menjadi orang kaya raya.


*******


Arini,tiba di pekarangan rumah Zahra. langka kakinya sangatlah berat,namun dia harus menemui Zahra. untuk meminta maaf,atas kesalahan yang pernah melukai hatinya. Arini,juga menyadari kesalahannya. dia sudah menganggap semua ini, adalah pelajaran dalam kehidupannya. agar ke depannya menjadi seorang wanita,jauh lebih baik lagi.


"Assalamualaikum, Zahra". ucap Arini,ia sambil menggendong anaknya dan sebelah tangannya membawa tas lumayan besar.


"Wa'alaikum salam,Ar-Arini". jawab Zahra,nampak terkejut dengan kedatangan Arini. ia melihat Arini, tengah menangis.


"astagfirullah,kamu kenapa Arini. ya Allah,masuk dulu. taruh anakmu,dia sedang tidur. katakan kamu,kenapa Arini,". tanya Zahra, walaupun di hatinya memang membenci Arini. namun kemanusiaan terhadap sesama,apa lagi melihat keadaan Arini sangat memperihatinkan.


"Makasih, Zahra. kamu masih baik kepadaku, sedangkan aku sudah jahat kepadamu ". Arini, menghapus air matanya.


"Tidak apa-apa, Arini. Mungkin ini adalah takdir, jalan hidupku". Jawab Zahra dengan santainya.


Arini, langsung menceritakan semuanya. Bahwa dirinya sudah di talak oleh Wahyu,dia juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada Zahra.


Zahra, senang hati mendengar ucapan Arini. Karena dia sudah menyadari kesalahannya, bahwa yang di lakukan oleh nya adalah salah besar.


"Aku akan pulang kampung halaman. Menjalini kehidupanku si sana, walaupun caci maki yang aku dapat dari orang tuaku dulu. Aku yakin, mereka senang hati menerima kami" lirih Arini, terlihat sangat menyedihkan sekali.


"Tidak apa-apa Arini,kamu dapat amarah dari kedua orang tua mu. tapi,niat mereka memarahi mu adalah baik. semoga kamu, ikhlas menerima semuanya". Zahra, memusut pundak Arini.


"terimakasih, Zahra. kamu Sudah memaafkan aku, aku permisi dulu. mau ke terminal untuk pulang kampung, takutnya ke maleman sampai di sana". Arini dan Zahra, saling berpelukan.

__ADS_1


"Arini,aku antar yah..! aku gak tega lihat kamu dan anakmu nanti berdesakan . kasian anakmu,plisss...demi anakkmu". Zahra, menawarkan dirinya untuk mengantar Arini dan anaknya ke kampung halaman mereka.


Arini, tersenyum sumringah mendengar ucapan Zahra. ia langsung mengangguk kepala,ia setuju dengan perkataan Zahra.


__ADS_2