
Aku yakin,pasti ada sesuatu kenapa Davis berani membeli Keysa begitu mahal? Tapi, untuk apa juga aku mencari toh. Sial,kenapa jiwa kekepoanku jadi meronta-ronta sih? Masalahnya nih,aku takut aja. Kalau akal-akalan Davis, untuk menguji diriku.batin zahra,ia mondar-mandir di halaman belakang. Beribu-ribu pertanyaan dalam benaknya,kenapa sang suami membeli perempuan itu.
"Nona Zahra, Anda di sini rupanya". Ucap Keysa, menyentuh ujung hijab Zahra.
Zahra, langsung menarik hijabnya dan menatap sinis kepada Keysa. "Nona Zahra, apakah kamu cemburu. Hemmm....aku di beli oleh suamimu,tanpa perantara. Hemm... jangan-jangan Tuan Davis, menyukaiku. Aaaahh... bagaikan kita bersaing merebut hati Tuan Davis,hemm...aku tahu,jika kalian tidak saling mencintai. Aku berharap Tuan Davis, lama-lama menyukaiku". Ucap Keysa, dengan santai. Ia sambung memainkan ujung rambutnya,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.
Zahra,hanya menghela nafasnya dengan panjang. "Kau ingin mengambil hati Suamiku, silahkan. Aku ijinkan,satu hal yang kau tahu Keysa. Jika dia milikku,akan tetap milikku. Apa lagi dia memilihku, otomatis aku akan mempertahankannya". Senyum smrik Zahra.
"Oh yah....kita lihat, bagaimana kelanjutannya. Aku akan selalu perhatian kepada, Tuan Davis. Dahhh....". Keysa, meninggalkan Zahra. Ia melenggang pergi, sambil tersenyum mengejek.
Di sisi lainnya,ada seseorang tengah menguping pembicaraan mereka. Ia tersenyum kecil lalu pergi, sebelum ketahuan oleh Zahra.
"Siapa itu". Kata Zahra,ia melihat sesosok bayangan. Zahra, langsung berlari. Saat di tempat,tidak ada siapapun. Ia juga calingukan mencari sekililing,namun tidak menemukan siapapun. "Apa aku salah lihat, menyebalkan". Gerutu Zahra.
******
Esok harinya, Zahra tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Ini bu, laporan bulan ini". Ucap seorang perempuan,dia adalah karyawan Zahra.
"Terimakasih, Misbah. Taruh saja di meja itu". Jawan Zahra,ia sambil memainkan ponselnya.
"Maaf,bu. Di depan ada orang yang ingin bertemu". Kata Misbah, karyawannya.
"Siapa? Apakah kamu mengenalinya". Tanya Zahra. Ada orang yang ingin bertemu denganku,siapa?
"Sepertinya mantan suami ibu". Jawab Misbah, sontak membuat Zahra terkejut mendengar jawabannya.
Mas Wahyu? kenapa dia ke sini,sial....batin Zahra.
__ADS_1
Zahra, langsung melongos melewati Misbah. Apa benar mantan suaminya datang,ada apa mencari dirinya.
sepertinya bu Zahra,nampak tak suka atas kedatangan mantan suaminya. batin Misbah, sambil menatap kepergian bosnya.
"Mas Wahyu". Lirih Zahra, melihat sesosok pria di hadapannya. Huuuff... sepertinya bau-bau tak sedap,atas kedatangan dia.
"Zahra,maaf aku ingin berbicara padamu. Ini penting sekali". Pinta Wahyu,kepada Zahra. beruntung sekali, ternyata Zahra ada di supermarketnya. inj adalah kesempatan emas, untuk mendekati Zahra lagi.
Zahra, langsung mempersilahkan duduk. Tepatnya di depan supermarket miliknya,yang sudah di sediakan.
"Ada apa mencariku, bukankah mas pulang kampung". Tanya Zahra,ia menaruh rasa curiga.
"Sebenernya,aku ingin meminta pekerjaan kepadamu. Memang aku dan ibu, pulang kampung. Tapi,di sana aku sangat susah mencari pekerjaan. Aku mohon Zahra, berilah aku pekerjaan". Pinta Wahyu, dengan wajah memelas. jika aku bekerja di tempatnya, otomatis tiap hari bakala. ketemu dan bisa mencari-cari perhatian kepadanya,aku sangat menyesal karena kehilanganmu Zahra.
Zahra, menghela nafas beratnya. Ia tengah berpikir panjang,saat mendengar permintaan mantan suaminya. "Maafkan aku,mas. Bukannya aku,tidak memberikan kamu pekerjaan. Tapi, karyawan ku masih cukup. Aku lihat di sebelah sana,ada sebuah kafe dan restoran sedang mencari karyawan. Coba kamu ke sana,mas. Siapa tahu,dapat". Zahra, langsung memberikan informasi mengenai pekerjaan. sudan aku duga,jika dia merencanakan sesuatu yang tidak baik. aku harus waspada terlebih dahulu,jangan sampai aku kecolongan seperti dulu.
"Zahra,aku ingin bekerja di tempat mu. Aku mohon,". Rengeknya Wahyu,ia ingin menyentuh tangannya. Namun secepatnya, Zahra menghindari. Sial, kenapa Zahra tidak mau. bisa gagal rencana ku, Aaakkhh....
"jangan sentuh-sentuh aku,mas. Aku sudah memiliki suami,".
"Apa...?? Kamu sudah menikah Zahra,kenapa tidak bilang ke aku dan meminta ijin kepada ku. Aku berhak Zahra,atas ijin kamu menikah lagi". Tegas Wahyu,ia menggebrak meja. Tidak,tidak....tidak mungkin, zahra susah menjadi menikah lagi.
"Cukup mas...!!! Kau sama sekali tidak berhak,ingat mas. Kita menikah secara agam,tidak secara agama dan hukum. Kau hanya janji-janji manis,". Tegas Zahra,juga. Ia menatap tajam ke arah Wahyu. Astagfirullah,kenapa aku memiliki mantan suami seperti ini. belom lagi menghadapi sikap suamiku, tambah beban saja.
"Jangan membohongi ku, Zahra. Kamu belum nikah kan,katakan Zahra". Wahyu,mencekal lengan Zahra. Tidak, aku tidak terima.
Sontak Zahra, memberontak melepaskan cekalan dari mantan suaminya. "Lepas mas,tidak enak di lihat orang lain. Apa lagi di lihat suamiku,lepas mas".
"Tidak Zahra,kamu bohongkan". Bentak Wahyu, dengan suara kerasnya. Wahyu, semakin mempererat cengkalan tangannya. sehingga Zahra, meringis kesakitan.
__ADS_1
Plakkkk...
Satu tamparan mendarat di pipi, Wahyu. Ia melepaskan cekalan tangannya dan memegang pipinya,baru pertama kali ini. Dia seorang pria, di tampar oleh seorang wanita. Zahra, terlihat sangat marah kepada mantan suaminya. sudah melewati batas,ia berani menyentuh dirinya.
Dengan amarah yang tengah memuncak, Wahyu langsung menjambak hijab Zahra. "Aaaakkhhh...." Pekik Zahra,ia sangat terkejut. "Lepas mas,jangan seperti ini. Mas,lepas". Ya Allah, siapapun yang menolongku.
kebetulan sekali orang-orang sekitar,tak melihat aksi Wahyu. "Rasakan Zahra,aku berani sekali menampar wajah ku ha? aku tidak terima,jika kamu melakukan hal ini kepada ku". seringai tajam Wahyu.
"lepaskan mas,aku akan berteriak jika kau tak melepaskan tangan mu". Benyak Zahra, kepalanya mendongak ke atas.
Zahra,meraih tangan Wahyu. Agar dia melepaskan tangannya dari jambakkan. "Tolooong, Toooloong....." Teriak Zahra,ia tak sanggup melawan mantan suaminya.
Buuughhh......
Buuughhh....
Buuughhh....
Beberapa bogem mentah di wajah, Wahyu. Ia tersungkur di tanah,belum lagi mendapatkan beberapa tendangan.
"Aaaargghhh...". Wahyu, meringis kesakitan saat perutnya di tendang oleh Davis. Sial,sakit sekali. siapa pria yang berani menampar dan menendangku.
Zahra,hanya diam dalam tangisannya sambil membenarkan hijabnya yang sudah berantakan.
"Kau tidak apa? Apa ada yang terluka". Tanya Davis, langsung mendekati Zahra.
"Aku baik-baik saja, terimakasih". Lirih Zahra,ia terlihat berantakan sekali. Alhamdulillah, Davis menolong. sial,aku berhutang budi kepadanya.
"Ayo,kita pulang". Davis, menarik lengan Zahra. "Sekali lagi,kau mengganggu istriku. Akan aku habisi dirimu,ingat itu". Ancam Davis,kini Zahra melewati Wahyu.
__ADS_1
"Brengseeekk....". Teriak Wahyu,ia menghapus darah di sudut bibirnya. Apakah dia suaminya Zahra,sial. sepertinya suami Zahra,bukan orang sembarangan. terlihat jelas seperti orang berada, beruntung sekali hidupku Zahra.
Zahra,masuk ke dalam mobil bersama Davis.ia menuruti perkataan Suaminya, tanpa membantah apapun.