ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Wanita Ular


__ADS_3

Sesampai di rumah Davis, Zahra langsung melongos masuk ke dalam rumah. Tanpa menghiraukan suaminya,yang menatap tajam ke arahnya.


"Zahra,apa kalian masih menjalin hubungan baik". Tangan Davis, langsung mencekal lengan Zahra. Jangan harap,kau bisa bermain-main di belakangku. ingat Zahra,kau adalah milikku.


"Tidak,kenapa kau bertanya tentang masalah aku dan mantan suamiku". Delik mata zahra,ia tersenyum kecil. Ck,apa jangan-jangan dia cemburu.Aaaahh... walaupun itu benar,aku tidak percaya.


"Aku suamimu,kenapa dia tadi berbuat kasar kepadamu. Kalau bertemu dengannya lagi,lebih baik menghindar". Ucap Davis,ia melewati Zahra. Aku khawatir dengan mu,apa lagi ada pria lain mendekati dirimu. hatiku tidak rela Zahra, meskipun seorang teman.


"Ck,mana mungkin aku sudi bertemu dengannya". Gerutu Zahra, dengan kesal. Bahkan aku selalu berdoa, agar tidak bertemu dengan pria busuk seperti mas Wahyu.


Davis,hanya mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Zahra. Apa mungkin, mantan suaminya itu. sengaja menemui Zahra? sekarang aku harus menjaga Zahra, dari mantan suaminya itu.


"Tuan, makanan sudah siap". Ucap Keysa,dari belakang. Ia tersenyum sumringah,saat Davis menoleh ke arahnya. sedikit demi sedikit,aku perhatian kepadanya. mungkin secepatnya,akan menjadi milikku dan Davis tergila-gila kepada ku. sedangkan Zahra,hussss...dia akan tersingkir dan terusir dari rumah ini,batin Keysa.


Sontak Zahra, langsung menatap sinis ke arah Keysa. Sepertinya Keysa, benar-benar ingin merebut Davis. Ambillah,aku tak perlu capek-capek debat dengannya terus.batin Zahra,ia langsung menaiki anak tangga dan meninggalkan mereka.


"Siapkan saja,aku mau bersih-bersih badan dulu". Kata Davis, membuat hati Keysa nampak bahagia. apa lagi yang di rencanakan ular ini, baiklah akan aku ikuti alur ceritanya.


"Baik, Tuan" jawab Keysa,ia tersenyum kecil. Sedikit demi sedikit,aku memberikan perhatian kepada Anda dan lama kelamaan jadi milikku.


Davis,hanya menghela nafas beratnya. Saat masuk ke dalam kamar,ia melihat Zahra tengah sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Tiga hari ibu tidak ada di rumah,dia keluar kota bersama sepupunya". Ucap Davis, sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Sebenarnya, Zahra tahu. Jika sang ibu mertua, pergi selama tiga hari. Ck,kau kira aku tidak tahu apa.batin Zahra,ia hanya melirik sekilas ke arah Suaminya.


Beberapa menit kemudian, Davis sudah rapi dengan setelan. sesekali Zahra, mencuri pandang ke arah Suaminya, sebenarnya dia sangat mengagumi keindahan tubuh Davis. apa lagi dia sudah lama,tidak merasakan sentuhan lembut dari seorang pria. namun dia,tetap santai dan menahan hasrat untuk melakukan hubungan itu.


"Ayo,kita makan. Dari tadi sibuk dengan Ponsel saja, masalah pekerjaan atau yang lainnya". Davis, ingin merampas ponsel Zahra. Apa jangan-jangan, ada sesuatu di ponselnya batin Davis


Melihat aksi Davis, ingin merampas ponselnya. Zahra, langsung menghindar. "Ini adalah privasi ku, kau tak berhak". Tegas Zahra,ia menjauhi suaminya.Enak saja mau rampas punyaku, jangan harap itu bisa.


Davis, hanya menatap tajam ke arah Zahra. Tanpa bersuara apapun lagi,ia langsung keluar dari kamar. Sontak membuat Zahra, merasa tidak hati atas kepergian suaminya.


Zahra, menyusul suaminya dan melihat kebawah sang suami berbicara dengan Keysa. Ia mulai menuruni anak tangga dan melongos melewati mereka.


"Baiklah,Tuan. Akan aku siapkan semuanya,". Senyum merekah Keysa, membuat Zahra kesal karena sang suami malah meminta bantuan kepadanya.


Sial, kenapa aku merasakan sesuatu. Apa jangan-jangan aku cemburu,tidak mungkin. Tapi,aku tidak rela jika mereka pergi bersama. Zahra, tengah gelisah dan kebingungan.


Davis, langsung menaiki anak tangga tanpa menemui istrinya. dibalik dinginnya,ada senyuman kecil di sudut bibirnya. ia tahu, jika hati istrinya memanas namun gengsi untuk di ungkapkan.


Saat Zahra, menatap ke arah Keysa. Keysa,hanya tersenyum sumringah dan terlihat bahagia. Zahra tahu, jika rencana Keysa sekarang berhasil.

__ADS_1


"Kenapa aku merasa tidak rela, biarkanlah Zahra. Apa maunya,kau juga begitu. Tak usah mengurus kehidupan mereka,". Gumam Zahra,ia bersandar di sofa sambil memijat pelipisnya.


Keysa, menyiapkan makanan untuk Davis. Ua terlihat sangat bahagia dan bersemangat. Setelah selesai, barulah dia siap mengantar makanan ke atas.


Saat menoleh ke ruang tamu, Keysa tersenyum mengejek ke arah Zahra. Sedangkan Zahra, terlihat geram kepadanya. lihatlah Zahra, suamimu meminta ku untuk mengantar makanannya. kau tahu, aku bisa mengambil kesempatan emas ini.


Satu persatu Keysa, menaiki anak tangga dan hilang di balik pintu. Setelah masuk ke ruang baca Davis, ia meletakkan makanan di atas meja. hati Zahra, langsung bergemuruh menahan rasa amarahmya. ia mengepalkan kedua tangannya, gengsi itulah yang tak mampu mengungkapkan bahwa dirinya cemburu.


Sepertinya,ini adalah kesempatan aku. Untuk merayu Tuan Davis,aku harus mengambil kesempatan ini. Senyum smrik Keysa,ia membuka dua kancing bajunya. Terlihat jelas buah melon, bergelantungan walaupun terlihat belahannya saja.


"Tuan, makanannya sudah siap. Apa perlu, aku suapin atau di pijat". Keysa, menggigit bibir bawahnya dan duduk di tepi meja.


"Sepertinya, kau memang wanita ular. Begitu licik dan penuh dengan semangat untuk mendekati diriku. Ingat Keysa,nyawamu ada di tanganku. Jangan sampai,aku muak kepadamu. Lalu,aku akan menghabisi nyawamu". Seringai tajam Davis,ia langsung mencekik leher Keysa.


"Aakkhh...aaakkhh..argghh..". Ringis Keysa,ia mencoba menghentikan aksi Davis namun tidak bisa. "Tolo....tolong...am... am... Puni...ak... aku....tu...tuan...". Davis, semakin kuat mencekik leher Keysa. Bagaimana ini,aku tidak mau mati sekarang. aku ingin menikmati hidup,tidak aku tak berani mendekati Davis. tidak, aku tidak boleh menyerah begitu saja. "uuhukk....uuhukk". Keysa, merasakan lehernya menjadi sakit.


"Seharusnya kau, berterimakasih kepada ku. karena aku, sudah menyelamatkan dirimu. ingin sekali,aku membiarkan dirimu. tapi,aku memiliki balas budi atas menyelamatkan nyawaku. sekarang kita impas,anggap saja kau adalah babuku". senyum smrik Davis, membuat Keysa takut dan gemetaran.


"Uuhukk... uhuukkk.... uuhukk...". Keysa, terbatuk-batuk saat cekikan Davis terlepas. Keysa,hanya memegang lehernya. Ia hampir ke habisan nafas, hampir saja kehilangan nyawanya. Baguslah, sekarang aku di lepas oleh Davis. ingat Davis,aku akan melakukan hal apapun. sampai kau,akan tunduk atas perintah ku.batin Keysa,ia memiliki dendam begitu dalam.


"itu adalah peringatan mu, Keysa. Jika kau,berani macam-macam dengan ku. Mungkin kau,tidak akan bisa bernafas lagi. Keluaaarrr.... sebelum aku kehabisan sabar,". Ucap Davis, membelakangi Keysa.

__ADS_1


Sedangkan di balik pintu, Zahra tengah mengintip mereka. Keysa, langsung pergi dari ruangan itu dan Zahra langsung bersembunyi agar tidak ketahuan.


Zahra, langsung berlari ke arah kamar. Jantungnya berdegup kencang,saat melihat amarah Davis. Tangannya juga gemeteran,ia langsung ketakutan terhadap Davis. "Bagaimana ini,aku selalu membuat ulah? Kenapa aku, tiba-tiba takut seperti ini". Zahra, mondar-mandir di kamar sambil menggigit jarinya. Matanya tak luput memandang pintu kamarnya,ia sangat takut jika Davis masih dingin dan marah.


__ADS_2