ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Cemburu (S2)


__ADS_3

[Nadila,aku melihat Malvin sedang bersama perempuan lain. Mereka masuk ke dalam bioskop,mesra sekali sampai bergandengan tangan. Tidak mungkin, mereka status teman]


Nadila,hanya tersenyum membaca pesan dari seorang temannya.


"Lihatlah, Malvin bersama seorang perempuan. Ck,murahan. Mana bayaran kalian, bukankah kita bertaruh jika aku akan berpacaran dengan Malvin". Nadila, tersenyum smrik.


"Baiklah, besok kita shopping". Jawab Nisa dan Farida.


Nadila dan temannya, bertaruh. Jika Nadila, menang. Maka teman-temannya, membayar satu tas branded. "Lumayanlah, nambah koleksi tas mewah lagi". Kekehnya Nadila.


"sepertinya, Malvin salah target untuk di permainkan. Buktinya,dia sekarang bahan taruhan kita". Kekehnya Nisa.


"Hemmmm...bisa saja, besok-besok aku atau Nisa jadi bahan target lagi. Apa lagi,kita beda sekolahan. Gimana,kita taruhan lagi". Farida, langsung mengajak taruhan lagi.


"Baiklah,siapa yang lebih dulu jadian bersama Malvin. Dia mendapatkan tiket gratis, jalan-jalan ke luar negeri". Nadila, langsung menyetujuinya. Nadila,memang menerima ajakan Malvin jadi kekasihnya. Bukan berarti, Nadila tidak tahu? Bagaimana playboy nya Malvin.


"Aku setuju". Jawab Nisa, langsung. "kapan kau akan, memutuskan hubungan kalian. Aaahh...kalian baru pacaran seminggu, tidak asyik berakhir secepat itu".


"Nanti saja,ada waktunya aku memberikan pelajaran untuk seorang playboy". Senyum smrik Nadila.


"Jujur saja,aku penasaran dengan Alzam. Apa dia memiliki kekasih, kenapa kamu tidak mendekati Alzam". Tanya Farida,kepada Nadila.


"Aku gak sanggup, untuk mendekati Alzam. Kau tahu,dia memiliki fans sangat banyak. Aku hanya menjaga jarak,jangan sampai aku luluh dengan nya. Bisa-bisa aku tiap hari, bakalan di teror oleh anak sekolahan atau diluar. Gak sanggup,sumpah". Jawab Nadila. "Tapi,dia dekat dengan Moana. Selama ini, Moana terus-terusan. Jadi bahan gibahan anak-anak, untung mental kuat". Kekehnya


"Aneh,mana mungkin juga sih? Alzam,jatuh hati dengan perempuan seperti itu. Mendingan sama aku,gak kebayang gimana bahagianya. Aku jadian dengan Alzam, walaupun dia selalu ramah dan menyapa jika bertemu. Masalahnya,dia seperti biasa saja. Apa Alzam,tidak menyukai siapapun". Farida, nampak heran.


"Benar,apa lagi Alzam. Hemmm...belum pernah pacaran kan,gak kedengaran tuh. Siapa mantannya,". Sahut Nisa, sedangkan Nadila hanya mengangkat kedua bahunya.


**********


"Zam,besok temanin aku yuk". Ajak karima, tersenyum manis.


"Kemana,". Tanya Alzam, sambil main bola basket.


"Kalau jalan-jalan,aku kayanya malas banget".


"Yahh... padahal,aku mau ngajakin nonton. Ada film horor, terbaru. Ajak aja yang lainnya,biar rame". Jawab karima, sebenarnya dia ingin berduaan dengan Alzam. Tapi,dia sudah menduga bahwa Alzam. Akan menolaknya,kecuali dengan temannya juga.

__ADS_1


"Gak,aku ada janji sama dady ku". Tolak, Alzam. "Maaf,lain kali saja". Ia melanjutkan bermain bola basket.


"Sial, di tolak lagi". Gumam karima,ia membuka satu botol air mineral. "Zam,minum dulu". Ia memberikan botol minuman tersebut.


"Makasih,Rim". Alzam, Langsung mengambil dan meminumnya.


"Zam,sudah seringkali kamu menolak ajakan aku. Bete tau". Gerutu karima, dengan kesal. Ia juga membalikkan badannya, tiba-tiba saja.


"Besok sore, sekitar jam lima". Ucap Alzam,ia merasa bersalah karena sering menolak ajakan karima.


Karima, tersenyum sumringah dan membalikkan badannya. "Baiklah, jemput aku. Dahhh....". Karima, langsung pergi dengan keadaan senang.


Alzam, melanjutkan bermain-main bola basket sendirian. "Ternyata,kamu playboy juga". Ucap Malvin, langsung mengambil alih bola basketnya.


Alzam,hanya menatap benci kepada Malvin. Apa lagi, sekarang Malvin kekasihnya Nadila. "Aku playboy? Aku dan perempuan lain,hanya sebatas teman. Tidak seperti mu, memiliki hubungan berstatus sebagai kekasih. Gak kebayang, jika rahasia mu terbongkar".


"Alzam, Alzam....aku memang serius,menjalin hubungan dengan Nadila. Karena dia,aku rela mengejar-ngejar dirinya. Kenapa Zam,kau menyukainya....maaf,dia milikku". Malvin, menepuk pundak Alzam. Ia menyunggingkan senyumnya ,karena dia tahu jika Alzam menyukai Nadila.


"Sebelum janur kuning melengkung, masih ada kesempatan untuk ku". Alzam, tersenyum mengejek ke arah Malvin.


"Tidak akan pernah,aku melepaskannya. Ingat itu,Alzam Jonathan". Tegas Malvin. "Kau tahu,hari ini aku "hari ini aku dan dia, jalan-jalan berdua. Gak kebayang kan,kami berpelukan dan berciuman dengan penuh cinta dan mesra. Aaaakkhh....indah,bukan" Malvin, mencoba memanasi perasaan Alzam.


"Kau menantang ku, lihatlah di kantin sekolah. Jam istirahat nanti,aku akan mengajak Nadila pergi ". Kedip mata Malvin, langsung meninggalkan Alzam.


Alzam,hanya mengepalkan kedua tangannya. Cemburu, itulah yang di rasakan oleh nya.


**************


Jam istrirahat sudah tiba,para murid-murid sekolah. Berbondong-bondong ke arah kantin.


Alzam dan temannya,duduk tak jauh dari Nadila dan Malvin.


Saat Malvin, ingin mengatakan sesuatu. Tiba-tiba saja,Fana dan anggota OSIS lainnya datang.


"Malvin,pulang sekolah nanti. Kita akan mengadakan rapat,ingat jam tiga di kafe biasa lo". Kata Fana, membuat Malvin jadi salah tingkah. Niatnya, ingin jalan-jalan bersama sang kekasih. Namun gagal,dan gagal lagi.


"Fana,aku kali ini tidak bisa ikut. Ada beberapa hal, yang harus dilakukan". Alasan Malvin,ia memberikan isyarat kepada Kana.

__ADS_1


"Tidak bisa,kau adalah ketua OSIS. Ingat itu, jangan-jangan kamu mai jalan-jalan dengan dia" Fana, langsung menunjuk ke arah Nadila.


"Tidak,aku dan Malvin tidak kemana-mana. Kecuali,dia bersama perempuan lain". Jawab Nadila, langsung.


"Malvin,di cariin sama bu guru Jahwa". Ucap salah satu,teman kelasnya.


"Baiklah,aku akan ke sana. Nadila,aku pergi dulu. Ingatlah,jangan berpikir macam-macam. Aku hanya untuk mu,sayang". Malvin, sempat-sempatnya mencium pucuk kepala Nadila.


"Ciyeee...ciyeee...".


"Aduuhh....jiwa jomblo ku, meronta-ronta..".


"Suiiit... suiiitt....".


"Uhuuyyy...soswiiit,deh".


Ucap para murid-murid sekolah, lainnya. Fana,nampak tak suka dengan perilaku Malvin terhadap Nadila.


Nadila,kaget dengan kelakuan Malvin. Membuat seisi Kantin,jadi heboh karena Malvin.


"Malvin,jaga sikapmu". Tegas Nadila,ia jadi tak enak dengan tatapan anak-anak lainnya. Sial,kenapa dia melakukan hal itu segala. bikin malu saja.


"Maaf,kamu gemes banget tau". Kekehnya Malvin, langsung meninggalkan kekasihnya.


Kecemburuan Alzam, langsung memuncak. Untung saja,di tak melihat secara langsung karena posisi duduknya membelakangi.


"E'ehmmm...Ciyeee....yang lagi bucin-bucinnya". goda zyva,kepada Nadila.


"Apaan sih,biasa aja kali". kata Nadila,nampak tak suka dengan ejekan temannya.Harus hati-hati lagi,jangan sampai kecolongan lagi. Amit-amit,dia nyium aku.


"Kita nonton yuk,ada film terbaru horor nih. jam tayangnya, sekitar jam tujuh malam. nonton yuk". ajak zyva,yang selalu hobi menonton film horor.


"Zyva, ikut dong... pengen juga,". rengeknya Hyuna.


"Ikut, nonton barengan yuk...". sahut Jelita,juga.


"Waaahhh....ikut dong,". sahut Ehan, mereka langsung tercengang ke arah Ehan. "tenang,bos Alzam yang traktir. iyakan". kedip Ehan, sebenarnya ingin mencari perhatian kepada seseorang.

__ADS_1


"Waaaahhh... seriusan Zam,mau traktir kita-kita ". Zyva, langsung bersemangat. jika mendapatkan kabar tentang gratisan, mendengar ucapan zyva. Alzam, langsung mengangguk kepalanya.


Kini mereka semua,nampak senang. karena mendapatkan tiket nonton bioskop, secara gratis.


__ADS_2