ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Dikurung


__ADS_3

"Ibu,kenapa? Kenapa kaki ibu, katakanlah bu". Seorang pria, begitu khawatir kepada ibunya. ia langsung membantu ibunya,duduk di sofa.


Zahra, terpaku dengan ketampanan pria di hadapannya. Postur tubuhnya sangat bagus dan terlihat kekar. ia begitu lembut, memperlakukan ibunya. sampai hati Zahra, tersentuh. begitu khawatirnya kepada ibunya, terlihat sangat besar kasih sayang kepada ibunya.


"Ibu,tidak apa-apa nak. Kenal dia Zahra,yang sudah...."


"Oh,jadi wanita ini yang sudah mencelakai ibu". Pria itu, langsung memotong perkataan ibunya dan langsung menatap tajam ke arah Zahra. "Berani sekali kamu,ingin mencelakakan ibuku. kau harus berhadapan denganku,tak akan aku lepaskan". sorotan mata pria tersebut menyeringai tajam. seakan-akan siap, menerkam mangsanya dan mencabik-cabik habis.


Zahra,diam seketika. Apa yang di katakannya memang benar. "Maafkan,aku...".


"Maaf,maaf". Pria itu, langsung memotong perkataan Zahra juga. "Dia ibuku,atau jangan-jangan kau ada niat lain untuk mencelakakan ibuku". Pria itu langsung,mencekal lengan Zahra. "ingatlah,aku tidak akan melepaskan dirimu". tegasnya


"Davis, lepaskan dia...!! Ibu,yang salah terlalu buru-buru menyebrang jalan. Sehingga ibu, tertabrak mobil Zahra. Ibu,tidak apa-apa nak. Dia tidak salah, lepaskan dia". Bu Winata, mencoba melepaskan cekalan tangan anaknya. Seorang ibu tahu,jika anaknya sangat marah kepada wanita di hadapannya.


"Maaf,saya juga salah. Maaf,saya kurang fokus karena mencari alamat. Yang Anda, berikan kemarin mungkin. Saat saya menabrak mobil anda yang kemarin, ternyata alamat rumah ini sama". Lirih Zahra,ia sedikit kesakitan karena cekalan Davis sangat erat. Zahra, bingung harus berkata apa-apa. arahan pikirnya campur aduk, berbicara pun seakan-akan sulit.


"Jadi kau,wanita ceroboh itu. Hemmm.. karena kecerobohan dirimu, sehingga ibuku jadi korban. Kau harus ganti rugi, berkali-kali lipat". Davis, mendekati tubuh Zahra dan hembusan nafasnya terasa di wajah Zahra.


Zahra, gemeteran sudah. "Maaf,saya janji akan bertanggungjawab atas semuanya". Ya Allah, bagaimana ini? kenapa aku,harus berhadapan dengan pria arogan ini. Bagaimana ini,kenapa otakku jadi buntu? memang semua ini adalah salahku,aiisss....

__ADS_1


"Nak, lupakanlah semuanya. Ibu,tidak apa-apa. Cuman menabrak mobilmu,hanya membuat lecet sedikit tidak apa-apa. Lepaskan nak, Zahra". Pinta bu Winata, meringis kakinya kesakitan. "jangan keras kepala Davis,dia seorang wanita. setiap orang memiliki kesalahan,kita seharusnya saling memaafkan nak"


"Pak Man,bawa ibu ke dalam kamar. Hubungi dokter Haris, sekarang juga. Dan kau, berurusan dengan ku". Davis,menarik lengan Zahra dan menyeret ke atas tangga.


"Tuan, lepaskan saya. Saya mau di bawa kemana". Zahra, mencoba melepaskan cekalan Davis. Namun hanya sia-sia saja."Auuu.. sakit Tuan, lepaskan tangan saya. saya mohon,jangan seperti ini".


Bu Winata, mencoba menenangkan hati anaknya. Tetap saja Davis,tak menghiraukan teriakkan ibunya. Ia terlanjur sangat marah kepada, Zahra. "Davis....!!!! lepaskan nak Zahra,Davis....!!!! benar-benar anak kurang ajar,setega itu dia memperlakukan seorang wanita".


"Untuk saat ini kau,aku kurung sementara sebelum tugasku selesai". seringai tajam Davis, kepada Zahra.


Davis, mendorong tubuh Zahra ke dalam ruangan seperti kamar. Karena dorongan terlalu keras, sehingga Zahra terjatuh ke lantai. "Tuan,jangan kunci saya di dalam. Tuan, lepaskan saya". Teriak Zahra,dari dalam.


Davis, hanya menyeringai tajam. "Pak Man,Pak Man...!!!". Teriak Davis, memanggil kepala pelayan itu.


"Cari sesuatu di mobil wanita itu,cari identitas dirinya. Setelah itu,kau hubungi Luky untuk mencari siapa dia dan keluarga. Sekarang juga,jangan bertele-tele". Perintah Davis,ia langsung meninggalkan pak Man.


Pak Man, bergegas menuju mobil Zahra dan menggeledah semuanya. Tak butuh lama,pak Man sudah menghubungi Luky.


Sedangkan Zahra, hanya pasrah dan menangis. Entah kenapa ketiban sial, seperti ini. Bahkan ibunya,tak mampu menolong dirinya. "Bagaimana ini? Aku harus kabur,tapi semuanya terkunci. Sedangkan jendela mana berani aku, melompat setinggi ini. Huuuuff...ya Allah, berikan jalan untukku,". Zahra,duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.

__ADS_1


Bu Winata, mencoba berbicara dengan anaknya. Agar melepaskan Zahra,tidak di kurung di dalam kamar. "nak, lepaskan Zahra. Siapa tahu, keluarganya tengah mencari dirinya. Tidak baik, mengurung dirinya di sana. Ibu,tidak apa-apa. Ibu,yang salah".


"Cukup bu,kalau kita membiarkan wanita itu. Bisa-bisa lebih banyak lagi korban,kita harus memberikan pelajaran kepadanya dan menggantikan rugi sebesar-besarnya". Bantah Davis,ia terlihat sangat kesal kepada Zahra. "Zahra". Gumam Davis,ia tersenyum smrik.


"lepasss dia nak,kasian dia kamu kurung di dalam kamar itu. Berikan kuncinya kepada ibumu,". Bu Winata, mengulurkan tangannya untuk meminta kunci kamar dimana Zahra di kurung.


"Dia banyak memiliki kesalahannya,bukan hanya dengan ibu tadi pagi. Tapi,kemarin dia menabrak mobilku.Ck, wanita ceroboh. Seharusnya ibu, jangan terlalu membela dirinya semakin besar kepalanya nanti". Ucap Davis, dengan kesal.


"Ya sudah, terserah kamu. Asalkan jangan kau macam-macam terhadap Zahra,dia wanita baik-baik ". Kata bu Winata, kepalanya sudah nyut-nyutan dan bersandar di sofa. "Punya anak keras kepala,mau menang sendiri". Gerutu bu Winata.


"Wanita baik-baik,tapi ceroboh sekali". Gumam Davis,ia meninggalkan ibunya tengah kesal kepada dirinya.


Davis Jonathan,di usia mudanya terbilang sangat sukses. ia memiliki tambang emas terbesar di kota N, identitas dirinya cukup tersembunyi jarang orang tahu. orang-orang hanya tahu,jika Davis hanya memiliki beberapa hotel. Di balik itu semua adalah alibi Davis,agar orang-orang tak memandang dirinya banyak uang.


Davis,yang masih berusia 28 tahun,masih lajang. memiliki wajah tampan dan postur tubuh sangat bagus. banyak wanita-wanita lainnya, mendambakan dirinya. bahkan ada yang rela, melakukan apapun. karena ketegasan dan bersifat dingin, begitu susah wanita lain menaklukkan hatinya.


Davis, mendapatkan informasi tentang identitas Zahra. ia tersenyum licik dan memerintahkan kepada Haris,tangan kanannya itu. untuk membuat surat perjanjian kepada Zahra,atas ganti rugi semua kesalahannya.


Bu Winata,hanya memperlihatkan gerak-gerik anaknya. "apa yang di rencanakan Davis,sampai tersenyum-senyum sendiri. apa jangan-jangan Davis, melakukan hal aneh-aneh terhadap Zahra. tidak bisa di biarkan ini". bu Winata, langsung menghampiri anaknya dan mencari solusi agar bisa menyelamatkan Zahra.

__ADS_1


"Davis,hari ini kamu harus pergi ke restoran Indah. usiamu sudah tidak muda lagi,ibu juga pengen cucu. hari ini ibu, membuatkan janji kencan buta dengan seorang wanita cantik seorang model". Ucap bu Winata, mencoba mencari alasan. padahal,tidak ada kencan buta. bu Winata,agar anaknya keluar dari rumah ini dan bisa menyelamatkan Zahra.


Davis,hanya menyungging senyumannya dan menatap ke arah ibunya. ia langsung bangkit dari kursi dan menghampiri sang ibu. "ibu ingin aku menikah,hemm...maka dari itu, ikutilah rencanaku". sontak membuat sang ibu, terkejut mendengar ucapan anaknya. yang tiba-tiba berkata seperti itu,ia langsung mengangguk kepala bertanda setuju apa rencana dari anaknya.


__ADS_2